Adelaide Simbolon

Nama :
Adelaide Giok Bie Christofora Simbolon
 
Lahir :
Jakarta 19 April 1961
 
Pendidikan :
Sekolah Indonesia Moskow (SIM),
SMAN 2 Jakarta (1976),
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
 (1979, tidak selesai),
Fakultas Sastra jurusan sastra Jerman Universitas Indonesia, (tidak selesai),
Wisconsin Conservatory of Music, Amerika Serikat,
Wisconsin University,
Amerika Serikat,
Hochschule fur Musik und darstellende Kunst, Wina, Austria (1992)
 
Pendikan Musik :
Yayasan Pendidikan Musik (YPM), Jakarta,
Adamant Music School, Vermont, Amerika Serikat
 (1985-1986)
 
Karier :
Pengajar di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM) Jakarta,
Pengajar di Jakarta Conservatory of Music
 
Penghargaan :
Mendapat beasiswa selama 3 bulan dari kedutaan Austria untuk belajar di Hans Kahn Hochschule fur Musik und Darstellende di Wina, Austria (1992)

Pianis
Adelaide Simbolon
 
 
 
 
Bernama lengkap Adelaide Giok Bie Christofora Simbolon. Lahir di Jakarta 19 April 1961. Anak kedua dari 6 bersaudara, puteri dari pasangan T.A.H. Simbolon dan Saulina boru Sihombing. Kepekaan Ade, panggilan akrabnya, terhadap musik telah tertanam sejak masa kanak-kanak. Bermula dari sebuah piano tua yang baru dibeli oleh orangtuanya yang menarik perhatiannya ketika berusia 5 tahun. Piano itu hampir setiap hari ia mainkan, Namun bagi Pak Simbolon, ayahnya, yang kala itu menjabat kepala sekolah SMAN 2 Jakarta yang juga dikenal pandai memainkan organ dan biola tersebut, kegemaran putrinya itu menandakan mengalirnya bakat musik yang kuat dalam diri putrinya.
 
Ayahnya lalu meminta Flora Khow, seorang guru piano untuk membimbing Ade. Hasilnya, setelah beberapa bulan berjalan, ia mulai bisa memainkan piano secara benar dan berirama. Selain itu, ayahnya juga kerap meminta Ade untuk duduk disampingnya manakala ia memainkan organ untuk lagu-lagu gereja setiap hari Minggu.
 
Tahun 1972, pemerintah Indonesia menugaskan ayahnya ke Uni Sovyet untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah Indonesia Moskow (SIM). Selama tinggal di Moskow, ia melanjutkan les pianonya dengan guru berkebangsaan Rusia, Edmon Euhin. Tak hanya piano yang dia pelajari dari gurunya, ia juga memainkan alat musik akordion. Di tempat tersebut, ia banyak mendapat kesempatan menonton konser musik klasik, balet dan opera, di gedung pertunjukan Kremlin atau di Bolshoi Teater. Ia juga berteman dengan musisi Chandra Darusman dan Dian HP yang kala itu juga tinggal disana
 
Setelah ayahnya selesai menjalankan tugas di Rusia pada tahun 1976, ia kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 2. Sementara pendidikan musiknya ia lanjutkan di Yayasan Pendidikan Musik (YPM) yang berlokasi di Manggarai Utara, Jakarta Selatan. Di tempat tersebut, pengagum pianis wanita Martha Argerich (Jerman) dan Alicia de la Rocha (Spanyol) itu, ia mendapat bimbingan piano dari Laura Himawan, Oerip S. Santoso dan Iravati M. Sudiarso. ia juga sempat belajar cello dengan Zulkifli Arifin.
 
Tahun 1979, sempat berkuliah di Universitas Indonesia, Fakultas Psikologi. Namun setahun kemudian ia pindah ke Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Jerman. Tak lama kemudian ia menamatkan pendidikan piano tingkat terakhir di YPM. Setelah sempat mengalami dilema antara lebih memilih melanjutkan pendidikan musik secara profesional, yang baginya berarti belajar di luar negeri, atau menuntaskan studinya di Fakultas Sastra terlebih dulu itu, ia akhirnya memantapkan diri untuk belajar musik ke luar negeri, di Wisconsin Conservatory of Music, di Amerika Serikat, yang memberinya beasiswa penuh. Selama di Wisconsin Conservatory of Music, ia belajar piano dibawah bimbingan Carolyn Mc Craken-Forough. Tetapi setahun kemudian, ia dipindahkan ke Wisconsin University dan belajar dibawah bimbingan Jeffrey Peterson. Selama pendidikan di Universitas ini, ia banyak terlibat dalam Musik Kamar dan belajar dari Fine Art Quartet.
 
Kemudian selama musim panas 1985 dan 1986, ia menerima beasiswa untuk belajar dalam ‘Summer Camp’ di Adamant Music School, Vermont, Amerika Serikat. Disini ia dibimbing oleh Prof. William Chaison. Tahun 1987, ia meraih Bachelor of Fine Arts in Music Performance. Kemudian pada tahun 1992, ia memperoleh beasiswa selama 3 bulan dari Kedutaan Austria di Jakarta untuk berguru pada Hans Kahn di Hochschule fur Musik und Darstellende Kunst di Wina, Austria. Setelah kembali ke Jakarta, ia mengajar di almamaternya Sekolah Musik YPM sampai dengan tahun 2001. Selain itu, sejak tahun 2003 Ade menjadi pengajar senior di Jakarta Concervatory of Music (Konservatori Musik Jakarta). Melalui sekolah musik ini pula Ade sering tampil dalam berbagai formasi Musik Kamar.
 
Selain sebagai pengajar, ia  juga tetap aktif bermusik. Pada bulan Februari 2003, bersama dengan soprano Binu D. Sukaman, ia tampil menjadi duta seni Indonesia dalam rangka menyemarakkan Pekan Kebudayaan Indonesia di Portugal. Pianis yang menikah dengan Piet Agustinus Parulian Simanjuntak ini juga pernah tampil di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2006) Serta tampil selama dua hari pementasan di bulan Oktober 2007, dalam rangka perayaan 120 tahun Museum Nasional Singapura.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply