Bens Leo


Penggiat Musik
Bens Leo
 
 
 
 
Dilahirkan di Pasuruan, Jawa Timur, 8 Agustus 1952. Bernama asli Benny Hadi Utomo. Nama Bens Leo sendiri di pakainya ketika duduk di bangku SMA kelas 3, takala ia kecewa setelah mengetahui anjing jenis herder milik sahabatnya yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta, dikasih nama Benny.
 
Setelah menamatkan pendidikan di SMP 3, Madiun, Jawa Timur, ia melanjutkan SMA di Jakarta. Terjun ke dunia jurnalistik ketika ia aktif menghidupkan majalah sekolah di SMA tempatnya menimba ilmu pada tahun 1970. ketika itu ia sempat terobsesi ingin bergabung sebagai bagian dari majalah pop AKTUIL salah satu majalah yang menjadi referensi bacaannya saat itu.
 
Setelah lulus SMA, obsesi lamanya ingin menjadi wartawan, khususnya wartawan musik muncul kembali. Takala ia gugur ketika masuk pendidikan AKABRI, terlambat mendaftar masuk ke pendidikan penerbang di Curug, dan merasa berat untuk meminta uang kuliah dari Ibunya yang single parent (ayahnya yang seorang Pegawai Negeri wafat pada tahun 1968)
 
Uji coba pertama yang ia lakukan sebagai wartawan lepas adalah mewawancarai pentolan musik Koes Plus, Tonny Koeswoyo (alm). Dengan bermodal buku tulis sekolah dan, tanpa modal tape recorder seperti wartawan professional, ia nekat mendatangi kompleks Koes Bersaudara di bilangan Haji Nawi, Jakarta, Selatan. Beruntung, Tonny Koeswoyo (alm) menyediakan waktunya untuk mengobrol dengannya, dan menyuruhnya datang lagi untuk kemudian memberi pengetahuan tentang ilmu jurnalistik kepadanya, sekaligus menceritakan sejarah Koes Bersaudara yang katanya baru diceritakan kepadanya, sebagai wartawan pemula pada tahun 1971.
 
Pesan Tonny Koeswoyo (alm) ia catat dibuku tulis dan kemudian ia salin kembali melalui mesin yang ia beli. Karya tulisnya tersebut, kemudian ia kirimkan ke mingguan Berita Yudha Sport & Film. Hasilnya, sepekan setelah itu, tulisannya yang berjudul ‘Sejarah Koes Bersaudara’ dimuat sebagai headline di koran tersebut. Dua pekan setelah itu, Berita Yudha kembali mencari dirinya untuk diberi tugas ‘menjaga gawang’ musik di rubrik Seni Budaya. Saat itu ia kembali menemui Tonny Koeswoyo (alm), untuk melaporkan berita ini. Tonny Koeswoyo (alm) kemudian memberi referensi untuk menjumpai Panjaitan Bersaudara (Panbers) yang menetap di bilangan Hang Tuah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah berhasil mewawancarai band yang memulai rekaman lagu karya sendiri di tahun 1971 dengan hits single ‘Akhir Cinta’ itu, membuat namanya semakin dikenali sebagai wartawan musik muda Indonesia.
 
Bagian kedua pertemuannya dengan Tonny Koeswoyo (alm) dan wawancara pertamanya dengan Panbers ia kirimkan juga ke majalah AKTUIL, di kantor pusatnya di bilangan Lengkong Kecil, Bandung, Jawa barat. Tulisannya kembali di muat, meski kali ini dengan memakai nama panggilannya yang baru ‘Bens Leo’. Sejak tahun 1972, akhirnya ia memutuskan untuk memprioritaskan menggarap dunia tulis menulis di majalah AKTUIL, yang merupakan bagian dari obsesinya sejak lama.
 
Beberapa tulisan pertamanya untuk AKTUIL yang mulai berformat panjang, mulai enak dibaca karena mulai ada komentar dari pembaca AKTUIL, antara lain tatkala ia mulai membahas eksistensi beberapa band yang cukup punya nama di tahun 1970-an, diantaranya Rasela, Gipsy, Barong’s Band, juga liputan tentang Festival Lagu Pop Indonesia. Bahkan pada tahun 1974, ia mulai ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia yang bermuara di World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.
 
Kedekatannya dengan institusi kompetisi musik dan lagu Internasional di bawah grup Yamaha Music itu, ditambah profesinya sebagai reporter majalah AKTUIL menyebabkan dirinya pada tahun 1976, diundang atas nama pribadi dan AKTUIL sebagai satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang 1976, mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Indris Sardi. Pada ajang ini ia juga berhasil mewawancarai Andre Popp, pemenang sejumlah medali di WPSF, yang juga pencipta lagu legenda ‘Love is Blue’. Peristiwa ini kian mengukuhkan kedekatannya dengan institusi media cetak AKTUIL yang kian elitis sebagai majalah pop. Selanjutnya ia juga meliput WPSF Tokyo, Jepang pada tahun 1978, 1982 dan 1984.
 
Beberapa tugas lain yang ia emban selama bergabung di AKTUIL adalah, mengontak God Bless sebagai band pembuka Deep Purple untuk konser akbar di Stadion Utama Senayan (Sekarang Gelora Bung Karno), Desember 1975. Ambil bagian dalam diskusi musik di TVRI sebagai bagian dari konser musik rock Gedung Sate 1975. Sejak awal Lomba Cipta Lagu Remaja yang digelar oleh radio Prambors tahun 1977, ia selalu menjadi bagian dari anggota Dewan Juri. Berkat AKTUIL pula ia bertugas menjadi Anggota dan kadang Ketua Dewan Juri Festival Lagu Rock Indonesia versi Log Zhelebour, dari tahun 1985 hingga pada tahun 2007 berganti nama menjadi Gudang Garam Rock Competition.
 
Tugas penting lainnya adalah, tatkala ia mulai dipercaya untuk membuat cover story, untuk AKTUIL, beberapa nama yang angkat untuk cover story AKTUIL adalah Nomo Koeswoyo, Achmad Albar dan banyak lagi. Setelah AKTUIL tak lagi terbit, ia masih menjadi juri di kompetisi lagu tingkat ASEAN di Singapura, Anugerah Planet Music 2003, dan tahun 2005 mewakili Indonesia menjadi juri World Oriental Music Festival Sarajevo, Bosnia. Ia juga termasuk sebagai anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI), sebuah penghargaan musik yang mengacu pada piala Grammy Award di Amerika Serikat, serta menjadi Penasehat SCTV Awards, sebuah program acara anugerah musik di Indonesia.
 
Tahun 2000, di ajak oleh Maxi Gunawan, seorang pencinta musik dan penggemar majalah pop, untuk membangun kerajaan bisnis media cetak musik, yang kemudian diberi nama NewsMusik. Namun, ia mengundurkan diri pada tahun 2003 dan majalah NewsMusik itu sendiri akhirnya bubar di usianya yang ke-3. Juga di kenal sebagai seorang pencari bakat dan produser musik, di mana ia berhasil berhasil memproduseri album perdana Kahitna ‘Cerita Cinta’ pada 1993.
 
Menikah dengan Pauline Endang, di karuniai seorang orang anak, Addo Gustaf Putra. Berdomisili di Kompleks Cireundeu Permai, Ciputat, Tangerang Selatan, tak jauh dari lokasi wisata Situ Gintung. Di rumah yang mempunyai satu ruang keluarga dan empat kamar tidur itu, kerap di gunakan sejumlah musisi untuk menginap.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

Nama :
Benny Hadi Utomo
 
Lahir :
Pasuruan, Jawa Timur,
8 Agustus 1952
 
Pendidikan :
SMP 3, Madiun, Jawa Timur,
SMA di Jakarta
 
Karier:
Wartawan musik Berita Yudha Sport & Film,
Wartawan musik Majalah AKTUIL,
Wartawan musik majalah NewsMusik (2000-2003)
 
Aktifitas Lain :
Anggota Dewan Juri Lomba Cipta Lagu Remaja (1977),
Ketua Dewan Juri Festival Lagu Rock Indonesia versi Log Zhelebour (1985),
Juri di kompetisi lagu tingkat ASEAN di Singapura,
Juri Anugerah Planet Music (2003)
Juri World Oriental Music Festival Sarajevo, Bosnia (2005)
Anggota tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI)
Penasehat SCTV Awards

You may also like...

Leave a Reply