Ediruslan Pe Amanriza

Nama :
Ediruslan Pe Amanriza
 
Lahir :
Pekanbaru, Riau,
17 Agustus 1947
 
Wafat :
Sukabumi, Jawa Barat,
3 Oktober 2001
 
Pendidikan :
Sekolah Rakyat,
SMP di Bagansiapi-api, Riau,
SDH (1961, tidak selesai),
SKMA di Bogor, Jawa Barat (1962, tidak selesai),
SMA di Bandung, Jawa Barat (tamat 1969),
Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung (tidak selesai)  
 
Kegiatan Lain :
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari Partai Golkar,
Pengajar Fakultas Sastra Universitas Lancang Kuning, Pekan Baru,
Sekretaris Jendral Dewan Kesenian Riau,
Ketua Umum Dewan Kesenian Riau,
Ketua Harian Yayasan Lembaga Adat Seni Raja Ali Haji /Bandar Serai,
Pekan Baru,
Koresponden Majalah Topik dan Tempo,
Pendiri Tabloid Azam
(Pekan Baru)
 
Penghargaan :
Novelnya Panggil Aku Sakai
memenangi sayembara mengarang roman Dewan Kesenian Jakarta (1986),
Novelnya Nakhoda mendapat Hadiah Sayembara mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta (1977),
Novelnya Dikalahkan Sang Sapurba mendapat hadiah kedua Sayembara mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta (1997),
Anugerah Sagang kategori Seniman Terbaik Pilihan Sagang dari Yayasan Sagang (1998),
Seniman Pemangku Negeri (SPN) dari DKR
 
Karya :
Vogabon
(kumpulan puisi, 1975),
Nakhoda (novel),
Surat-suratku kepada GN (kumpulan puisi, 1981),
Panggil Aku Sakai
 (Novel, 1987),
Nyanyian Wangkang
(Kumpulan Puisi, 1999),
Antara Mihrab dan Bukit Kawin (kumpulan puisi, sebuah antologi bersama penyair Taufik Ikram Jamil,  1992)
Di Bawah Matahari (novel),
Taman (novel),
Jakarta di Manakah Sri (novel),
Ke Langit (novel, 1993), Jembatan /Kekasih Sampai Jauh (novel),
Perang Bagan (novel),  
Stasiun di Kaki Bukit (novel),
Dikalahkan Sang Sapurba (novel),
Renungkanlah Markasan (kumpulan cerpen, 1997),
Kita dari Pedih Yang Sama (kumpulan esei, 1999),
Aduh, Riau Dilanggar Todak (kumpulan esei)


Penulis
Ediruslan PE Amanriza
 
 
 
 
Lahir di Pekanbaru, Riau, 17 Agustus 1947. Setelah menamatkan sekolah rakyat (SR), ia masuk Sekolah Menengah Pertama Bagansiapi-api, Riau. Tahun 1961, ia masuk SDH, namun tidak sampai selesai. Kemudian di tahun 1962, ia masuk SKMA, Bogor, Jawa Barat, namun kembali tidak selesai. Akhirnya pada tahun itu juga, oleh salah seorang sahabat ayahnya, ia dimasukkan ke Sekolah Menengah Atas di Bandung, Jawa Barat, yang ditamatkannya pada tahun 1969. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, namun juga tidak sampai selesai.
 
Karier kepengarangannya sendiri mulai ia rintis sejak duduk di bangku SMP, tetapi secara sungguh-sungguh baru ia lakukan sekitar tahun 1967. Sejumlah karyanya berupa puisi dan cerpen tercatat pernah dimuat di beberapa media massa. Puisi-puisinya, antara lain dimuat di Mingguan Mimbar Demokrasi dan Majalah Mimbar Bandung. Karya-karyanya yang lain juga dimuat di Harian Sinar Harapan, Haluan, Kompas, Majalah Sastra Horison, Zaman, Menyimak, dan lain sebagainya.
 
