Edward Pesta Sirait

Sutradara Film
Edward Pesta Sirait
 
 
 
Anak ketujuh dari sembilan bersaudara pasangan Raja Hendrik Sirait dan Marta Br Situmorang ini lahir di Porsea, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 7 Agustus 1942. Setelah lulus di SMA 9 Bulungan, Jakarta Selatan (1963), ia sempat berkuliah Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, namun tidak diselesaikan. Ia memilih berkuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia/ATNI (1964-1970). Pada 1970-1971, ia melanjutkan kuliah kembali di Akademi Seni Rupa Indonesia/ASRI. Tahun 1973, mengikuti Kino Workshop LPKJ. Tahun 1985 mengikuti Diklat Penulisan Skenario dan 1988 mendalami kursus penyuntingan video di Yayasan Citra, Jakarta.
 
Sebelum terjun ke dunia film, ia pernah bekerja sebagai Show Manager Miraca Skyclub Sarinah dan Asisten Stage Manager di TIM. Tahun 1966, terjun ke dunia film sebagai pembantu sutradara untuk film-film dokumenter. Tahun 1971-1974 menjadi asisten sutradara film cerita. Di tahun 1975, menjadi sutradara film iklan untuk Ariza Jaya film, baru pada tahun 1976 menjadi sutradara untuk film cerita layar lebar. Film pertama yang disutradarainya berjudul ‘Chicha’, film yang bercerita tentang anak-anak yang berhasil meraih penghargaan sebagai film terbaik anak-anak di Kairo, Mesir.
 
Film ‘Chicha’, selain digemari di dalam negeri juga menjadi buah bibir di luar negeri. Mungkin ceritanya sangat menyentuh bagi para orangtua, sehingga diharapkan bisa menjadi contoh bagi anak-anak. Film ini merupakan pertamanya yang memiliki kesan mendalam baginya.  Namanya semakin berkibar, Tidak heran, setelah film ‘Chicha’ sukses banyak pihak yang meminta dirinya untuk menyutradarai film-film berikutnya.
 
Film-film yang pernah dibuatnya Setelah film ‘Chicha’ (1976) antara lain : ‘Duo Kribo’ (1978), ’Ira Maya Si Anak Tiri/ Cinderella’ (1979), ‘Buah Terlarang’ (1979), ‘Manis-Manis Sombong’ (1980), ‘Gadis Penakluk’ (1981), dan masih banyak lagi. Jika dihitung film yang sudah dibuatnya mencapai 16 judul, mulai dari jenis film anak-anak, percintaan hingga film kolosal. Melalui film yang di sutradarainya, sempat beberapa kali masuk menjadi nominasi di Festival Film Indonesia (FFI), antara lain lewat film ‘Bukan Istri Pilihan,Bila Saatnya Tiba’ dan ‘Gadis Penakluk’ yang juga mengantarkan Ita Mustafa menjadi pemenang aktris Terbaik FFI 1982.
 
Sukses di film berlanjut ke sinetron dan iklan. Lewat tangan dinginnya itu lahirlah karya-karya sinetron berbobot, seperti, ‘Hujan Akhir Tahun’ (1984), ‘Segenggam Kejujuran’ (1987), ‘Keluarga Cemara’ (1996), ‘Misteri Gunung Merapi’ (2006), ‘Ramayana’ (2006) dan masih banyak lagi. Bila di total sinetron yang telah dibuat sudah mencapai ratusan, bahkan seribu episode lebih.
 
Ia masih tetap ingin berkarya dan siap jika diadu oleh para sineas muda-muda. Namun ada satu cita-citanya yang belum terwujud sampai sekarang, membuat satu program tayangan mengenai pendidikan. Sekalipun kecewa karena stasiun televisi menolak karyanya itu, tetapi ia masih berharap, suatu saat nanti, hasil karyanya itu bisa dipublikasikan untuk membawa perubahan terhadap tayangan sinetron ataupun film nasional.
 
Sutradara yang sempat menyutradarai beberapa film dokumenter, iklan produk komersial, dan pernah menjadi juri di Festival Film Indonesia yang diselenngarakn di Bandung, Jawa Barat, ini, menikah dengan Gottina Br Tambunan, di karuniai empat anak dan tujuh cucu.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Edward Pesta Sirait
 
Lahir :
Porsea, Tapanuli Utara,
Sumatera Utara,
7 Agustus 1942
 
Pendidikan :
SMA 9  Bulungan
Jakarta Selatan (1963),
Program Ekstensi
Fakultas Hukum
Universitas Indonesia
(tidak tamat),
Akademi Teater
Nasional Indonesia
(1964-1970),
Akademi Seni Rupa Indonesia
(1970-1971),
Kino Workshop LPKJ (1973).
Diklat Penulisan Skenario
(1985),
Kursus penyuntingan video Yayasan Citra, Jakarta (1988)
 
Pencapaian :
Film Chicha (1976) meraih penghargaan film terbaik anak-anak di Kairo, Mesir
 
Fimografi :
Duo Kribo (1978),
Ira Maya Si Anak Tiri/ Cinderella (1979),
Buah Terlarang (1979),
Manis-Manis Sombong (1980),
Gadis Penakluk (1981),
Bukan Isteri Pilihan (1981),
Sang Guru (1981),
Hidung Belang Kena Batunya
(1982),
Remaja Kedua (1983),
Bila Saatnya Tiba (1985),
Tinggal Sesaat Lagi (1986),
Dua Dari Tiga Laki-laki (1990),
Blok M (1990),
Pesta (1991),
Joshua Oh Joshua (2001)
 
Sinetron :
Hujan Akhir Tahun (1984),
Segenggam Kejujuran (1987),
Suster Bulan (1992),
Sebening Air matanya (1993),
Azab dan Sengsara(1994),
Sengsara Membawa Nikmat
(1995),
Keluarga Cemara (1996),
Misteri Gunung Merapi (2006),
Ramayana (2006)

You may also like...

Leave a Reply