Asma Nadia

Penulis
Asma Nadia

Bernama lengkap Asmarani Rosalba. Lahir di Jakarta tahun 1972. Anak pasangan Amin Usman dan Maria Eri Susianti. Kiprah penulis yang masa kecilnya dihabiskan di rumah kontrakan sederhana di pinggir rel kereta api ini di mulai sejak ia lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta. Saat itu ia aktif menulis dan kemudian mempublikasikan karyanya di berbagai majalah keislaman.

Dikenal sebagai penulis yang produktif. Namanya juga masuk dalam jejeran penulis ‘best seller’ wanita di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat telah menulis lebih dari 40 buku, yang di terbitkan dengan lebih dari 1 juta salinan yang didistribusikan secara nasional, baik yang di tulis sendiri olehnya maupun bersama-sama dengan penulis lain. Bukunya banyak di terbitkan oleh Penerbit Mizan, diantaranya ‘Derai Sunyi’ (novel), naskah drama dua bahasa ‘Preh (A Waiting)’ diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta, ’Cinta Tak Pernah Menari’ (kumpulan cerpen) ‘Rembulan di Mata Ibu’ (novel, 2001). Ia juga menyusun puluhan antologi.

Atas peran aktifnya dalam dunia sastra, beberapa penghargaan nasional dan regional di bidang kepenulisan pernah diraih, diantaranya karya novelnya ‘Derai Sunyi’, mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA), Kumpulan cerpennya ‘Cinta Tak Pernah Menari’ meraih Pena Award, novelnya ‘Rembulan di Mata Ibu’ (2001) memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional, karyanya ‘Dialog Dua Layar’, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002, dll.

Pernah beberapa kali diundang menghadiri acara kepenulisan di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Di tahun 2006 ia di daulat menjadi salah satu dari dua sastrawan muda Indonesia yang diundang untuk tinggal oleh pemerintah Korea Selatan selama 6 bulan. Undangan yang sama diperolehnya dari Le Chateau de Lavigny (2009) di Swiss.

Pernah juga menjadi pembicara pada forum Seoul Young Writers Festival di Korea Selatan dan The 2nd Asia Literature Forum di Gwangju, China, Public Reading di Jenewa, Swiss. Memberikan workshop kepenulisan  kepada pelajar Indonesia di Mesir, Swiss, Inggris, Jerman, Roma (Italia) dan Vatikan, buruh migran di Hongkong dan Malaysia. Didalam negeri, ia sering di minta menjadi pembicara di hadapan banyak pemirsa termasuk di berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, ITB, UNPAD, UGM, IPB, Unsyiah, Universitas Brawijaya, dan perguruan tinggi ternama lainnya.

Salah satu cerpennya berjudul ‘Emak Ingin Naik Haji’ telah difilmkan oleh aditya Gumay dan mendapat anugrah film terpuji dalam Festival Film Bandung dan mengantarkan aktris Atty Kanser sebagai pemeran utama wanita terbaik Indonesian Movie Award 2010. Cerpen lainnya yang terdapat dalam buku ‘Emak Ingin Naik Haji’, berjudul ‘Jendela Rara’ juga turut difilmkan. Ketua Forum Linkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda ini, juga menjadi CEO Asma Nadia Publishing House, sebuah perusahaan penerbitan yang didirikannya.

Dikenal sebagai penulis yang sangat perduli terhadap bahan-bahan bacaan, hal itu di wujudkan dengan menyumbangkan hasil royalti dari buku-buku yang telah ditulisnya, sebagian bersama pengarang-pengarang lain, untuk kemudian dimanfaatkan guna mengembangkan RumahBaca AsmaNadia, sebuah perpustakaan dan tempat mengasah kreativitas bagi anak dan remaja kurang mampu.

