Yurike Prastika

Nama :
Sim Juriane

Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
25 Juni 1968

Aktifitas Lain :
Pengajar senam

Pencapaian :
Piala Vidia FSI 1997 untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik untuk Komedi

Filmografi :
Lowo Ijo (1987),
Saya Suka Kamu Punya (1987),
Si Gobang (1988),
Lima Setan Iblis dan Clurit Perak (1988),
Ranjang Tak Bertuan (1988),
Kecubung Sakti (1988),
Rajawali dari Selatan (1988),
Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988),
Durjana Lumut Hitam (1988),
Jodoh Boleh Diatur (1988),
Tiga Setan Darah dan Cambuk Api Angin (1988),
Mandala Penakluk Satria Tartar (1988),
Siluman Clurit Perak (1988),
Lukisan Berlumur Darah (1988),
Akibat Terlalu Genit (1988),
Godain Kita Dong (1989),
Api Cemburu (1989),
Pembalasan Si Mata Elang (1989),
Misteri dari Gunung Merapi (1989),
Tarzan Raja Rimba (1989),
Tamu Tengah Malam (1989),
Menumpas Petualang Cinta (1989),
Jago-Jago Bayaran (1989),
Buronan (1989),
Misteri dari Gunung Merapi 2 (1990),
Melacak Tapak Harimau (1990),
Gadis Pendekar (1990),
Suamiku Sayang (1990),
Jaka Sembung dan Dewi Samudra (1990),
Si Jalu (1990),
Si Gondrong Lawan Bek Mardjuk (1990),
Cinta dan Noda (1991),
Plin-Plan (1992),
Si Rawing II (1993),
Nafsu Dalam Cinta (1994),
Kepuasan (1994),
Surgaku Nerakaku (1994),
Kamulah Satu-Satunya (2007),
Cinlok (2008),
Darah Janda Kolong Wewe (2009),
Susuk Pocong (2009),
The Maling Kuburans (2009),
Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010),
Jinx (2010),
Xing Xing Wo Ai Ni (2010),
I Love You Masbro (2012),
Kakek Cangkul (2012),
Nenek Gayung (2012),
Eyang Kubur (2013)

Sinetron :
Mahkota Mayangkara,
Ada-Ada Saja,
Misteri Merah Delima Mariam, Si Manis Jembatan Ancol,
Joni Gila,
Fatimah,
Hantu Sok Usil,
Mody Juragan Kost,
Kejar Daku Kau Kutangkap,
Putri Mimpi,
Ciuman Pertama,
Gadis Gadis Asrama,
30 Meter,
Hidayah,
Iman,
Hikayah,
Ratapan Anak Tiri,
LOVE,
Preman Insyaf,
Si Eneng,
Si Kriwil,
Katakan Kau Mencintaiku,
Cinderella,
Sekar,
Doa dan Karunia,
Cinta Puteri,
Ranum,
Fathiyah,
Ketiban Jodoh,
Ji Ung Pendekar Cabe Rawit,
Hanya Tuhan-lah Yang Tahu,
Bidadari-Bidadari Surga

Aktris Film
Yurike Prastika

Bernama asli Sim Juriane. Lahir di Bandung, Jawa Barat, 25 Juni 1968, keturunan Tionghoa serta Filipina. Mulai bermain di film sejak ‘Lowo Ijo’ (1987), kemudian tampil kembali dalam ‘Si Gobang’ (1988), ‘Wiro Sableng’ (1988), ‘Rajawali Dari Selatan’ (1988), ‘Lima Setan Iblis dan Clurit Perak’ (1988), ‘Ranjang Tak Bertuan’ (1988), ‘Kecubung Sakti’ (1988).

Meski telah bermain dalam beberapa film, namun namanya baru dikenal setelah tampil beradegan panas lewat film ‘Pembalasan Ratu Pantai Selatan’ (1988), Besutan sutradara Tjut Djalil. Film ini tercatat sebagai sedikit dari film Indonesia yang diproduksi dengan kolaborasi dengan sineas-sineas dan aktor-aktris internasional, yang kemudian juga didistribusikan secara internasional oleh Soraya Intercine Films.

