Ermy Kullit

Nama :
Ermy Maryam
Nurjannah Kullit
 
Lahir :
Manado, Sulawesi Utara,
13 Mei 1955
 
Penghargaan :
Penyanyi Jazz Terbaik pilihan angket pembaca tabloid Monitor
 
Album :
Cinta (Piringan Hitam/Lagu-lagu Favorite’s Grup) LCC (1974),
Nikmatnya Cinta (Jazz Dixie) Irama Tara (1982),
Aku Jatuh Cinta (Bossas/Lagu-lagu Rinto Harahap) Granada Record (1983),
Cintaku Abadi (Pub Musik / Vol.1-Versi I) Granada Record (1984),
Pesona (Pub Musik / Vol.1-Versi II) Granada Record (1984),
Walau Dalam Mimpi (Vol.2) Granada Record (1985)
Kasih (Vol.3) Granada Record (1986),
Sesal (Vol.4) Granada Record (Mei 1988),
Pasrah (Vol.5) Granada Record (April 1989),
Rela (Vol.6) Granada Record (Agustus, 1990),
Kusadari (Album Johan Untung) Granada Record (Agustus, 1990),
O, Ina Ni Keke (Album Kolintang) Granada Record (April, 1991),
Siapa Sangka (Vol.7) Granada Record (September, 1992),
Tergoda (Vol.8) Granada Record (Oktober, 1994)
Mama (Album Orkes Kolintang) Granada Record (Februari, 1995),
Sendiri (Vol.9) Granada Record (1996),
Saat Yang Terindah (Album Indra Lesmana-reborn) Blackboard (Maret, 1999),
Saat Yang Terindah – RPM (2000),
Blue Berry Hill (Album Ireng Maulana All Stars) Sangaji (2006),
Untukmu (Jack Jazz-Johan Untung dkk) Platinum (2006),
Salahkah (Album Primavera -The Beginning) Irama Tara (2007),
Di Hatiku – Platinum Record (2007),
 
Kompilasi / Festival :
Anugerah (Festival Lagu Populer Indonesia 1987) Bulletin – 1987,
Best (Box / Versi I – Vol.1) Granada Record-
(Desember 1992),
Best (Versi II – Vol.1) Granada Record (Juni, 1998),
Best (Vol.2/Single: Kuharus Bagaimana) Granada Record-(Desember, 1991),
20 lagu Terbaik Blackboard – (1993),
Private Collection Granada Record- (Desember, 1993)


Penyanyi
Ermy Kullit
 
 
 
Lahir di Manado, Sulawesi Utara, 13 Mei 1955. Sejak kecil telah menunjukkan bakat menyanyi. Di usia yang masih belia, Ermy telah sering unjuk kebolehan di pesta-pesta ulang tahun dan perkawinan kerabatnya di Manado. Namun penampilan profesionalnya baru dimulai kelas 3 SMP setelah Ermy sering tampil di panggung-panggung terbuka secara tunggal maupun bersama band pengiring, seperti Meliska, Nada Yudha, De’Inst, De’Logis dan De’Nost untuk mengadakan pertunjukan-pertunjukan di kota Manado dan sekitarnya.
 
Tahun 1973, Ermy hijrah ke Jakarta dan diterima bernyanyi di Hotel Marcopolo bersama Melky Goeslaw (alm). Di tempat ini dirinya banyak berkenalan dengan sejumlah musisi seperti Deddy Damhudy, Rudy Damhudy, Ivo Nilakresna, Christine Sukandar, Januar Ishak dan lainnya. Dari para seniornya tersebut, ia belajar banyak hal tentang musik hingga mengantarkannya merilis album pertamanya dalam bentuk piringan hitam pada tahun 1974. Dalam album tersebut, Ermy khusus membawakan lagu-lagu milik Favorite’s Grup berjudul ’Cinta’, lewat alunan musik pop. Ia juga sempat bernyanyi di Copacobana dan Tropicana sebelum akhirnya bertolak ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.
 