Karyanya dalam bentuk kumpulan puisi yang telah diterbitkannya, antara lain, Vogabon (1975), Surat-Suratku Kepada GN (1981), Nyanyian Wangkang (1999), sebuah antologi bersama penyair Taufik Ikram Jamil, Antara Mihrab dan Bukit Kawin (1992). Sedangkan karya-karya dalam bentuk roman atau novel, antara lain, Di Bawah Matahari, Taman, Jakarta di Manakah Sri, Ke Langit (1993), Jembatan (Kekasih Sampai Jauh), Perang Bagan dan Stasiun di Kaki Bukit. Selain itu, ia juga menerbitkan satu-satunya kumpulan cerpennya, Renungkanlah Markasan (DKR, 1997). Dua novelnya, Jakarta di Manakah Sri dan Di Bawah Matahari, diterbitkan di Kuala Lumpur, Malaysia, sementara roman-romannya yang lainnya diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta.
 
Ia juga menerbitkan beberapa kumpulan esei yakni, Kita dan Pedih yang Sama (1999), yang ditulisnya setiap minggu selama tiga tahun berturut-turut di sebuah mingguan yang terbit di Pekanbaru. Kumpulan esai lainnya, Aduh Riau Dilanggar Todak, berisikan sejumlah tulisannya di majalah berita Gatra, Jakarta. Beberapa karyanya sempat pula di tampilkan dalam berbagai kesempatan oleh para seniman dari disiplin seni yang berbeda, seperti Karya novelnya berjudul Panggil Aku Sakai pernah pula diangkat sebuah grup band genre pop Melayu Beni Riaw dan kawan-kawan yang menjadi album pertama dan terakhir mereka. Sedangkan novel berjudul Dikalahkan Sang Sapurba difilmkan oleh sineas lokal dan tayang di televisi lokal. Karya puisinya berjudul Akan Berpisah Jua Kita Akhirnya Jakarta kerap ditampilkan dalam macam-macam ekspresi oleh seniman muda seperti musikalisasi puisi maupun lainnya. Bahkan namanya, sempat pula diabadikan sebagai nama salah satu gedung kampus Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).
 
Atas kiprah dan peran aktifnya di dunia kesusastraan, tercatat ia pernah meraih beberapa penghargaan, diantaranya, Novelnya yang lain, Nakhoda mendapat Hadiah Sayembara mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1977, novelnya Panggil Aku Sakai (Balai Pustaka, Jakarta, 1987) memenangi sayembara mengarang roman Dewan Kesenian Jakarta tahun 1986 dan novelnya yang berjudul Dikalahkan Sang Sapurba mendapat hadiah kedua Sayembara mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1997. Selain itu atas karya dan jasa-jasanya bagi seni dan budaya, ia juga mendapatkan penghargaan Anugerah Sagang kategori Seniman Terbaik Pilihan Sagang dari Yayasan Sagang (1998) dan Seniman Pemangku Negeri (SPN) dari DKR.
 
Di luar dunia sastra, Ediruslan Pe Amanriza banyak terlibat dalam berbagai aktivitas sosial-politik dan kesenian. Pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dari Partai Golkar, menjadi pengajar Fakultas Sastra Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Sekjen dan kemudian Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR), Ketua Harian Yayasan Lembaga Adat Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), Pekan Baru, dan sebagainya. Juga dikenal sebagai seorang jurnalis, pernah menjadi koresponden Majalah Topik dan Tempo (Jakarta), kemudian aktif di Surat Kabar Mingguan Genta (Pekan Baru) sebelum akhirnya mendirikan koran sendiri, Tabloid Azam (Pekan Baru).
 
Wafat karena sakit kanker paru-paru, pada hari Rabu, 3 Oktober 2001, di Rumah Sakit Islam Asifah Sukabumi, Jawa Barat, meninggalkan empat orang anak dan seorang istri.
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...