Andi Merriam Mattalatta

Nama :
Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta
 
Lahir :
Makasar, Sulawesi Selatan,
31 Agustus 1957
 
Wafat :
Belanda, 4 Juni 2010
 
Pendidikan :
Program Sarjana Muda Sastra Inggris Universitas Hasanuddin Makassar (sampai semester enam)
 
Prestasi :
Juara I lomba menyanyi pop se-Ujungpandang (1970)
Masuk dalam 10 finalis lomba nyanyi pop se-Indonesia (1973)
Beberapa kali juara ski air di Ujungpandang
 
Lagu :
Hasrat ciptaan Dadang S. Manaf duet dengan Bob Tutupoly,
Sejuta ciptaan Guruh Soekarno Putra,
Tiada Tanpa Kesan ciptaan Ryan Kyoto,
Hari-hari ciptaan Lea,
Angan Dalam Cinta ciptaan Ancha VMH,
Wanita ciptaan Junaedi Salat,
Hidup ciptaan Oddie Agam,
Malam Tiba ciptaan
Oddie Agam,
Apa Dayaku ciptaan
Sam Bimbo,
Buku-Buku ciptaan
Oddie Agam,
Kata Dan Perbuatan ciptaan Tommy & Marie,
Hello-hello Jumpa Lagi,
Ding Ding Dong,
Andaikan,
Bendera Cintaku,
Bimbang,
Bukan Ku Tak Percaya,
Cepatlah Kau Kembali,
Cintaku,
Hasrat Dan Cinta,
Janji,
Januari Yang Biru,
Kelabu,
Layu,
Lenggang Jakarta,
Mudahnya Bilang Cinta
 
Album Kompilasi :
Best of the Best Andi Meriem Mattalatta (2000)


Penyanyi
Andi Meriem Mattalatta
 
 
 
 
‘Mutiara Dari Selatan’ itulah julukan bagi Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta. Lahir di Makasar, Sulawesi Selatan, 31 Agustus 1957. Anak kelima dari enam bersaudara pasangan Mayjend (purn) Andi Mattalatta dan Siti Aminah ini menyenangi dunia tarik suara sejak kecil. Belajar menyanyi pertama kali dari ayahnya, dengan mengajarkannya vibrasi napas, selanjutnya belajar menyanyi dengan John Buleng ketika ia mengikuti lomba Pop Singer di Ujung Panjang tahun 1970.
 
Semasa SMA, ia melanjutkan minatnya dalam bermusik dan bernyanyi dengan bergabung di sebuah yayasan musik. Aktivitasnya di yayasan musik tersebut kerap membawanya mengikuti berbagai kegiatan musik yang diadakan di RRI. Melalui kegiatan itu pula ia akhirnya menjadi dekat dengan pemusik Iskandar yang juga teman dekat keluarga Mattalatta. Dengannya ia banyak belajar menyanyi dan belajar notasi. Selain itu Ia juga belajar bernyanyi dengan Arifin yang bekerja di KRI Ujungpandang. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan ke program sarjana muda Sastra Inggris Universitas Hasanuddin Makassar, sampai semester enam.
 
Pertama kali masuk dapur rekaman pada tahun 1968 melalui Studio Remaco, Jakarta, berkat dukungan pemusik Iskandar dan A Riyanto. Lagu yang di bawakannya berjudul ‘Mutiara Dari Selatan’ yang di ciptakan oleh Iskandar. Selanjutnya, tahun 1986, kembali ia membuat album ’Lenggang Jakarta’ lewat perusahaan rekaman Musica. Namun karena ada pertimbangan dan prinsip-prinsip musikal yang tidak cocok dengan Musica, akhirnya ia memilih menarik diri dan menggarap album tersebut dengan sejumlah musisi dalam dan luar negeri antara lain dengan pemusik Harry Sabar dan arranger Jonathan Merill dari Amerika Serikat. Rekaman juga di buat di California, Amerika Serikat, yang di dukung pula oleh pemain saksophone Dave Koz.
 
Penyanyi yang terkenal dengan suaranya yang melankolis ini juga melantunkan sejumlah lagu yang menjadi hit pada waktu itu, antara lain ’Angan Dalam Cinta, ciptaan Ancha VMH, ’Wanita’, ciptaan Junaedi Salat, ’Hidup’ ciptaan Oddie Agam, ’Kata Dan Perbuatan’ ciptaan Tommy & Marie, ’Hello-hello Jumpa Lagi’, ’Ding Ding Dong’, ’Andaikan’, ’Bendera Cintaku’ dll.
 
Tahun 2000, ia kembali meluncurkan album kompilasi yang berjudul ’Best of the Best Andi Meriem Mattalatta’ lewat perusahaan rekaman Musica. Dalam album kompilasi tersebut di tampilkan antara lain dua lagu lama dengan arasemen baru garapan pemusik Erwin Gutawa yakni pada lagu berjudul ’Kesepian’ dan ’Lembah Biru’ yang keduanya merupakan ciptaan A Riyanto.
 
Beberapa prestasi dalam dunia musik pernah ia raih antara lain menjadi juara I lomba menyanyi pop se-Ujungpandang pada tahun 1970. Tahun 1973, namanya masuk dalam 10 finalis lomba nyanyi pop se-Indonesia. Di luar dunia musik ia juga pernah mengukir prestasi antara lain meraih beberapa kali juara ski air di Ujungpandang.
 
Menikah dengan Ir. Bambang Irawan Tasning, dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai seorang anak Herly Meir Dhania. Namun pada tahun 2004, Ir. Bambang Irawan Tasning meninggal dunia karena menderita kanker paru-paru. Tahun 1995, ia menikah kembali dengan Hendra Pribadi.
 
Pada  4 Juni 2010, Andi Meriem Mattalatta wafat di RS Zoocetemeer, Belanda, akibat penyakit infeksi pembuluh darah ketika menemani liburan anak perempuan tunggalnya ke Belanda.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 

You may also like...