Godod Sutejo

Nama :
Sutejo
 
Lahir :
Dusun Tameng, Girikikis, Giriwoyo, Wonogiri,
 Jawa Tengah,
12 Januari 1953
 
Pendidikan :
ASRI
 
Aktifitas Lain
Pendiri dan mantan ketua Koperasi Seniman Ancol Jakarta,
Pendiri SEKATA Yogyakarta, Pendiri Beber Seni Yogyakarta
 


Pelukis
Godod Sutejo
 
 
 
Pelukis kelahiran 12 Januari 1953, di Dusun Tameng, Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini bernama asli Sutejo. Anak ke-2 dari 5 bersaudara dari pasangan Soetihartini dan S. Siwomihardjo. Di lahirkan dan di besarkan dalam keluarga yang mencintai seni. Ayahnya seorang penari yang mempunyai keahlian menggambar, khususnya objek wayang dan pemandangan alam. Ketika berusia 10 tahun ibunya wafat. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Taroesarkoro, seorang abdi dalem kraton Mangkunegaran Solo yang juga seorang dalang dan penari. Sedangkan nama Godod sendiri merupakan tambahan nama yang di berikan oleh neneknya karena postur tubuh gemuk kekar. Pada waktu-waktu tertentu, ia sering menunggui ayahnya menggambar wayang dengan oker, kemudian ikut-ikutan membuat wayang dengan bahan baku kertas kardus.
 
Atas saran guru menggambarnya, begitu lulus SMA ia masuk ke ASRI. Setelah lulus hasrat melukisnya semakin menggebu. Ia menjelma menjadi pelukis yang unik dan penuh misteri. Kerap merekam objek dalam bentuk kecil seolah tampak dari kejauhan. Ciri khas lukisannya tersebut diperoleh ketika menjalani ‘laku spiritual’ di Pantai Samas sekitar tahun 1972. Selama sebulan ia berada disitu. Suatu sore ia melihat para nelayan berjalan pulang dari melaut. Dari kejauhan, nelayan itu berjalan berarak-arak seperti berbaris, kelihatan begitu kecil dengan latar belakang laut dan langit biru yang luas serta hamparan pasir yang membentang. Itulah awal mulanya ia melukis dengan obyek tampak di tengah lingkungan atau latar belakang alam yang besar, luas, dan membentang. Selain itu ada hal unik lain yang diterapkannya dalam menghargai lukisannya. Ia menghargai lukisannya Rp 2.000,-/cm². Bagi kolektor yang ingin membeli karyanya bisa memperkirakan sendiri berapa uang yang mesti di keluarkan. 
 


Pantai Pangandaran (1996)

Karya-karyanya memiliki misi perdamaian diri pribadi, lingkungan, dan dunia. Pelukis yang gemar menggoreskan kuasnya dalam garis alam yang cenderung sepi namun tentram ini telah berpameran dari satu kota ke kota yang lain, diantaranya Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Surabaya, Bali, Solo, Padang, Aceh, dan beberapa kota di Kalimantan. Ia juga pernah berpameran di luar negeri yakni di Swiss dan Australia.
 

 
Mengawali pameran tunggalnya pertama kali di Galeri Mini Pasar Seni Jaya Ancol, (Jakarta, 1979). Selanjutnya tercatat ia pernah mengadakan pameran tunggal di Prisma Gallery (Swiss), Balai Budaya (Jakarta), Galeri Senopati (atas sponsor Pusat Kebudayaan Perancis), Centre de Beaute (Jakarta), Indosteak Restaurant (Jakarta), Sari Pan Pacific (Jakarta), Posnya Seni Godod (Yogyakarta), Galeri Seni Rupa Milenium (Jakarta), Kantor Perwakilan DI Yogyakarta, Menteng (Jakarta), dan di Tembi Art Gallery (Jakarta). Sedangkan untuk aktivitas pameran bersama, tercatat ia telah lebih dari 50 kali mengikuti pameran bersama, yang diawalinya pertama kali dengan mengikuti pameran bersama di Art Fair Taman Ganesa Bandung,
 
Pendiri yang pernah pula menjadi ketua Koperasi Seniman Ancol Jakarta, SEKATA Yogyakarta dan Beber Seni Yogyakarta  ini juga cukup aktif sebagai organiser seni professional. Ia berhasil menyelenggarakan berbagai pameran seni baik untuk komersial maupun untuk amal di beberapa kota di Indonesia. 
 
Kini ia tinggal menetap di Suryodiningratan MJ II / 641 Yogyakarta, bersama sang istri Sugiarti dan keempat orang anaknya As Truni Ahingani, Gongsor Giriworo, Sanga Nawa Songo dan Wra Isworo Nabastala. Ia juga menjadikan rumahnya menjadi galeri lukisan dan studio yang ia namakan Posnya Seni Godod. Bahkan galeri lukisan yang ada di rumahnya tersebut kerap di gunakan para pelukis berbakat seperti Ledek Sukadi, Hono Lette, Sumadi, Supri Cement, M. Sabar, Gondrong Chamzoery, Rujiman, Edi Purwanto dan beberapa nama lain untuk merintis nama di khasanah dunia seni Indonesia.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...