Apito Lahire


Aktor Teater
Apito Lahire
 
 
Dilahirkan di Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Gemar menulis puisi, cerpen, naskah drama dan monolog. Profesi kesehariannya adalah mengamen, membaca puisi dan membina teater di beberapa SMU dikotanya. Tahun 2002, ia menjadi Sutradara Terbaik di Festival Drama Pelajar se-Jawa Tengah. Di tahun 2003, menjadi pemenang ke-4 Festival Monolog Tingkat Nasional di STSI Bandung dan di tahun 2005 mendapat Anugrah Pakarti Seni katagori Dramawan dari Dewan Kesenian Jawa Tengah.
 


Cai, Pesta Monolog 2006

Naskah Teaternya menjadi Juara Pertama Lomba Penulisan Lakon Drama Tingkat Umum se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang. Aktif di Teater Lare’s Dramatic yang didirikannya sejak tahun 2000. Beberapa monolog karyanya di antaranya Reformasi dan Pantat (2002), Belajar Menjilat (2002), Tamparlah Mukaku (2003), 12 Jam Monolog Manusia Biasa (2005), Seiman Iman (2005). Sebagian pentas monolognya merupakan karyanya sendiri.

 
Dalam karyanya yang berjudul Cai, yang dipentaskan di Taman Ismail Marzuki tahun 2006 lalu. Ia berhasil membawa pementasannya ke sebuah tataran tafsir yang tinggal diolah untuk berbagai penafsiran lainnya. Namun, lagi-lagi Apito memilih kreatif, dengan sekali lagi mengambil langkah ekstrem, dengan menelanjangkan diri. Maka, selama 30-an menit dari 40-an menit pementasan, sepenuhnya ia tampil telanjang, menggugat dengan berbagai gestur tubuh menyimpang, menghentak-hentak, dan selanjutnya, kencing di atas pentas.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Apito Lahire
 
Lahir
Jatinegara, Tegal,
Jawa Tengah
 
Penghargaan :
Sutradara Terbaik di Festival Drama Pelajar se-Jawa Tengah (2002),
Pemenang ke-4 Festival Monolog Tingkat Nasional di STSI Bandung (2003),
Anugrah Pakarti Seni katagori Dramawan dari Dewan Kesenian Jawa Tengah (2005), Naskah Teaternya menjadi Juara Pertama Lomba Penulisan Lakon Drama Tingkat Umum se-Jawa Tengah ,
Juara I Festival Monolog Ruang Publik Federasi Teater Indonesia (2009)
 
Karya :
Reformasi dan Pantat (2002),
Belajar Menjilat (2002),
Tamparlah Mukaku (2003),
12 Jam Monolog Manusia Biasa (2005),
Seiman Iman (2005),
Cai (2006)

You may also like...

Leave a Reply