A. Riyanto

Nama :
Aloysius Riyanto
 
Lahir :
Turisari, Solo, Jawa Tengah
 23 November 1943
 
Wafat :
1994
 
Pendidikan :
SD Van Lith di Jakarta (1951),
SD Pangudi Luhur  Yogyakarta (1955),
SMP Pangudi Luhur  Yogyakarta (1958),
SMA Kolese de Brito  Yogyakarta (1961),
Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung  (1961-1963),
 
Karier :
Pimpinan Home Band 4 Nada di PT. Remaco Jakarta
(1969-1972),
Supervisor Favourites Group PT. Tangan Mas
 (Golden Hand) di Jakarta
( 1973-1975),
Music Supervisor  PT. Musica Studio Jakarta (1976-1978),
Presiden Komisaris PT. Nada Sound Jakarta (1975),
Pimpinan umum Artis-artis Rekaman Indonesia
 
Karya :
Teringat Selalu (1966),
Pulau Seribu (1966),
Bunga Mawar (1966),
Si Kura – kura (1966),
Si Kancil (1966),
Rek Ayo Rek,
Hanya Untukmu,
Dilanda Cinta,
Biar Kusendiri,
Penghibur hati,
Kemuning,
Setangkai Anggrek Bulan,
Duri Dalam Dada,
Udang Dibalik Batu ,
Lakasah Bicara,
Bunga Mawar,
Bujangan,
Mimpi Sedih,
Permata Hati,
Desember kelabu,
Layu Sebelum Berkembang,
Teringat Selalu,
Kursi Pengantin,
Melati Penuh Dosa,
Cinta Membawa Derita,
Nasib Pengembara,
Seutai Bunga Tanda Cinta,
Anggrek Bulan,
Mama,
Pergi Ke Bulan,
Hati yang Terluka,
Hitam Rambutnya,
Pulau Seribu,
Senandung Rindu,
Apa yang Ku Cari,
Selembut Kain Sutera
 
Penghargaan :
Kayakeum Award di Festival Lagu Pop di Seoul, Korea Selatan (1978),
Anugerah Bhakti Musik Indonesia dari PAPPRI (2012)


Musisi
A. Riyanto
 
 
Bukan sekali dua kali ia mengikuti pertunjukan di luar negeri. Namun pengalaman di Suriname hampir-hampir membuatnya kapok. Di jajahan Belanda yang banyak orang Jawanya itu, A. Riyanto dan teman-teman diminta menyanyikan lagu-lagu Bagong. Tak ada pilihan lain. Agar tidak mengecewakan penonton yang masih berasal dari satu kampung halaman, terpaksalah mereka melawak di atas panggung. “Tidak akan saya ulangi”, katanya agak mendongkol setelah tiba di tanah air.
 
Lahir di Turisari, Solo, Jawa Tengah, 23 November 1943, Aloysius Riyanto anak ke-4 dari 9 bersaudara. Ayahnya, R. Daljono atau yang lebih dikenal sebagai Pak Dal adalah guru SGA dan dosen teori musik pada Akademi Musik di Yogyakarta. Pernah memimpin Orkes RRI di Solo, Daljono (alm) juga menciptakan beberapa lagu, antara lain Bintang Kecil, Mars PON dan Hymne Kowilhan II. Tapi Kelik (nama kecil A. Riyanto) tak pernah sekolah musik. Setelah menamatkan SMA ia belajar pada Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Parahyangan, Bandung, meski hanya sampai tingkat II.
 
Lagu-lagunya menjadi terkenal setelah dinyanyikan oleh Tety Kadi, saudara sepupunya. Kini sudah tak bisa teringat dengan pasti berapa banyak lagu yang mengalir dari tangannya kecuali yang pernah sangat populer seperti Angin Malam (1969), Mimpi Sedih (1971) atau Hanya Untukmu (1978). Bersama lagunya, beberapa penyanyi turut melambung mencapai puncak keharuman nama.
 
Setelah merekam lagu-lagu dengan penyanyi Tety Kadi di Remaco, tahun 1967, A. Riyanto mendirikan band 4 Nada. Empat tahun kemudian band ini bubar, kemudian ia mendirikan Favourites Group. Komposisi grup ini terdiri dari Mus Mulyadi, Tommy, Harry Tos, Is Hariyanto, yang tak cuma mencipta lagu dan menjadi supervisor, melainkan juga ikut tarik suara.
 
Ayah dari penyanyi Lisa A. Riyanto ini, pada Festival Lagu Pop di Seoul, Korea Selatan tahun 1978, lagu ciptaannya Hanya Untukmu yang dinyanyikan Rafika Duri keluar sebagai pemenang. Riyanto sendiri menerima Kayakeum Award, sesuatu yang dinilainya sebagai penghargaan khusus saja, karena lagu itu kebetulan lagi populer di Indonesia.
 
Pencipta lagu yang karyanya pernah dinyanyikan oleh penyanyi asal Taiwan, Teresa Teng ini, wafat pada tahun 1994 pada usia 50 tahun karena mengidap komplikasi diabetes dan liver. Meninggalkan Theresia Suwarti asal Solo yang dinikahi pada 11 Mei 1969, 4 orang anak, 2 lelaki, 2 perempuan.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply