Adrianus Gumelar Demokrasno

Nama :
Adrianus Gumelar Demokrasno
 
Lahir :
Subang, Jawa Barat,
29 Desember 1943
 
Pendidikan :
ASRI, Yogyakarta/Akademi Seni Rupa Indonesia
 (1960-1964)
 
Aktifitas Lain :
Bekerja di Gedung kebudayaan Uni Sovyet,
Bekerja di Panitia Negara Seksi Dekorasi Sekretariat Negara (1964-1966)
Anggota Sangggar Bumi Tarung
 
Karya Tulis :
Dari Kalong Sampai ke Pulau Buru,
Dari Penjara ke Penjara
 
Penghargaan :
Hadiah Pertama Poster
 


Pelukis
A. Gumelar Demokrasno
 
 
 
Lahir di Subang, Jawa Barat, 29 Desember 1943. Ayahnya bernama Abdul Djaffar dan Ibunya bernama Fatimah. Oleh orang tuanya ia di boyong ke kota Kawedan Kutowinangun, Jawa Tengah. Diusia tiga tahun, ibunya wafat. Kemudian ia diasuh neneknya. Sejak usia empat tahun ia sudah senang corat-coret. Dengan di fasilitasi oleh paman dan bibinya, kebiasaan menggambarnya berlanjut dengan menggunakan media kapur berwarna dan pastel. Saat di SMP, ia pernah mendapat hadiah pertama poster. Tahun 1960-1964, masuk ASRI, Yogyakarta (Akademi Seni Rupa Indonesia).
 
Seusai kuliah, ia merantau ke Jakarta. Di Jakarta ia banyak membikin ilustrasi untuk buku bacaan dan majalah. Selain itu ia juga sempat bekerja di panitia negara seksi dekorasi di bawah Sekretariat Negara (1964-1966). Pada zaman orde baru, Ia sempat di tangkap dan menjadi tahanan politik karena dituduh sebagai pengikut ideologi komunis yang terlibat dalam G 30 S/ PKI tahun 1965. Bersama sejumlah tahanan politik lain, ia diasingkan di Pulau Buru.
 


Tari Bondan, 0,50 cm x 0,50 cm,
Tinta Diatas Kanvas (2012)

Setelah bebas, pelukis yang pernah bekerja di Gedung Kebudayaan Sovyet ini, kembali berkecimpung di dalam kegiatan seni rupa baik di bidang poster, lukis, relief, pertamanan dan animasi film. Ia juga bergabung dengan Sanggar Bumi Tarung, sebuah sanggar senirupa berhaluan kerakyatan di bawah pimpinan perupa Amrus Natalsya yang juga beranggotakan antara lain Misbach Tamrin, Djoko Pekik, Gultom, dan Isa Hasanda.
 
Pelukis yang pernah mengadakan pameran bersama di Korea Selatan (1999) dan pameran seni rupa angkatan 60 di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2005) ini, tercatat beberapa kali ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran yang di adakan bersama sanggar Bumi Tarung diantaranya berpartisipasi dalam Pameran Akbar Bumi Tarung di Galeri Nasional, Jakarta (2008), Bumi Tarung di Biennale V di Yogyakarta (2009), dan Pameran 50 tahun Bumi Tarung di Galeri Nasional Jakarta (2011).

 
Pada umumnya karyanya banyak menggambarkan kehidupan rakyat kecil, kehidupan sekitar masyarakat nelayan, petani dengan segala kegiatannya, dan juga kadang penggambaran gegap gempitanya pembangunan dikota besar yang paradoks dengan kehidupan masyarakat kecil di sekeliling, disamping tentunya karyanya yang melukiskan pengalaman dirinya ketika menjalani kehidupan di pulau buru.
 
Selain dikenal sebagai pelukis, ia juga aktif sebagai penulis. Ia telah menerbitkan beberapa buku, Dari Kalong Sampai ke Pulau Buru dan Dari Penjara ke Penjara yang mengisahkan bagaimana para tahanan politik yang dianggap berideologi komunis diperlakukan atas tuduhan terlibat G 30 S/ PKI tahun 1965.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply