Yola Yulfianti

Seniman Tari
Yola Yulfianti

Lahir di Jakarta, 21 juni 1981. Ia dikenal sebagai seorang penari sekaligus koreografer yang giat mengembangkan kemampuannya dengan aktif mengikuti berbagai lokakarya serta kerap bekerja sama dengan sesama koreografer dan sutradara dari dalam maupun luar negeri. Pendidikan formal seni tarinya ia tempuh di Institut Kesenian Jakarta pada jurusan seni tari, yang diselesaikan tahun 2004. Setelah lulus, ia kembali melanjutkan studinya di program pascasarjana seni urban dan Industri Budaya pada institusi yang sama di tahun 2009 dengan karya Dance-Film berjudul ‘Suku Yola’ sebagai tugas akhirnya. Karya ini juga mendapat penghargaan Pearl (salah satu dance-film terbaik) dalam ajang Dance Film Internasional di Berlin, Jerman.

Ia juga mengembangkan minatnya di musik setelah mengikuti workshop soundscape (2001) oleh Piet Hein Van de Poels (Belanda) dan Otto Sidharta (Indonesia). Sejak itu ia kerap menggarap sendiri musik yang digunakannya untuk mengiringi koreografinya. Dengan proses kreatifnya tersebut, menjadikan koreografinya berbeda dari koreografer Indonesia lainnya yang segenerasi dengannya.


I Think,,,Tonk (2014)

Beberapa karyanya antara lain ‘Payau’ (2004), ‘Kupuku Caca’ (2006), ‘Sitilatte’ (2009), ‘Alone’ (2009), ‘Almost can’t Breath’ (2011), ‘My Moonlight’ (2011), dan karya kolaborasi Pascasarjana IKJ dengan OCU Osaka Jepang berjudul ‘Ruwatan’. Selain itu karyanya yang lain yakni ‘Payau #2 Waterproof’ di tampilkan dalam rangka Indonesia Dance Festival 2012. Karyanya ‘Salma-A Little Escape’ di bawakan dalam program residensi artis di Bangalore, India, di Attakkalari Biennial Festival 2013. Karya lain yang pernah ia ciptakannya adalah ‘Update Status’ (2013).

Dalam menangani suatu project, Perempuan yang pernah terlibat dalam pameran Bertema ‘Contemporary Art Exhibition : Challenging The Boundaries’ (2014), di Kuningan City Mall, Jakarta, bersama sejumlah seniman lintas seni ini, dikenal giat dan berusaha sungguh sungguh dalam menggarapnya. Tidak tanggung tanggung, ia turun langsung ke lapangan. Seperti yang dilakukannya pada akhir tahun 2012, dimana ketika itu ia memutuskan untuk terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dan begabung dengan komunitas JAM (Jakarta Art Movement) dalam programnya yang berjudul ‘Kampong Art Attack’ yang digagas oleh Bambang Widjarnako seorang kurator Seni Rupa. Dalam kurun waktu hampir setahun, ia melakukan kerja sosial dengan cara aktif mengajar seni gerak di salah satu kampung di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat.

Meski ia akhirnya tidak lagi mengajar di tempat tersebut, namun cerita tentang mereka tidak pernah terhapus dan terus ada dalam kehidupannya. Hal itulah yang mendorong peraih dana bantuan Hibah Cipta Perempuan Kelola 2014 untuk membuat karya ‘I Think,,,Tonk’ yang di gelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada bulan September 2014.
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Yola Yulfianti

Lahir :
Jakarta, 21 Juni 1981

Pendidikan :
Jurusan seni tari pada Institut Kesenian Jakarta (lulus 2004),
Program pascasarjana Seni Urban dan Industri Budaya pada Institut Kesenian Jakarta (2009)

Pencapaian :
Penghargaan ‘Pearl’ dalam ajang Dance Film Internasional di Berlin, Jerman, lewat karya Dance Film berjudul  ‘Suku Yola’
Meraih Hibah Cipta Perempuan Kelola 2014

Karya :
Payau (2004),
Kupuku Caca (2006),
Sitilatte (2009),
Alone (2009),
Almost can’t Breath (2011),
My Moonlight (2011),
Payau #2 Waterproof
Ruwatan (karya kolaborasi Pascasarjana IKJ dengan OCU Osaka Jepang)
Salma-A Little Escape (2013), Update Status (2013),
I Think,,,Tonk (2014)

You may also like...