Kerap memanfaatkan kemajuan teknologi dalam upayanya menyemangati kaum perempuan untuk membaca melalui milisnya pembacaasmanadia@yahoogroups.com. Berawal dari milisnya tersebut lahirlah klub buku AsmaNadia (KBA) di berbagai kota di tanah air, sebagai kegiatan alternatif yang berisi, di mana setiap bulan anggota berkumpul dan berdiskusi tentang buku yang telah mereka baca.

Adik dari penulis Helvy Tiana Rosa ini, menikah dengan Isa Alamsyah yang juga menulis buku motivasi berjudul No Excuse. Dari perkawinannya tersebut di karuniai 2 orang anak maria Putri dan Adam Putra Firdaus.

(Dari Berbagai Sumber)

Nama : Asmarani Rosalba

Lahir : Jakarta, 26 Maret 1972

Pendidikan :
SMA 1 Budi Utomo (Jakarta),
Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (tidak tamat)

Kegiatan lain :
CEO Nadia Publishing House,
Ketua Forum dan Pendiri Lingkar Pena,
Pemilik dan pengelola RumahBaca AsmaNadia,

Pencapaian :
Juara I Lomba Menulis Cerita Pendek Islami tingkat nasional untuk cerpen berjudul Imut dan Koran Gondrong (1994 & 1995),
Novel Derai Sunyi  mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA),
Kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari meraih Pena Award,
Novel Rembulan di Mata Ibu memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional (2001),
Dialog Dua Layar memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI (2002),
101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI (2005),
Menjadi salah satu dari dua sastrawan muda Indonesia yang diundang untuk tinggal oleh pemerintah Korea Selatan selama 6 bulan,
Anugrah IBF Award sebagai novelis islami terbaik (2008),
Peserta terbaik lokakarya perempuan penulis naskah drama yang diadakan FIB UI dan Dewan Kesenian Jakarta,
Diundang untuk tinggal di Swiss oleh Le Chateau de Lavigny (2009)

Karya :
Lentera
(Cerpen, An-Najah, 1999)
Serial Aisyah Putri 1-4 (Cerpen),
Ola Si Koala (Cerpen),
Titian Pelangi (Cerpen),
Hari-Hari Cinta Tiara (Cerpen),
Serenada Biru Dinda (novel),
Pesantren Impian (Novel),
Putri di antara Peri Cantik (Novel),
Derai Sunyi (Novel),
Bestari I, II & III (Lirik Lagu),
Snada The Prestation
(Lirik Lagu),
Air Mata Bosnia (Lirik Lagu),
Cinta Illahi (Lirik Lagu),
Kaca Diri (Lirik Lagu),
Preh – A Waiting (Naskah Drama Dua Bahasa)
Cinta Tak Pernah Benar, (Kumpulan Cerpen),
Rembulan di Mata Ibu
(Novel, 2001),
Dialog Dua Layar,
101 Dating,
Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!,
Ketika Penulis Jatuh Cinta (Penerbit Lingkar Pena, 2005),
Kisah Kasih
dari Negeri Pengantin
(Penerbit Lingkar Pena, 2005),
Jilbab Pertamaku
(Penerbit Lingkar Pena, 2005),
Miss Right Where R U?
Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
(Penerbit Lingkar Pena, 2005),
Jatuh Bangun Cintaku (Penerbit Lingkar Pena, 2005),
Gara-Gara Jilbabku
(Penerbit Lingkar Pena, 2006),
Galz Please Don’t Cry
(Penerbit Lingkar Pena, 2006),
The Real
Desperate Housewives
(Penerbit Lingkar Pena, 2006),
Ketika Aa Menikah Lagi (Penerbit Lingkar Pena, 2007),
Karenamu Aku Cemburu (Penerbit Lingkar Pena, 2007),
Catatan Hati di Setiap Sujudku (Penerbit Lingkar Pena, 2007),
Badman: Bidin,
Suparman Pulang Kampung,
Pura-Pura Ninja,
Catatan Hati di Setiap Sujudku (kumpulan tulisan dari mailing list)

You may also like...