Amoroso Katamsi

Seniman Teater
Amoroso Katamsi
 
 
 
Lahir di Jakarta, 21 Oktober 1938,, pindah ke Magelang, Jawa Tengah, saat usianya empat tahun. Ayahnya gemar bermain biola, biasa jadi inilah yang membentuk dasar berkesenian di kemudian hari. Masa kecil hingga remaja, dihabiskan dengan menari, bersandiwara dan menyanyi. Krisbiantoro (alm) sahabatnya, mengajaknya bermain band, dan ia menjadi vokalisnya. Ketika Pranajaya memberikan workshop ia semakin bersemangat, dalam sebuah lomba remaja lagu seriosa di Magelang, Jawa Tengah, ia menjadi juara harapan.
 
Saat I masih duduk di bangku SMP, neneknya meninngal akibat operasi yang dilakukan gagal. Ia terpukul, lalu ia bertekad menjadi dokter. Lulus SMA ia ke Yogyakarta, melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Di Yogyakarta, ia sering ikut sandiawara radio RRI Yogyakarta. Sembari kuliah, ia tak meninggalkan kegemarannya berdeklamasi. Dalam sebuah lomba deklamasi dimana Rendra (alm) menjadi jurinya, Rendra (alm) tertarik dengan penampilannya dan mengajaknya bermain drama bersama kelompok Studi Drama Jogja, dan di grup inilah ia bertemu dengan Arifin C. Noer (alm).       
 
Bertemu dengan Pranawengrum (alm), penyanyi seriosa yang kelak menjadi istrinya, dalam sebuah perjalanan kereta api dari Banyuwangi, Jawa Timur, menuju acara Pekan Kesenian Mahasiswa di Denpasar, Bali. Mereka menikah pada tahun kelima kuliahnya, ketika ia bergelar doktorandus, padahal masih diperlukan dua tahun lagi ia meraih gelar dokter. Pernikahan mereka dipercepat karena calon ibu mertuanya meninggal.
 

Tiga bulan setelah pernikahan, ia melayangkan permohonan beasiswa ke berbagai instansi. Angkatan Laut Republik Indonesia memberikan jawaban pertama, maka diterima dan diangkatlah ia menjadi perwira berpangkat Letnan, statusnya perwira tugas belajar hingga lulus sebagai dokter. Menjadi tentara sungguh tak dinyana, dulu ia hanya bercita-cita menjadi dokter dan bermain drama.
 
Sempat menjadi dokter di Cilacap, Jawa Tengah, setelah menetap di Jakarta, ia bertemu lagi dengan Arifin C. Noer (alm). Karena aktif di atas panggung teater bersama kelompok Teater Kecil pimpinan (alm) Arifin C. Noer dan tampil di layar lebar sejak bemain dalam film ‘Menanti Kelahiran’ (1976), ia dikenal secara luas sebagai seorang perwira militer yang aktif berteater.
 


Meniti 77 (2015)

Saat Arifin C. Noer (alm) membuat film ‘Penghianatan G-30S/PKI’, ia pun ikut terjun dan memerankan tokoh Soeharto. Dalam mempersiapkan diri, ia yang waktu itu berpangkat Letnan Kolonel, berkesempatan sehari bersama Soeharto di peternakan Tapos, Bogor, Jawa Barat. Observasi dilakukan sedetail mungkin agar bisa memerankan Soeharto sebaik-baiknya. Dua kali masuk nominasi FFI, sebagai aktor utama dalam ‘Serangan Fajar’ (1981) pada FFI 1982, dan sebagai aktor utama dalam ‘Penghianatan G-30S/PKI’ (1983) pada FFI 1984.
 
Diangkat menjadi direktur Perusahaan Film Negara pada tahun 1990 oleh Presiden Soeharto. Itu dilakoninya selama Delapan tahun dengan kerja keras dan tegas untuk menyehatkan perusahaan. Ayah dari Ratna, Dody dan Aning yang semuanya terjun ke dunia musik ini, pernah menjadi Sekretaris Dewan Juri Film Cerita pada FFI 1990 s/d 1992, serta Ketua Dewan Juri Sinetron Cerita pada FSI 1995. Ia juga ikut bermain dalam sinetrohn ‘Ageng’ (1997).
 
Pensiun dari Angkatan alut dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama, namun ia tidak pernah kehilangan kesibukan, di ranah pendidikan, ia dipercaya menjadi Pembantu Rektor Institut Kesenian Jakarta dan Universitas Islam As-Syafiyah. Di ranah kedokteran ia ditunjuk sebuah rumah sakit di Cilacap, Jawa Tengah, dan membuat grup teater yang latihannya Subuh karena malam hari buka praktek dokter. Sempat menjadi pengurus teras Gerakan Kwartir Nasional Pramuka. Ia merasa kehilangan kesibukan setalah tugasnya di ke-Pramuka-an berakhir. Waktunya diisi denga sesekali syuting sinetron dan seminggu sekali mengajar di Program Studi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan – Institut Kesenian Jakarta.  
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Amoroso Katamsi
 
Lahir :
Jakarta, 21 Oktober 1938
 
Pendidikan :
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta
(masuk tahun 1966),
 
Profesi :
Anggota TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir
Laksaman Pertama
 
Aktifitas Lain :
Direktur Perusahaan Film Nasional (1990 -1998),
Anggota Dewan Pertimbangan Organisasi PPFI (1998 – 2001),
Direktur Rumah Sakit (Cilacap-Jawa Tengah),
Pembantu Rektor Institut Kesenian Jakarta,
Pembantu Rektor Universitas Islam As-Syafiyah Jakarta,
Pengurus Teras Gerakan Kwartir Nasional Pramuka,
Pengajar di Program Studi Teater –  Fakultas Seni Pertunjukan Institut Kesenian Jakarta
 
Filmografi :
Menanti Kelahiran (1976),
Cinta Abadi (1976),
Terminal Cinta,
Duo Kribo,
Balada Anak Tercinta,
Yuyun,
BuahTerlarang (1979),
Gadis Penakluk (1980),
Serangan Fajar (1981),
Penghianatan G 30-S/PKI (1982),
Nyanyian Setan,
Calon Arang,
Bila Saatnya Tiba (1985),
Pergaulan (1994)
 
Sinetron :
Ageng (1997)

You may also like...