Hardiman Radjab

Nama :
Hardiman Radjab
 
Lahir :
Malang, Jawa Timur,
13 Juli 1960
 
Pendidikan :
Jurusan Kriya Kayu, FSRD IKJ (1981-1987)
 
Penghargaan :
Medali emas sebagai Penata Artistik terbaik (2006),
Penghargaan Satyalancana Wira Karya (2006),
Majalah Tempo menobatkannya sebagai Lima yang Terpilih (2006)


Seniman Seni Rupa
Hardiman Radjab
 
 
 
Dilahirkan di Malang, Jawa Timur, 13 Juli 1960. Berlatar belakang pendidikan Jurusan Kriya Kayu, FSRD IKJ (1981-1987). Seniman senirupa ini terkenal sebagai manusia koper, karena di dalam kopernya terdapat miniatur apa saja yang bisa kita jumpai dalam waktu kehidupan sehari-hari. Ia juga mengerjakan karya patung, instalasi, diorama, mobil hias dll.
 
Sangat terkenal di kalangan seniman teater, sebagai Penata Artistik yang piawai dan handal. Kedekatan Hardiman pada dunia artistik panggung teater diakuinya sebagai salah satu metode menata sebuah pameran untuk menampilkan karya-karyanya di ruang publik. Beberapa kelompok teater yang penataan artistiknya tangani olehnya antara lain, teater Tanah Air selama 20 tahun lebih. Termasuk untuk  Teater Seni Rupa ’Bumi di Tangan Anak-anak’ karya Danarto, yang di pentaskan pada ’The Asia-Pacific Festival of Children’s Theatre’ di Toyama-Jepang 2004 serta ’Spectacle WOW a Visual Theatre Performance, karya Putu Wijaya yang dpentaskan untuk  9th World Festival of Children’s Theatre di Lingen (Ems)-Jerman 2006.
 


Made in Indonesia, 50 x 65 x 70 cm ,
mixed media (2006)

 
Namun minatnya lebih condong pada seni murni, sebagaimana nampak pada karya-karyanya. Namun, semua itu berlangsung secara metamorfosis.  Pendidikan yang ditempuhnya, mendekatkan ia pada obyek-obyek kecil sebagaimana tradisi kriya. Karya-karya instalasinya memperlihatkan karakter khusus, baik dilihat dari medium maupun bentuk-bentuk yang dikembangkannya. Ia banyak berangkat dari bentuk obyek sehari-hari seperti gitar, miniatur gedung, mobil, koper. Ia juga mengerjakan karya patung, Intalasi, Diorama, Mobil Hias, dll. Atas proses kreatifnya dalam berkarya, ia pernah meraih medali emas sebagai Penata Artistik terbaik. Tahun 2006, memperoleh penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden R.I. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu Sebagai tokoh Seni Rupa, majalah Tempo menobatkannya sebagai Lima yang Terpilih 2006.

 
Banyak melakukan pameran tunggal maupun bersama. Pameran Tunggalnya antara lain: ’Serikat Barang’ (2002) di  Galeri Cipta II, TIM. ’Riwayat Koper’ (2006) di Galeri Lontar, Jakarta. ’Berkoper-Koper Cerita’ (2007) di Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta, Rumah Seni Yaitu, Semarang, dan Galeri Soemardja, Bandung.
 
Sedangkan Pameran Bersama yang pernah di ikutinya antara lain: ’Interpellation’ (2003), Galeri Nasional, Jakarta. ’Bukti Diri’ (2004), Galeri Cipta II, TIM, Jakarta. ’Emang Gue Pikirin’ (2005), Kelompok Metromini, Galeri Cipta II, TIM. Republik Togel (2005), Kelompok Metromini, Galeri Lontar, Jakarta. ’Mata-Mata Jakarta’ (2006), Galeri Nasional, Jakarta. CP Biennale ’Urban Culture’ (2006), Kelompok Metromini, Museum Bank Indonesia, Jakarta. ’Beyond the Limit and its Challenges’ (2006), Biennale Jakarta 2006, Galeri Nasional, Jakarta. ’Embodying The Present’, Tonyraka Gallery, Ubud, Bali. ’Domestic Artobject’, Jogya Gallery, Yogyakarta; Kriya Kontemporer Jakarta. ’Next’, Galeri Lontar, Jakarta. ’FETISH’, Biasa Art Space Seminyak, Bali.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...