Kembali ke Indonesia pada tahun 1981 dan bernyanyi di beberapa hotel berbintang sebelum akhirnya memilih menyanyi di Jaya Pub, milik pasangan aktris dan aktor Rima Melati dan Franz Tumbuan. Di tempat ini ia kerap menyanyikan lagu Salena Jones, penyanyi jazz legendaris dari Amerika Serikat, seperti, Sentimental Journey, Sumertime in Venice, dan April in Paris. Sejak itu Ermy mendapat julukan Salena Jones Indonesia. Di sana pulalah, Ermy bertemu dengan pencipta lagu dan pemusik jazz, Ireng Maulana yang kemudian menjadi mitra kerja sekaligus menjadi pembimbingnya dalam bermusik.
 
Kerja sama Ermy dan Ireng tercipta pertama kali saat merilis album Jazzy Dixie di tahun 1982. Album yang diedarkan perusahaan Irama Tara ini berisi lagu-lagu pop yang sudah dikenal dan top di eranya, seperti ’Nikmatnya Cinta’, ’Kidung’, ’Widuri’, ’Mimpi’, ’Benci tapi Rindu’ dan lain-lain. Ireng tak hanya berperan sebagai penata musik, tapi juga penggagas debut awalnya ke dapur rekaman dengan mengusung lagu-lagu berirama jazz. Kehadirannya di blantika musik jazz disambut baik setelah sekian lama penikmat musik jazz menantikan regenerasi dari Margie Sigers dan Rien Djamain.
 
Setahun kemudian bersama Ireng Maulana All Stars, ia kembali merilis album berirama bossanova yang di padukan dengan lagu-lagu karya ciptaan sang legendaris, Rinto Harahap. Kemudian disusul album Cintaku Abadi (1984) ciptaan Buche Tess dan Walau dalam Mimpi (1985) hasil ciptaan David Messakh.
 
Namanya semakin dikenal luas, setelah ia membawakan lagu ’Kasih’ ciptaan Richard Kyoto yang direkam tahun 1986. Lewat album ini pula ia dinobatkan sebagai Penyanyi Jazz Terbaik pilihan angket pembaca tabloid Monitor dan juga mendapatkan nominasi sebagai album terbaik dari BASF Award. Tiga tahun kemudian, lewat karya Ryan Kyoto yang lain, yakni ’Pasrah’ semakin memantapkankan kariernya di dunia tarik suara.
 
Tahun 1990-an, Ermy mulai berkolaborasi dengan musik daerah dan musisi lain. Di mulai pada tahun 1991, ketika ia merilis album kolintang bertajuk O, Ina Ni Keke bekerjasama dengan Rupata Grup. Setahun kemudian, Ermy menghadirkan album Siapa Sangka dengan Fariz RM, Billy JB, Chandra Darusman, dan Purwatjaraka. Selain itu bersama Indra Lesmana, ia membuat Album kolaborasi yang ternyata sukses di pasaran. Album tersebut juga berhasil memperoleh predikat sebagai Album Terbaik di ajang bergengsi AMI Sharp Awards tahun 2000.
 
Agustus 2007, Ermy kembali merilis album terbarunya bertajuk Di Hatiku. Album yang dibantu musisi Yopie Item itu berisi 10 lagu, lima di antaranya lagu-lagu anyar dan lainnya lagu lama. Pada tahun yang sama, ia di undang menjadi bintang tamu dalam album terbaru sebuah grup musik berirama latin, Primavera. Dalam album yang bertitel Primavera The Beginning ini Ermy mendendangkan tiga lagu dengan irama latin bossanova, yaitu Juwita Malam karya Ismail Marzuki, serta Saat-Saat Yang Indah dan Salahkan yang diciptakan oleh Primavera sendiri.
 
Sejak mulai berkarier di tahun 1973, Ermy tercatat telah menelurkan lebih dari 20 album. Kini ia masih sering tampil di berbagai konser musik di tanah air seperti yang ia lakukan di Vista Sidewalk Cafe, Surabaya pada bulan Februari 2008, yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat surabaya.
 
Menikah untuk yang kedua kali dengan Muhammad Ramli Enci Abdul Rojak dari pernikahannya ini, ia di karuniai seorang anak Nurul Aini
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...