A.M Munardi

Nama :
A.M Munardi
 
Lahir :
Yogyakarta,
 15 Nopember 1939
 
Wafat :
23 Maret 2000
 
Pendidikan :
Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta (1967)
Karier :
Pengajar Sekolah Menengah Karawitan Indonesia/SMKI Surabaya, Jawa Timur,
Anggota Dewan Kesenian Surabaya
 (1971-1977 & 1979-1980,
 
Pencapaian:
Penghargaan Hiburan I Sayembara Penulisan Naskah Tari Direktorat Kesenian
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1978),
Penghargaan II Sayembara Penulisan Naskah Tari Direktorat Kesenian
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979),
Penghargaan Gubernur Jawa Timur (2001)
 
Karya :
Calonarang (1970),
Bernadetta (1971),
Damai Di Atas Bumi (1972),
Sayempraba (1973),
 Suara-Suara Sepi (1973)
Smaradhana (1974),
Berbagai garapan tari Topeng Malang (1974-1980),
Beskalan Putri (1976),
Srandhul Suminten Edan (1977),
Kethek Ogleng Jaranan (1978),
Kentrung Ande-Ande Lumut (1978),
Murwakala (1978),
Mandrawanara Sayempraba (1979),
Alfa Omega (1979),
Maju Gandrung (1980),
Wijaya Narapati (1980)
 
Karya Tulis :
Topeng Malang (1980),
 Seblang dan Gandrung Banyuwangi (1980)

Pengamat Tari
A.M. Munardi
 
 
 
Lahir di Yogyakarta pada 15 Nopember 1939. Belajar di Akademi Seni Tari Indonesia/ASTI Yogyakarta dan meraih gelar Sarjana Muda tahun 1967. Sejak tahun 1969, menetap di Surabaya, Jawa Timur dan aktif di Chandrawilatikta Pandaan sampai tahun 1972. Pernah mendapatkan penghargaan Hiburan I (1978) dan penghargaan II (1979) dalam Sayembara Penulisan Naskah Tari Direktorat Kesenian, Departemen P dan K. Tahun 1980, bersama Sal Murgiyanto, ia menulis buku ‘Topeng Malang’serta ‘Seblang dan Gandrung Banyuwangi’ untuk proyek Media Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Anggota Dewan Kesenian Surabaya periode 1971-1977 dan periode 1979-1980 ini, pernah menjadi Anggota Tim Proyek Penelitian Kebudayaan Daerah, Propinsi Jawa Timur. Sejak 1979 sampai akhir hayatnya, ia mengasuh Siaran Apresiasi Sastra Daerah bersama Basuki Rahmat, Bawong Sn dan Djumiran.
 
Sebelum menjadi pengamat tari, pada mulanya, ia memulai kariernya dari dunia tari panggung, kemudian beberapa kali ia membuat koreografi, beberapa karya tarinya adalah : ’Calonarang’ (1970), ‘Bernadetta’ (1971), ‘Damai Di Atas Bumi’ (1972), ‘Sayempraba’ dan ‘Suara-Suara Sepi’ (1973), ‘Smaradhana’ dan berbagai garapan tari Topeng Malang (1974-1980), ‘Beskalan Putri’ (1976), ‘Srandhul Suminten Edan’ (1977), ‘Kethek Ogleng Jaranan’, ‘Kentrung Ande-Ande Lumut’ dan ‘Murwakala’ (1978), ‘Mandrawanara Sayempraba’, ‘Alfa Omega’ (1979), ‘Maju Gandrung’ dan ‘Wijaya Narapati’ (1980).
 
Peraih penghargaan Gubernur Jawa Timur ini wafat pada 23 Maret 2000.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
   

You may also like...

Leave a Reply