Erwin Guttawa

Nama :
Erwin Gutawa
 
Lahir :
Jakarta, 16 Mei 1962
 
Pendidikan :
SD di Jakarta,
SMP di Jakarta,
SMU di Jakarta,
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1986)
 
Profesi :
Pemimpin Erwin Guttawa Orkestra,
Produser Konser
 
Karier :
Karimata Band,
Orkes Telerama,
Pemain bass grup Trans,
Produser Koner EG,
Pendiri Bass Productions,
Pemimpin Erwin Guttawa Orchestra
 
Album :
Badai Pasti Berlalu (1999)
Dekade (2002),
Salute to Koes Plus/Bersaudara (2004),
Rockestra (2007),
Di Atas Rata-Rata (album kompilasi anak-anak, 2013)
 
Filmografi :
Sebatang Kara (1973),
Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974),
 Fajar Menyingsing (1975)
 
Karya (antara lain) :
Orkestra Telerama (1980),
Konser Ruth Sahanaya (1993),
Konser Chrisye (1994 & 2000),
Konser Sheila Madjid (2000),
Konser Spirit of Ramadhan (2008),
Konser Salute to Koes Plus,
Album Kedua Edo Kondolongit,
Album Risau Atiek CB
 
Penghargaan :
Juara lomba Penyanyi Cilik se-DKI (1972),
Pemain Bass Terbaik dalam Festival Band antar siswa se-Jakarta (1980),
Plakat Platinum atas kesuksesan album Salute to Koes Plus yang terjual lebih dari 200.000 dari Sony Music (2004),
Penata Musik Terpuji Festival Film Bandung (2015)

Seniman Musik
Erwin Guttawa
 
 
 
Komponis, penata musik, konduktor, produser konser dan pemain bass ini lahir di Jakarta, 16 Mei 1962. Anak ke dua dari tujuh bersaudara pasangan Gutawa Sumapraja (alm) dan Sariati Kodiat ini mulai memperoleh pendidikan musik secara formal dengan mengikuti les piano klasik selama dua tahun, semenjak masih duduk di kelas 4 SD di Jakarta. Sejak kelas 6 SD, ia sudah bermain band secara amatir sebagai pemain bass.

Mulai terjun ke industri musik rekaman dan panggung secara profesional pada tahun 1980, sebagai pemain bass grup Trans yang dipimpin oleh Fariz RM, ketika ia masih duduk dibangku di SMU. Pada periode waktu yang sama, ia mulai bergaul dengan permainan musik orkestra untuk musik pop dan menjadi bassis pada Orkes Telerama pimpinan Isbandi yang ditayangkan oleh TVRI. Isbandi-lah yang memberinya pengalaman pertama membuat aransemen musik untuk lagu Tudung Periuk yang dibawakan oleh orkestra yang ia selesaikan dalam waktu 10 hari.
 
Setelah lulus dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 1986, ia terjun sepenuhnya ke bidang musik. Tahun 1985-1993, ia bergabung dengan gruo Karimata, sebuah band yang beraliran fusion jazz. Band ini sempat merilis lima album, Sebelum akhirnya bubar ditahun 1994. Band tersebut beranggotakan antara lain, Erwin Guttawa (bass), Candra Darusman (keyboard), Denny TR (gitar), Aminoto Kosin (piano) dan Uce Haryono (drum) yang akhirnya digantikan oleh Budhy Haryono.
 
Tahun 1993, membentuk Erwin Gutawa Orkestra di Jakarta, dimana ia menjadi konduktor, aranjer musik, sekaligus sebagai produser konser bersama Jay Subijakto. Tercatat, ia telah menggarap 25 aransemen lagu untuk konser grup tersebut selama sekitar dua bulan. Salah satu Konser yang pernah di gelarnya adalah Konser Marhaban Ya Ramadhan The Spirit of Ramadhan”di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.
 
Selain aktif dalam dunia musik, Erwin juga di kenal turut membintangi beberapa film pada periode tahun 1970-an. filmnya antara lain Sebatang Kara (1973), Jangan Kau Tangisi (1974), Permata Bunda (1974) serta Fajar Menyingsing (1975). Menikah dengan Lutfi Andriani, dikaruniai 2 anak, Aluna Sagita (Gita Gutawa), dan Aura Aria (Rara Gutawa). Saat ini anaknya, Gita Gutawa juga turut mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang musikus di Indonesia
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...