Arafat Nur

Nama :
Arafat Nur
 
Lahir :
Lubuk Pakam,
Sumatra Utara,
 22 Desember 1974
 
Pendidikan :
SD
(Pereulak, Aceh Timur, NAD),
SMP (Idi Rayeuk & Meureudu, NAD),
SMA (Meureudu, NAD)
 
Karier :
Pengajar di Dayah Babussalam,
Tenaga honorer SMU Meureudeu,
Jurnalis,
Ketua Divisi Sastra Yayasan Ranub Aceh (KRA) 
 
Pencapaian :
Penghargaan terbaik lomba penulisan cerpen Taman Budaya Aceh (1999),
Juara III Nasional lomba penulisan novel Forum Lingkar Pena (2005),
Novel Lampuki menjadi Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010,
Novel Lampuki meraih Khatulistiwa Literary Award 2011
 
Karya :
Meutia Lon Sayang
 (Novel, Mizan, 2005),
Cinta Mahasunyi
(Novel, Mizan, 2005),
Percikan Darah di Bunga (Novel, Zikrul Hakim, 2005),
Antologi Remuk
 (Cerpen, DKB, 2000),
antologi Keranda-Keranda (Puisi, DKB, 2000),
Aceh Dalam Puisi
(Puisi, Assy-syaamil, 2003),
Mahaduka Aceh
(Puisi, PDS HB. Jassin, 2005),
Lagu Kelu (Puisi, ASA-Japan Aceh Net, 2005),
Lampuki
 (Novel, Serambi 2011)


Penulis
Arafat Nur
 
 
 
Dikenal sebagai novelis, penulis puisi dan penulis cerita pendek ini, lahir di Lubuk Pakam, Sumatra Utara, 22 Desember 1974. Menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di Peureulak (Aceh Timur, NAD) dan SMP di Idi Rayeuk (Aceh Timur, NAD). Kelas tiga SMP ia pindah ke Meureudu (Pidie Jaya, NAD) dan menamatkan SMA di Meureudu. Mulai serius mendalami bidang sastra terutama puisi dan cerita pendek sekitar tahun 1997, setelah sebelumnya sempat jadi tenaga pengajar di Dayah Babussalam dan menjadi pegawai honorer SMU Meureudu (Pidie Jaya, NAD).
 
Setelah pindah ke Lhokseumawe (NAD), ia kemudian bekerja sebagai jurnalis. Ketua Divisi Sastra pada Yayasan Ranub Aceh (KRA) ini, aktif menulis puisi, cerpen dan artikel di berbagai media massa. Puisi dan prosanya banyak mengangkat persoalan di Aceh. Penulis yang pernah mengikuti pertemuan sastrawan se-Sumatra yang diselenggarakan DKA/Lempa di Banda Aceh (1999) ini, pernah mendapatkan penghargaan terbaik lomba penulisan cerpen Taman Budaya Aceh (1999), Harapan I lomba cerpen Telkom online dalam rangka menyambut hari Kartini (2005), juara III Nasional lomba penulisan novel Forum Lingkar Pena (2005). Salah satu karya novelnya ‘Lampuki’ (Serambi, 2011) yang berkisah tentang sebuah kampung di daerah konflik bernama Lampuki, terpilih sebagai pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010 dan meraih Khatulistiwa Literary Award 2011.
 
Sejumlah karya puisinya termuat dalam ‘Antologi Keranda-Keranda’ (DKB, 2000), ‘Aceh Dalam Puisi’ (Assy-syaamil, 2003), ‘Mahaduka Aceh’ (PDS HB. Jassin, 2005), ‘Lagu Kelu’ (ASA-Japan Aceh Net, 2005). Sedangkan karyanya dalam bentuk cerpen dimuat dalam ‘Antologi Remuk’ (DKB, 2000). Novelnya yang sudah terbit adalah ‘Meutia Lon Sayang’ (Mizan, 2005), ‘Cinta Mahasunyi’ (Mizan, 2005) dan ‘Percikan Darah di Bunga’ (Zikrul Hakim, 2005).
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...