Tercatat film ini pernah dirilis secara internasional antara lain di Amerika Serikat pada 10 Juni 1989 di bioskop-bioskop di kota New York. Irlandia pada 30 Oktober 2005 di Dublin Horrorthon Film Festival, dan di Republik Ceko pada 13 Februari 2010 di Festival Otrleho Divaka. Saat di rilis secara internasional di berbagai negara lain film ini tampil dengan berbagai judul, antara lain: Lady Terminator, Nasty Hunter (Perancis), La maledizione di Erika (Italia), Shooting Star (Amerika Serikat), Snake Terminator: The Snake Wench Dies Twice (Jepang), Suneiku taamiineita: Hebi on’na wa ni-dou shinu (Jepang), Terminator Woman (Thailand) dan The Revenge of the South Seas Queen.

Film ini dianggap sangat menghebohkan saat dirilis karena menonjolkan unsur eksploitasi kekerasan dan seks. Setelah banyak protes masyarakat, film ini ditarik dari peredaran oleh Badan Sensor Film (BSF). Setelah disensor ulang pada tahun 1994, panjang filmnya menjadi 80 menit. Sejak kemunculan dirinya dalam film itulah, ia kemudian dijuluki bom seks Indonesia. Selain membintangi film yg mengandung unsur kekerasan dan seks, ia juga beberapa kali membintangi film bergenre komedi seperti tampil dalam film ‘Saya Suka Kamu Punya’ (1987), ‘Jodoh Boleh Diatur’ (1988), ‘Akibat Terlalu Genit’ (1988), ‘Di Sana Mau Di Sini Mau’ (1989), ‘Godain Kita Dong’ (1989), dll.

Ketika dunia perfilman mengalami kelesuan, ia beralih ke dunia sinetron, diantaranya tampil dalam sinetron ‘Mahkota Mayangkara’, ‘Ada-Ada Saja’, ‘Misteri Merah Delima’, ‘Mariam Si Manis Jembatan Ancol’, ‘Joni Gila’, ‘Hantu Sok Usil’, ‘Mody Juragan Kost’, ‘Kejar Daku Kau Kutangkap’, ‘Putri Mimpi’, ‘Ciuman Pertama’, ‘Gadis-Gadis Asrama’, ‘30 Meter’, ‘Hidayah’, ‘Iman’, ‘Hikayah’, ‘Ratapan Anak Tiri’, ‘LOVE’, ‘Preman Insyaf’, ‘Si Eneng’, ‘Si Kriwil’, ‘Katakan Kau Mencintaiku’, ‘Cinderella’, ‘Sekar’, ‘Doa dan Karunia’, ‘Cinta Puteri’, ‘Ranum’, dll. Termasuk tampil dalam cerita komedi ‘Fatimah’ (1996-1997), yang mengantarkannya meraih Piala Vidia FSI 1997 untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik untuk Komedi.

Sebagai umat Kristiani, ia juga tidak pernah merasa canggung jika terlibat akting untuk peran yang berbeda dengan keyakinannya. Bahkan ia pernah memainkan peran yang mengharuskannya memakai jilbab. Ia melihat itu sebagai suatu pekerjaan. Ia mengaku tidak menemui kesulitan saat bermain di sinetron religi, sepanjang tidak ada adegan yang mengharuskannya sholat atau beribadah layaknya penganut Islam.

Sampai kini ia masih kerap tampil di layar lebar maupun di layar kaca. Ia bersyukur karena rezekinya di film selalu ada. Aktris cantik ini jarang berhenti bekerja di depan layar. Lantaran masih aktif di dunia akting hingga hari ini, ia selalu menjaga penampilannya dengan berolahraga. Bahkan sejak tahun 2000 hingga sekarang ia kerap mengajar senam di berbagai sanggar.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply