Broery Pesolima

Nama :
Simon Dominggus Pesolima
 
Lahir :
Ambon, Maluku Utara,
25 Juni 1948
 
Wafat :
Jakarta, 7 April 2007
 
Pendidikan :
Fakultas Psikologi Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
 
Profesi :
Penyanyi,
Manajer Kesebelasan sepak bola Jaka Utama
 
Filmografi :
Akhir Sebuah Impian,
Brandal-brandal Metropolitan,
 Lagu Untukmu (1973),
Jangan Biarkan Mereka Lapar (1975),
Impian Perawan (1976),
 Istriku Sayang, Istriku Malang (1977)
 
Tembang Hit :
Angin Malam,
Mimpi Sedih,
Aku Begini Engkau Begitu,
Once There Was Love
(lirik Ian Rod Thompson)
 
Penghargaan :
Pemenang video clip terbaik, soundtrack terbaik, komposisi terbaik dan sutradara terbaik dalam Festival musik Jakarta (1991)
 


Penyanyi
 
 
 
Broery Pesolima
 
 
 
Bocah lima tahun itu asyik bermain dengan korek api pamannya. Tanpa sengaja, api menjilat taplak meja. Kagum memandang nyala api, ia membiarkan taplak terbakar habis. Kemudian api merambat lebih jauh. Akhirnya seluruh rumah terbakar. Peristiwa itu terjadi di Kudamati, Ambon, sekitar tahun 1949. yang ada di rumah ketika itu hanya bibi dan seorang pembantu. Pendeta Marantika, paman yang memberikan mainan korek api itu memandang kemenakannya dengan geram. “Kau satu saat akan membakar dunia,” semburnya.
 
Walaupun tak sampai ‘membakar dunia’, setidak-tidaknya nama Broery cukup terkenal sebagai penyanyi dan pemain film. Sejak kecil ia sudah ikut koor gereja di kampungnya. Pindah ke Jakarta, ia bergabung dengan band Anagatha pimpinan Remy Leimena. Ia mulai dikenal masyarakat sana sejak tahun 1971, ketika film Akhir Sebuah Impian beredar di Malaysia. Dalam film itu Broery muncul menyanyikan 2 lagu, Angin Malam dan Mimpi Sedih.
 
“Publik di Malaysia polos dan spontan, dan banyak penyanyi Indonesia jadi pujaan mereka,” ujar Broery. Terjun ke dunia film 1971 dalam film Brandal-brandal Metropolitan, Broery ikut membintangi Lagu Untukmu (1973), Jangan Biarkan Mereka Lapar (1975), Impian Perawan (1976) dan Istriku Sayang, Istriku Malang (1977). Dua tahun sekali, jika ada rezeki, anak jaksa pensiunan ini menjenguk papa mamanya di Ambon. Kunjungan seperti ini dianggapnya peristiwa penting dalam hidup, disamping 2 peristiwa lagi. Yaitu ; bersalaman dengan Bung Karno dan makan siang bersama presiden RMS Soumokil di LP Cipinang, ketika ia datang menghibur para tahanan.
 
Pada 7 April 2007, Broery wafat di rumah sakit Puri Cinere, Jakarta selatan dikarenakan stroke, Broery Pesolima meninggalkan seorang istri, Wanda Latuperisa dan 2 orang anak, Indonesia Pesulima Putra dan Nabilia Methaya Pesulima Putri.
 
(Berbagai Sumber) 

You may also like...