Erni Djohan

Nama :
Ernie Djohan

Lahir :
6 April 1951

Prestasi :
Sepuluh besar Radio Singapore’s Talentime (1962),
Juara pertama All Singapore’s School Talentime

Rekaman Pertama :
Singapura (1962) di Philipps Recording Company.Lagu Hits :
Teluk Bayur,
Senja di Batas Kota,
 Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Pasti Berlalu, Berikan Daku Jawaban,
Semau Gue, dll.

Filmografi :
Belaian Kasih,
Tiga Sekawan,
Ateng Kaya Mendadak,
Si Mamad,
Atheis,
Ateng Sok Tahu,
Sebelum Usia 17 Tahun, Honey Money and Jakarta Fair,
Si Doel Anak Modern.
 


Penyanyi
Ernie Djohan
 
 
 
 
Lahir dari keluarga diplomat M. Djohan Bakhaharudin yang pernah bermukim di Den Haag, Belanda, dan Singapura. Pada usia 11 tahun ia sudah bernyanyi untuk Radio Singapore’s Talentime tahun 1962 dan masuk 10 besar. Pada tahun itu juga, ia menjadi juara pertama All Singapore’s School Talentime. Memulai rekaman pertamanya di Singapura pada tahun itu di bawah bendera Philipps Recording Company.
 
Ernie memiliki album emas yang antara lain berisi lagu-lagu indah semacam Teluk Bayur, Senja di Batas Kota, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang, Kenangan Manis Pasti Berlalu, Berikan Daku Jawaban, Semau Gue, dan lain-lain. Tak hanya menyanyi, Ernie juga sempat bermain film, antara lain Belaian Kasih, Tiga Sekawan, Ateng Kaya Mendadak, Si Mamad, Atheis, Ateng Sok Tahu, Sebelum Usia 17 Tahun, Honey Money and Jakarta Fair, dan Si Doel Anak Modern.
 
Wanita murah senyum itu masih cukup kuat untuk menyanyikan tak kurang dari sepuluh lagu. Suaranya masih stabil pada nomor-nomor terakhir. Ernie Djohan sadar betul bahwa interaksi yang baik dengan penonton merupakan kunci keberhasilan dalam setiap pentas seni apapun, termasuk menyanyi. Untuk itulah, dia berusaha berkomunikasi dengan penonton pada setiap jeda lagu.
 
Perempuan yang telah menapak karier selama 40 tahun itu masih menyanggupi tampil dalam pentas terutama anak-anak dari keluarga tidak mampu. Walupun telah menginjak usia 55 tahun, Ernie masih banyak mendapat job. Ia bisa menyanyikan banyak warna musik, misalnya pop, keroncong dan jazz. Uniknya ia pernah ditawari menyanyi jenis ska. Tapi yang satu ini tentu saja ditolaknya. “Itu, kan, musik anak muda yang tak lagi sesuai dengan saya”, lanjut Ernie yang sering menyanyi bersama anaknya, Shanna Daniela, yang juga penari. Ibu dan anak ini pernah tampil bersama di Eropa dan Amerika dalam rangka misi kebudayaan.
 
Belum lama ini, melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. “Sungguh tidak enak melakukan perjalanan ke luar negeri setelah peristiwa bom Bali”, katanya. Hanya saja, dia kaget sendiri karena di Lax International Airport yang terkenal ketat, di Los Angeles, ia tak diperiksa macam-macam. Dari Los Angeles, ia menentukan memakai perjalanan darat ke tujuan berikut, yakni San Francisco, menghadiri acara pernikahan keponakannya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...