Hardi

Pelukis
Hardi
 
 
 
 
Seniman lukis ekspresionis ini lahir di Blitar, Jawa Timur, 26 Mei 1951. Tahun 1971-1974 berkuliah di STSRI ASRI di Yogyakarta, kemudian tahun 1975-1977 melanjutkan studinya di De Jan Van EYC Academie di Maastricht, Belanda. Selain belajar melukis secara formal, ia juga menimba ilmu melukisnya dengan berguru kepada Daryono, Prof. Hans Seur dan Prof. Pieter De Fesche. Sempat berpameran tunggal di Heerlen, Belgia, pada 1976. Pameran bersama dengan berbagai kelompok pelukis, sudah tak terhitung, lebih dari 200 kali, karena nyaris tiap bulan dia pameran, di Indonesia, Belanda dan ASEAN.
 


Penari Topeng Betawi,       100 x 150 cm, 1992

Pada 5 Desember 1978, ia ditangkap dan meringkuk di tahanan Laksusda Jaya, karena lukisan foto dirinya, yang berukuran 60 x 30 cm, dengan pakaian jendral berbintang dan bertajuk Presiden Tahun 2001, Soehardi. Pamasangan foto dirinya di tengah pemerintah represif dan militeristik Orde Baru merupakan protes dan perlawanan, sekaligus tantangan kepada penguasa. Namun, berkat campur tangan Wakil Presiden Adam Malik, ia dibebaskan.
Memiliki kepribadian terbuka dan blak-blakan, kadang meledak-ledak. Seorang kolektor dan pengamat karyanya menandai perubahan karya lukisnya di era 1970-80an yang banyak mengekspos masalah sosial, dan menjadi salah satu anggota gerakan seni rupa baru yang fenomenal, menjadi karya-karya yang teduh, meski tetap dengan sapuan yang galak.

Karya-karyanya banyak dikoleksi oleh pribadi, lembaga swasta dan lembaga pemerintahan antara lain Museum Seni Rupa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI, Bank Indonesiaa dan Taman Ismail Marzuki. Terakhir, pelukis yang telah lebih seperampat abad berkarya tanpa memiliki konsep yang baku ini aktif dan menjadi Ketua Umum Seniman Indonesia anti Narkoba (SIAN), sebuah organisasi masyarakat dibawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN)
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 

Nama :
KRP Hardi Danuwijoyo
 
Lahir :
Blitar, Jawa Timur,  
26 Mei 1951
 
Pendidikan :
Akademi Seni Rupa Surabaya
(1970),
STSRI ASRI di Yogyakarta
(1971-1974),
De Jan Van EYC Academie, Maastricht, Belanda 
(1975-1977)
 
Aktifitas :
Mendirikan HIPTA (1987),
Ketua Umum Seniman Indonesia Anti Narkoba (2007),
Host Radio TRIJAYA FM dalam acara SKETSA NEGERI
 
Pencapaian :
Tokoh Whos Who Asia di Televisi NHK, Jepang (1999),
Insan Permata Award dari Bank Permata (2004)
 
Karya Tulis antara lain :
Lintas Pikiran Pelukis Hardi: Seni, Uang, Rakyat (2011),
Hardi : Seni dan Politik (2011),
Wayang for the World (2013)

You may also like...