Yazman Yazid

Nama :
Yazman Yazid

Lahir :
Batusangkar, Sumatera Barat, 15 Januari 1952

Wafat :
Tangerang Selatan, Banten,
12 Agustus 2014

Pendidikan :
Akademi Sinematografi LPKJ/IKJ, Jakarta
(tidak selesai)

Pencapaian :
Sutradara Terbaik Sinetron Komedi pada FSI 1995, lewat seinetron Lika Liku Laki Laki

Filmografi :
Bing Slamet Setan Jalanan (1972),
Bing Slamet Sibuk Sibuk (1973),
Bing Slamet Dukun Palsu (1973),
Bing Slamet Koboi Cengeng (1974),
Bawang Putih (1974),
Ateng Minta Kawin (1974),
Ateng Mata Keranjang (1975),
Ateng Bikin Pusing (1977),
Pahitnya Cinta Manisnya Dosa (1978),
Tangan-Tangan Mungil (1981),
Darah dan Mahkota Ronggeng (1983),
Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984),
Yang Masih di Bawah Umur (1985),
Anak-Anak Malam (1986),
Pernikahan Dini (1987),
Giliran Saya Mana (1989),
Dorce Sok Akrab (1989),
Kanan Kiri Oke (1989),
Kanan Kiri Oke II (1989),
Nona Manis (1990),
Kanan Kiri Oke III (1990),
Gampang-Gampang Susah (1990),
Lenong Rumpi (1991),
Bukan Main (1991),
Lenong Rumpi 2 (1992),
Boleh Dong Untung Terus (1992),
Plin Plan (1992),
Pintar-Pintaran (1992),

Sinetron :
Lika Liku Laki Laki (1994),
Rosanna (1996),
Bukan Basa Basi (1997),
Kecil-kecil Jadi Manten (2003),
Mister Olga (2008),
Yang Masih di Bawah Umur (2012),
Tangan-Tangan Mungil The Series (2013)

Sutradara Film
Yazman Yazid

Sutradara film drama dan komedi ini, lahir di Batusangkar, Sumatera Barat, 15 Januari 1952. Menempuh pendidikannya di Akademi Sinematografi LPKJ (sekarang IKJ), Jakarta, namun tidak sampai selesai karena dijalaninya hanya selama dua tahun. Mulai aktif di film, ketika bekerja menjadi pencatat skrip pada PT. Safari Sinar Sakti Film pada tahun 1971. Dengan jabatannya tersebut, ia turut serta menangani produksi film ‘Bing Slamet Setan Jalanan’ (1972). Lalu di ikuti dengan film-film Bing Slamet lainnya, seperti ‘Bing Slamet Sibuk Sibuk’ (1973), ‘Bing Slamet Dukun Palsu’ (1973), dan ‘Bing Slamet Koboi Cengeng’ (1974).

Karirnya kemudian meningkat dengan menjadi asisten sutradara dalam film ‘Ateng Mata Keranjang’ (1975), ‘Ateng Bikin Pusing’ (1977), dan ‘Pahitnya Cinta Manisnya Dosa’ (1978). Mulai menjadi sutradara dalam film ‘Tangan-Tangan Mungil’ (1981), yang di produksi oleh Gramedia Film. Selanjutnya ia menyutradarai sejumlah film lainnya yakni ‘Darah dan Mahkota Ronggeng’ (1983), ‘Untukmu Kuserahkan Segalanya’ (1984), ‘Yang Masih di Bawah Umur’ (1985), ‘Pernikahan Dini’ (1987), ‘Kanan Kiri Oke’ (1989), dan ‘Kanan Kiri Oke II’ (1989)

Pada era 1990-an, ia juga banyak memproduksi film-film komedi yang diperankan oleh Kadir dan Doyok. Diantaranya adalah ‘Boleh Dong Untung Terus’ (1992) dan ‘Pintar-Pintaran’ (1992), termasuk menyutradarai ‘Lenong Rumpi 1’ dan ‘Lenong Rumpi 2’ (1991 dan 1992). Tahun 1994, ia mulai beralih ke sinetron dengan menyutradarai ‘Lika Liku Laki Laki’, yang di bintangi oleh grup 4 Sekawan (Ginanjar, Derry, Eman, dan Qomar). Lewat sinetron inilah, ia meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik Sinetron Komedi pada FSI 1995.

Sinetronnya yang lain yang pernah di garap adalah ‘Rosanna’ (1996), ‘Bukan Basa Basi’ (1997), ‘Kecil-kecil Jadi Manten’ produksi Multivision Plus pada tahun 2003 yang melambungkan nama mendiasng Sukma Ayu, putri aktris senior Nani Widjaya. Kemudian beberapa sinetron di bawah bendera Sinemart, seperti ‘Mister Olga’ (2008), ‘Yang Masih di Bawah Umur’ (2012), dan ‘Tangan-tangan Mungil The Series’ pada tahun 2013.

Karyawan tetap PT Gramedia Film ini, wafat di Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada 12 Agustus 2014, karena komplikasi penyakit. Dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply