A. Nawir Hamzah

Seniman Teater
A. Nawir Hamzah
 
 
 
Lahir di Samarinda, Kalimantan Selatan, 7 Februari 1959. Ketertarikannya pada pada seni peran sudah terlihat sejak belia. Pada saat duduk di bangku SD Mangkura, Makassar, Sulawesi Selatan, ia pernah meraih juara deklamasi. Ketika ia duduk dibangku SMA di Malang Jawa Timur, ia mendirikan Teater Cor Jesu Malang.  Keinginannya untuk memperdalam seni peran semakin kuat. Hal ini di buktikannya dengan melanjutkan pendidikan ke Akademi Teater Institut Kesenian Jakarta (1979), selepas lulus SMA. Tahun 2005, sempat mengikuti Program Khusus Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta.
 
Rasa ingin tahunya terhadap dunia seni peran tak hanya semata dipelajarinya didalam kampus saja. Di luar kampus, ia juga mendalaminya dengan bergabung dengan beberapa teater diantaranya Teater Lembaga pimpinan Wahyu Sihombing, Teater Mandiri-nya Putu Wijaya (1979-1982), serta Padepokan Seni Drama dan Film (Teater Populer) pimpinan Teguh Karya  (1990-1994), baik itu sebagai aktor maupun penata artistik.
 
Tahun 1983, ia membentuk Teater Sendiri Jakarta bersama Lourence Palupesy (pemusik) dan Yoni Pribadi (Penari dan Perupa). Lewat Teater Sendiri Jakarta, puluhan naskah dunia Barat dan Indonesia telah ia mainkan. Sebut saja naskah komedi satir Inspektur Jendral karya Nikolai Gogol dan naskah absurd Menunggu Godot karya Samel Becket, Rashomon karya Ryunosuke Akutagawa. Sedangkan naskah dalam negeri adalah Dag Dig Dug karya Putu Wijaya dan Ni Layonsari karya Jeff Last. Lewat pementasan-pementasannya tersebut ketangguhan Nawir sebagai aktor telah teruji. Selain terlibat sebagai pemain, ia juga kerap menyutradarai langsung dalam pertunjukan yang dimainkan oleh Teater Sendiri Jakarta. 
 

 
Atas peran aktifnya dalam dunia seni peran, beberapa penghargaan pernah ia raih diantaranya cena terbaik Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta (1988). Tahun 1990 ia berhasil meraih penghargaan sutradara terbaik Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta dengan menggarap naskah Dag Dig Dugkarya Putu Wijaya.
 
 


KEN DEDES Sang Narshwari (2014)

Beragam profesi di bidang seni pernah ia geluti diantaranya,pernah bekerja di dunia pertelevisian, yakni bekerja di Stasiun TV INDOSIAR  (1993-1996), ANTV (1996-1997) dan SCTV (1997-2009) baik sebagai sutradara, penulis cenario serta menyusun program drama dan non drama. Lewat peran aktifnya di dunia pertelevisian ia pernah mendapat penghargaan sebagai The Best Children Program pada Asia Television Award di Hongkong (1997).
 
Di kenal juga sebagai pelukis yang aktif berpameran diantaranya dalam pameran bersama ‘Jangan Menangis Ibu Pertiwi’ (1999), ‘Spirit of Milenium’ (2000), ‘Colour of Indonesia’ (2000), ‘Reuni Cor Yesu. (2003), dan ‘HUT SCTV, (2007), serta Pameran Tunggal dalam ‘25 Tahun Teater Sendiri Jakarta’ (2009). Melalui seni lukis ia juga pernah meraih penghargaan sebagai Pelukis Poster Terbaik (1990).
 
Meskipun ia mulai merambah dunia film diantaranya bekerjasama dengan aktor film Marcellino menciptakan sebuah film layar lebar.  Namun, kecintaannya pada teater lebih besar di dalam jiwanya.  Tercatat melalui Teater Sendiri Jakarta, ia sudah menelurkan sekitar 200 pekerja teater, diantaranya Tio Pakusadewo dan Tora Sudiro. Ia juga menuangkan pengalamannya dalam buku yang ditulisnya, yang diberi judul ‘Sutradara Drama Panggung dan Televisi’. Menikah dengan Ningrum, di karuniai seorang anak yang bernama Ananda Risky Syuhada.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
A. Nawir Hamzah
 
Lahir :
Samarinda,
 Kalimantan Selatan,
7 Februari 1959
 
Pendidikan :
SD Mangkura, Makassar,
SMA di Malang,
Akademi Teater Institut Kesenian Jakarta (1979),
Program Khusus Fakultas Film dan Televisi IKJ (2005)
 
Penghargaan :
Juara Deklamasi,
Aktor terbaik Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta (1988),
Sutradara terbaik Festival Teater Dewan Kesenian Jakarta (1990),
Pelukis Poster Terbaik (1990),
The Best Children Programme pada Asia Television Award di Hongkong (1997)
 
Karya Tulis :
Sutradara Drama Panggung dan Televisi
 
 
 
 
 
 
 
 
 

You may also like...