Cornelia Agatha

Penggiat Teater
Cornelia Agatha
 
 
 
Lahir di Jakarta, 11 Januari 1973. Kemampuannya dalam dunia seni peran bagi perempuan yang biasa disapa Lia ini boleh jadi menurun dari ibunya, Erry Yudha Asri, seorang wanita asal Solo, Jawa Tengah, yang suka bermain teater dan melukis. Sementara sang ayah, Dave Maramis, pria berdarah campuran Belanda-Manado, adalah seorang karyawan sebuah rumah produksi dan pernah bekerja di televisi swasta.
 
Meskipun terlahir dari keluarga berkecukupan, dalam keluarga, sang ayah mengajarkannya untuk hidup sederhana. Membersihkan tembok, membetulkan peralatan elektronik, berani jalan kaki, naik bus kota, ditanamkan ayahnya sejak kecil. Kecintaannya pada dunia seni peran telah dimulainya saat di bangku sekolah dasar, kala itu, ia mendapat kesempatan untuk bermain sandiwara di TVRI. Berkat talenta itulah ia kemudian mulai merambah dunia modeling lewat ajang Cover Girl yang diadakan oleh majalah remaja Mode. Selain model majalah, ia juga beberapa kali tampil sebagai model iklan sejumlah produk dan sepatu.
 
Tidak hanya berhenti sampai di situ, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga menggeluti dunia tari. Ia pernah tercatat sebagai siswi sekolah balet Namarina Dance Academy dan Baile International Dance School. Setelah sebelumnya sempat pula menjajaki cabang olahraga atletik dan basket. Namun karena ia lebih menikmati dunia seni, keinginan menjadi atlet akhirnya ia lepaskan.
 


Teater Koma ‘DEMONSTRAN’ Graha Bhakti Budaya – TIM, 1-15 Maret 2014

Dunia layar lebarpun sempat ia lakoni. Almarhum komedian Dono Warkop adalah orang yang amat berjasa memperkenalkannya pada dunia film untuk pertama kalinya. Saat ia masih duduk di bangku kelas 1 SMP, ia mendapat tawaran untuk bermain dalam film ‘Lupus’, sebuah film remaja yang terkenal di tahun 80-an. Setelah debutnya di ‘Lupus’, tahun 1988, ia membintangi film keduanya ‘Elegi Buat Nana’. Tiga tahun berselang wanita blasteran Jawa, Manado, Belanda, Jerman, ini berakting dalam film ‘Rini Tomboy’. Berkat aktingnya di film itu, ia mendapat penghargaan sebagai Aktris Terbaik di Festival film Indonesia tahun 1992.
 
 

 
Film lainnya yang pernah di bintanginya adalah ‘Detik Terakhir’ (2005), besutan sutradara Nanang Istiabudi. Lewat perannya yang apik dalam film ini, ia kembali menyabet penghargaan untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival film Indonesia 2005. Di tahun yang sama, ia kembali membintangi film ‘Ariel & Raja Langit’, serta tampil bersama Krisdayanti dan Gary Iskak dalam film ‘Jatuh Cinta Lagi’ (2006).
 
Namanya semakin di kenal masyarakat ketika ia bermain dalam sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ berperan sebagai Sarah, si gadis kaya yang jatuh cinta pada Doel yang diperankan Rano Karno, pria Betawi yang idealis. Beberapa sinetron lainnya yang pernah ia bintangi antara lain;  ‘Opera Tiga Zaman’, ‘Satu Hati Dua Racun’, ‘Senja Merah Hati’, ‘Aku Ingin Pulang’, ‘Cintanya Cinta’, ‘Istri Kedua’, ‘Perempuan Pilihan’, ‘Bukan Impian Semusim’, ‘Wong Cilik’, ‘Nyonya Nyonya Sosialita/Laba Laba Cinta’, ‘Marah dan Galak’, dan ‘Semboyan Cinta’. Bahkan perannya yang menawan dalam sinetron ‘Perempuan Pilihan’ mendapat penghargaan sebagai Aktris Terpuji Forum Film Bandung (FFB) 2002 dan masuk nominasi peraih gelar aktris terbaik Piala Vidia 2004.
 
Kiprah alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan seni rupa seni desain ini, di dunia seni peran tidak sampai disitu, ia mulai merambah panggung teater. Selama kiprahnya di panggung teater, sejumlah judul pementasan teater telah dibintanginya, termasuk keikutsertaannya mendukung pementasan Teater Koma pimpinan Nano Riantiarno dan bergabung bersama Butet Kertarajasa. Demi misi dan ketertarikannya yang besar terhadap dunia teater, ia bahkan rela belajar kembali dan mendalami materi pendukung, di antaranya mengambil studi musik di Institut Musik Daya, belajar menari dengan Eki Dance Company, serta mendalami akting di Teater Koma.
 
Menikah dengan Sony Lawlani pada 18 Maret 2006 di Hongkong. Dianugerahi sepasang anak kembar Makayla Athaya Lalwani (perempuan) dan Tristan Atahala lalwani yang lahir pada 7 Desember 2006 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Namun bahtera rumah tangga perempuan penggemar olahraga menembak ini kandas di tahun 2013.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Cornelia Agatha
 
Lahir :
Jakarta, 11 Januari 1973
 
Pendidikan :
Institut Kesenian Jakarta jurusan seni rupa seni desain
 
Pencapaian :
Aktris Terbaik di Festival film Indonesia tahun 1992 lewat film Rini Tomboy
Aktris Terpuji Forum Film Bandung (FFB) 2002 lewat sinetron Perempuan Pilihan,
Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam Festival film Indonesia 2005 lewat film Detik Terakhir
 
Filmografi (diantaranya) :
Lupus I (1987),
Elegi Buat Nana (1988),
Rini Tomboy (1991),
Detik Terakhir (2005),
Ariel & Raja Langit (2005),
Jatuh Cinta Lagi (2006)
 
Sinetron (diantaranya):
Opera Tiga Zaman,
Satu Hati Dua Racun,
Senja Merah Hati,
Si Doel Anak Sekolahan 1-6,
Aku Ingin Pulang,
Cintanya Cinta,
Istri Kedua,
Perempuan Pilihan,
Bukan Impian Semusim,
Wong Cilik,
Si Doel Anak Gedongan,
Nyonya Nyonya Sosialita/Laba Laba Cinta,
Marah dan Galak,
Semboyan Cinta

You may also like...

Leave a Reply