Harris Pribadie Bah


Sutradara Teater
Harris Priadie Bah
 
 Lahir di Jakarta, 7 Januari 1966. Tahun 1986 ia belajar teater secara formal di Sekolah Teater dan Film (STF) yang dikelola oleh Gerson Poyk, Motinggo Busye, Leon Agusta, Adi Kurdi, Remy Sylado dan M. Nizar serta banyak lagi seniman besar lainnya. Tahun 1987-1990, ia aktif di Teater Sae. Di tahun 1989 ia mendirikan kelompok Teater Kami, sebuah kelompok kesenian yang memberikan perhatian pada tema-tema sosial kemanusian.
 
Bekerja sebagai sutradara, pemain, perancang artistik, perancang kostum, dan sekaligus pimpinan produksi dalam setiap produksi pemanggungannya. Tercatat telah duapuluhan karyanya yang telah dibuat, baik yang berangkat dari teks dramatik karya sendiri maupun teks dramatik karya asing. Bersama Teater Kami, Harris dengan intens menjalin kerjasama budaya dengan pusat-pusat kebudayaan asing, seperti British Council, Erasmus Huis, The Japan Foundation dan Australian Institute.
 

Tahun 1994 tinggal di Sintang, Kalimantan Barat, selama enam bulan dengan dibiayai oleh Pemda setempat dalam rangka menggali potensi kesenian masyarakat Dayak dan kemudian mengangkat satu kekayaan hikayat Legenda Dara Muning untuk dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah dan Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Tahun 2000, diundang ke Jepang oleh The Japan Foundation Tokyo untuk mengamati dan mempelajari perkembangan seni pertunjukan di Jepang. Pada tahun 2004, diundang oleh Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai pengamat Festival Seni Teater Malayu ASEAN. Tahun 2003-2005, ia bekerja sebagai sekretaris program dan sekaligus sebagai ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta.


Gegerungan (2009)

 
Pernah menjadi anggota tim seleksi penerima Hibah Seni dari Yayasan Kelola. Asisten sutradara film Jamila dan Sang Presiden karya sutradara Ratna Sarumpaet. Penggagas dan sekaligus ketua ketua pelaksana acara ‘Play On’, sebuah program pemutaran dan diskusi karya film pendek para pekerja teater. Sejak tahun 2011 hingga sekarang, ia menjadi pemimpin redaksi Koran teater satu-satunya di Indonesia ‘Dramakala’ yang diterbitkan oleh Indonesian Dramatic Educators Asosiation (Ideal) London School of Public Relation. Menggagas dan menjadi juri dalaam ‘Dramakala Fest’, sebuah forum teater berskala nasional yang diselenggarakan setia tahunnya.
 
Mantan manager grup band reaggea Lokal Ambience dan pengajar mata kuliah Introduction of Performing Art Communication di STIKOM LPSR Jakarta ini, meenikah dengan Ribka Maulina Salibia, seorang penggiat teater yang sangat milian. Dikaruniai 2 orang anak, Salto Karakterika Bah dan Salvo Genesis Salibia.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Harris Priadie Bah
 
Lahir :
Jakarta, 7 Januari 1966
 
Pendidikan :
Sekolah Teater dan Film(1986)
 
Aktifitas Lain :
Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2003-2005),
Pemeimpin Redaksi Koran Teater Dramakala
 (2011 s/d sekarang),
Pengajar STIKOM LPSR Jakarta (2012 s/d sekarang)
 
Naskah Teater :
Berita Cuaca (1989),
 Resolusi Tiang Gantungan (1990),
Datang dan Pergi (Come and Go), teks dramatik Samuel Beckett (1991),
 Bicara Pada Bulan, teks dramatik Desiderius Erasmus (1992),
 Who, teks dramatik Jack Hibberd (1994),
One For The Roads, teks dramatik Harold Pinter (1995),
Kupanggil Namaku Russy Maulina (The Web), teks dramatik Eugene O’neil (1996)
 Jakarta Mop, 2 buah teks dramatik Jack Hibberd (1997), Lampoe Mendjelma Api Dalam Toeboehkoe (Shogo No Densetsu), teks dramatik Betsuyaku Minoru (1998),
Skenario Kepahitan Sepotong Mantel dan Sebuah Kecemasan (The Overcoat), teks dramatik Jack Hibberd (1999)
Chushingura, teks dramatik Takeda Izumo, Miyoshi Shoraku, Namiki Senryu (2000),
 Fragmentasi Suatu Bencana Yang Diandaikan (2000), Bebasari, teks dramatik Roestam Effendi (2001),
In Memoriam Tanah dan Air Api……Chuaah (2002),
Telur Matahari, teks dramatik Afrizal Malna (2003)
Seekor Kuda, Segelas Jus, di Tepi Sungai Tak Ada Kunang-kunang (Kami Wo Kakiageru), teks dramatik Suzue Toshiro (2004),
Kwartet Kematian dan Berkas-berkas Ingatan Sang Perawan (Death And Maiden), teks dramatik Ariel Dorfman (2004)
The Key, teks dramatik Tina Silvana berdasarkan Alkitab (2005),
Gegerungan (2009)

You may also like...