Andjar Any


Komponis
Andjar Any
 
 
 
Bernama asli Andjar Mudjiono. Lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 3 Maret 1936, adalah pencipta lagu langgam Jawa, sastrawan (terutama sastra Jawa modern), wartawan, dan kritikus seni. Pernah berkuliah di Fakultas Hukum UNTAG Ponorogo, mengikuti KLW se-Indonesia dan Kursus Tertulis Jurnalistik Anton Pers.
 
Sebagai pencipta lagu, meski tidak pernah mengenyam pendidikan musik, karya-karya sangat berkualitas dan di gemari banyak orang. Tahun 1950-an, pada saat langgam Jawa mulai disukai orang, lagu-lagu ciptaannya banyak di apresiasi masyarakat. Begitu juga pada masa kebangkitan campursari dan congdut (keroncong dangdut), lagu-lagunya kembali dikenal orang. Di antara sekitar 1000-an lagu karangannya, yang populer dan tetap disukai hingga sekarang adalah ‘Jangkrik Genggong’, ‘Yèn ing Tawang Ana Lintang’, ‘Jenang Gula’, ‘Nyidam Sari’, serta ‘Taman Jurug’. Melalui lagu ciptaannya, ia juga mampu melambungkan nama sejumlah penyanyi langgam Jawa tersohor seperti Waldjinah dan Mus Mulyadi (alm). Bahkan maestro keroncong Gesang (alm) juga pernah menyanyikan lagu ciptaan dirinya.
 
Pernah menjadi pimpinan Orkes Keroncong Hanjaringat (1997-1998), orkes yang mengisi di TVRI Semarang. Ia juga pernah mendirikan pula grup campursari Sangga Buana, serta pernah pula memimpin suatu organisasi pembina reog. 
 
Selain dikenal sebagai penulis lagu, ia juga banyak menulis cerpen dan cerbung serta geguritan (puisi bebas berbahasa Jawa) di beberapa majalah. Ia juga aktif sebagai wartawan, diantaranya menjadi wartawan lepas di beberapa mingguan di kota Solo, Jawa Tengah, Wakil Pimpinan Redaksi Mingguan Dharma Kandha kemudian Dharma Nyata, Pimpinan Perusahaan Tabloid Nyata, Pimpinan Redaksi (kemudian Pimpinan Perusahaan) Pos Kita, dan Pemimpin Umum Majalah Intro.
 
Ia juga menerbitkan beberapa buku features, buku pengetahuan, dan buku seni, diantaranya buku ‘Bung Karno Siapa yang Punya?’, ‘Siapa Penggali Pancasila?’, ‘Menyingkap Tabir Rahasia Sukarno’, ‘Menyingkap Tabir Ramalan Jayabaya’, ‘Sabda Palon Nayagenggong’, ‘Menyingkap Tabir Rahasia Ramalan Ronggowarsito’, dan lain-lain. Bahkan salah seorang budayawan Jawa Timur, DR. Suripan Sadi Hutomo (alm), menggunakan salah satu bukunya sebagai bahan acuan pembuatan disertasi doktoralnya. Cakupan minat seninya juga merambah ke aspek seni pertunjukan.
 
Atas kiprahnya yang luar biasa di bidang seni dan jurnalis, ia pernah meraih beberapa penghargaan antara lain penghargaan Lirik & Notasi Langgam Jawa, Bidang Jurnalistik, Komponis Terbaik, Pembina Musik Keroncong Terbaik, Lencana KB Presiden RI, Budaya Bhakti Upa Pradana, Juara Lomba Cipta POP Daerah, Pencipta Lagu Terbaik, Festival Kesenian Internasional se-Asia dan Pasifik, Apprication Award, Piagam Bhakti Budaya, Valencia World Expo 94, Pembina Kesusasteraan Jawa Modern, Tokoh Pejuang Pembangunan, Man and Woman of The Year 1999 Jawa-Bali, penghargaan Rancage, penghargaan Seni Pemda DIY Tahun 2002 dan namanya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan perolehan musik ciptaannya sebanyak 1.050 judul.
 
Menikah dengan Niek Piyatni dan pasangan ini dikaruniai lima anak, Andriyono Kilat Adhi, Nursakti Awan Adhi, Dewanto Bayu Adhi, Yuenda Maya Sari, dan Ayusmara Chandra Sari. Bermukim di Jalan Tekukur Nomor 7 RT 03 RW 04, Kampung Purworejo, Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
 
Pria yang pernah menjadi Ketua Panitia Dana Gesang, dan Wakil Koordinator Malam Bengawan Solo se-Indonesia ini, tutup usia di Surakarta, Jawa Tengah, 13 November 2008, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, akibat stroke yang sudah lama dideritanya. Dimakamkan di Pemakaman Blibis Luhur.
 
 (Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Andjar Mudjiono
 
Lahir :
Ponorogo, Jawa Timur,
 3 Maret 1936
 
Wafat :
Surakarta, Jawa Tengah,
13 November 2008
 
Pendidikan :
Fakultas Hukum UNTAG Ponorogo (hanya 1 tahun), Program KLW se-Indonesia Kursus Tertulis Jurnalistik Anton Pers
 
Aktivitas Lain :
Penulis,
Pimpinan Orkes Keroncong Hanjaringat (1997-1998),
Pendiri grup campursari Sangga Buana,
Pembina grup reog,
Wartawan lepas di beberapa mingguan di kota Solo,
 Wakil Pimpinan Redaksi Mingguan Dharma Kandha yang kemudian berganti nama menjadi Dharma Nyata,
Pimpinan Perusahaan Tabloid Nyata,
 Pimpinan Redaksi (kemudian Pimpinan Perusahaan) Pos Kita, Pemimpin Umum Majalah Intro
 
Pencapaian :
Penghargaan Lirik dan Notasi Langgam Jawa,
Penghargaan Bidang Jurnalistik,
Penghargaan Komponis Terbaik,
Pembina Musik Keroncong Terbaik,
Lencana KB Presiden RI, Budaya Bhakti Upa Pradana, Juara Lomba Cipta POP Daerah,
Pencipta Lagu Terbaik Festival Kesenian Internasional se-Asia dan Pasifik,
Apprication Award,
Piagam Bhakti Budaya Valencia World Expo 94, Pembina Kesusasteraan Jawa Modern,
Tokoh Pejuang Pembangunan,
Man and Woman of The Year 1999 Jawa-Bali,
Penghargaan Rancage, Penghargaan Seni Pemda DIY Tahun 2002,
Tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan perolehan musik ciptaannya sebanyak 1.050 judul
 
Karya Musik (antara lain) :
Jangkrik Genggong,
Yèn ing Tawang Ana Lintang, Jenang Gula,
Nyidam Sari,
Taman Jurug
 
Karya Tulis (antara lain) :
Bung Karno Siapa yang Punya?,
 Siapa Penggali Pancasila?, Menyingkap Tabir Rahasia Sukarno,
 Menyingkap Tabir Ramalan Jayabaya,
Sabda Palon, Nayagenggong, Menyingkap Tabir Rahasia Ramalan Ronggowarsito
 

You may also like...