Ateng

Nama :
Andreas Leo Ateng Suripto
 
Lahir :
Bogor, Jawa Barat
 8 Agustus 1942
 
Wafat :
Jakarta, 6 Mei 2003
 
Profesi :
Aktor & Pelawak
 
Filmografi :
Kuntilanak, Amor dan Humor (1962),
Si Djimat (1963),
Bunga Putih (1966),
Rakit (1970),
Impas (1971),
Bing Slamet Setan Djalanan (1972),
Bing Slamet Sibuk (1973),
Bing Slamet Dukun Palsu (1973),
Ateng Minta Kawin (1974),
Bawang Putih (1974),
Ateng Raja Penyamun (1974),
Ateng Mata Keranjang (1975),
Ateng Kaya Mendadak (1975),
 Tiga Sekawan (1975),
Ateng Sok Tahu (1976),
Ateng The Godfather (1976),
Ateng Bikin Pusing (1977),
Ateng Sok Aksi (1977),
Ateng Pendekar Aneh (1977),
Dang Ding Dong (1978),
Kisah Cinderella (1979),
Si Boneka Kayu (1979),
Ira Maya dan Kakek Ateng (1979),
Tuyul Eee….. Ketemu Lagi (1979),
Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibukota (1981),
Musang Berjanggut (1983)

Sinetron :
Serial komedi Gregetan
 


Aktor Film
Ateng
 
Ia adalah sosok legenda bagi dunia lawak. Hampir seluruh hidupnya dibaktikan di dunia lawak. Pria kelahiran Bogor, 8 Agustus 1942 ini, pada 1960-an bergabung dalam kelompok lawak Kwartet Jaya bersama Bing Slamet, Iskak, dan Eddy Sud. Karier Ateng di dunia film dimulai lewat film Kuntilanak pada 1962, disusul dengan film komedi (1974-1978) Ateng Minta Kawin, Ateng mata Keranjang, Ateng Sok Tahu, Ateng Bikin Pusing, Ateng Sok Aksi, Ateng Pendekar Aneh, dan Ateng The Godfather.
 
Setelah itu, nama Ateng di dunia lawak maupun di dunia film semakin berkibar. Bahkan nama Ateng sangat akrab di tengah masyarakat. Nama Ateng untuk sebutan pendek menjadi memasyarakat. Pada 1980-an, popularitas Ateng semakin meningkat berkat perannya sebagai Bagong, di acara Aneka Ria di TVRI. Sebelumnya, pada tahun 1963, Ateng bergabung bersama S. Bagyo dan Iskak membentuk grup. Kemudian tahun 1967 membentuk Kwartet Kita bersama Bing Slamet, Eddy Sud, dan Iskak. Setelah lama tidak lagi melawak,  ia muncul kembali dalam serial komedi di salah satu TV swasta berjudul Gregetan.
 
Sebelumnya tidak ada tanda-tanda ia menderita sakit. Ia hanya mengeluh pusing, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Ketika dibawa ke dokter, ditemukan benjolan di tenggorokan. Saat itu dokter menganjurkan untuk pulang saja. Kemudian, ia diperiksakan kembali ke RS Mitra Keluarga Jatinegara. menurut dokter, benjolan di tenggorokan tidak bisa diangkat karena sudah parah. Hanya satu hari dirawat di rumah sakit itu, pelawak legendaris itu akhirnya wafat.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply