Hartati

Nama :
Hartati
 
Lahir :
Jakarta, 27 Februari 1966
 
Pendidikan :
SMKI Padang Jurusan tari  (1986),
IKJ Jurusan Tari (1986-1995)
 
Aktifitas Lain :
Asisten Pengajar Jurusan Tari IKJ (1991-1997),
Pengajar mata kuliah koreografi dan tari Minang (2007 s/d sekarang),
Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2013-2015),
Pengajar tidak tetap di Prodi Tari Institut Kesenian Jakarta
 
Pencapaian :
Juara III festival koreografer IPPD,
Mendapatkan Hibah dari yayasan Kelola (2002),
Empowering Women  dari Yayasan Kelola (2007-2008),
 
Karya Tari :
Sentak,
Pinto jo Pintel
(Gumarang Sakti),
Parimabangan jo Patantangan,
Martabat,
(Gumarang Sakti),
 Suap (Gumarang Sakti, 1997),
Sayap yang Patah (2001)
Membaca Meja (2002),
Ritus Diri (2004),
Terbelah,
Cabik,
Takusai,
Bakucindan,
Hari ini,
In(side) Sarong In(sight) Sarong (2007),
Hari Ini (2007),
Cinta Kita (2008),
Kutub (2008),
In/Out (2009),
Serpihan, Jejak, Tubuh (2012) ,
Wajah (2013)

Koreografer Tari
Hartati
 
 
Lahir di Jakarta, 27 Februari 1966.  Besar di desa kecil  di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat. Belajar menari sejak kecil di Minangkabau. Sebagai penari ia sering kali tampil dalam karya koreografer Indonesia antara lain: Deddy Luthan, Tom Ibnur, Wiwiek Sipala, Yulianti Parani, Farida Oetoyo, Sentot, Sukarji Sriman, Sardono W. Kusumo, Gusmiati Suid, dan Boi G. Sakti. Sebagai penari dan koreografer ia pernah menggelar karya-karya, antara lain; di tahun 1987 menjadi pelatih tari massal dalam acara Sea Games XIV di Jakarta, tahun 1988 ikut tur ke Padang, Solo dan Semarang bersama rombongan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan karya Kurenah dan Ganto Sarasah, tampil bersama pusat latihan Gusmiati Suid di Teater Tertutup TIM dengan karya Ganto Sarasah dan bersama rombongan IKJ jurusan tari ke Sabah, Malaysia di tahun 1989.
 
Pernah juga ikut dalam produksi Gumarang Sakti di International Festival of Academies Hongkong. Meraih juara III dalam festival Koreografi IPPD dengan karya tarinya ‘Sentak’. Tahun 1990 bersama Gusmiati Suid ia menggarap tari massal PORDA III Sumatera Barat dengan judul ‘Pinto jo Pintel’. Melalui karyanya ‘Parimbangan jo Patantangan’ ia berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia dalam acara The 2nd Asean Dance Festival bersama Direktorat Kesenian.
 
Sebagai penari ia pernah tampil dalam acara tur promosi Asia Tenggara ke Kanada, setelah itu bersama Gumarang Sakti tampil dalam 14th Festival of Asia art di Hongkong dan tampil dalam Forum Penata Tari Muda oleh Dinas Kebudayaan DKI dengan karya ‘Terbelah’.  Di tahun 1993, ia tampil bersama Boi Sakti Dance Theater di TIM Jakarta dan langsung dilanjutkan dengan tur ke Jawa. Pernah membentuk Grup Forum Tari Putik bersama rekan-rekannya di IKJ dan menampilkan beberapa karya tari di ASKI Padang Panjang dan Taman Budaya Padang. Ia juga pernah tampil dengan 9 Penata Tari Muda di Teater Tertutup TIM dengan karya ‘Cabik’ dan tampil dalam Indonesian Dance  Festival (IDF) dengan karya ‘Takusai’.
 

Ia selalu tampil dalam acara-acara yang bersifat International seperti dalam acara The 3rd Asean Dance Festival di Manila, Phillipina, bersama Direktorat Kesenian dan Gumarang Sakti dalam 100 Jahre Moderner Tanz International Festival NRW. Sementara sebagai koreografer ia pernah tampil bersama Gusmiati Suid dalam karya Martabat di JIFPA Gedung Kesenian Jakarta. Pernah ikut berpartisipasi dalam Indonesian Delegation of Arts di Bogota, Kolombia, dengan karyanya ‘Bakucindan’ bersama Dirkes. Bersama Sardono W. Kusumo tampil di Festival Musik Fukuoka, Jepang, sebagai penari. Bersama Boi G Sakti ia ikut serta pergelaran dan workshop di Mahidol University dan Saeng Arun di Bangkok dan Chiang Mai, Thailand. Diundang ke UCLA, Amerika Serikat sebagai peserta APPEX Program (Asian Pacific Performance Exchange Program).
 

 
 
Karya pertamanya sebagai koreografer Gumarang Sakti, yang bejudul ‘Suap’ dipentaskan di Gedung kesenian Jakarta tahun 1997. Selanjutnya ‘Sayap Yang Patah’ di pentaskan di Gedung Kesenian Jakarta tahun 2000. Tahun 2002, ia mendapat Hibah Kelola untuk karya ‘Membaca Meja’. Masih di tahun yang sama, ia menjadi salah satu koreografer Pembukaan Esplanade Singapura (Theatre on the Bay). Selanjutnya berturut, turut, ‘Ritus Diri’ (Arts Summit, 2004). Selama 2007-2009, ia mendapatkan dana dari Empowering Women Artist-Yayasan Kelola sehingga ia dapat menyelesaikan tiga karya tari, ‘Hari Ini’, ‘Cinta Kita’, dan ‘In/Out’. Pada 2007, ‘In (Side) Sarong, In (sight) Sarong’ dipentaskan dalam Five Pieces New Dance in Indonesia. Di museum nasional Singapura. Pada 2008, ia menjadi salah satu koreografer yang tampil dalam Indonesian Dance Festival 2008, dan karya ‘Kutub’ dipentakan di Salihara pada tahun yang sama. Sementara pada 2010, ‘In/Out’ diundang ke Brisbane Festival di Australia. Tahun 2012, ia kembali tampil dengan karya ‘Serpihan, Jejak, Tubuh’.
 
Sempat tiga tahun ia jeda berkarya. Tahun 2007, ia memutuskan untuk kembali terjun ke dunia tari, mengerjakan komisi program Empowering Women Artist (EWA) dari yayasan Kelola. Bersama Gumarang Sakti, ia menjadi bagian penting proses mewacanakan tubuh tari Minangkabau di dunia tari kontemporer Indonesia periode 1990-an dan awal 2000-an. Dengan bekal kesadaran telah mewarisi tubuh Minang (bentuk gerak dan gaya ucap), seperti yang di rumuskan oleh Hoerijah Adam dan Gusmiati Suid, ia pun tidak lagi memusatkan pencarian bentuk gerak dan gaya ucap (idiom) tari. Melainkan, sejak 2007, ia mencari jalan mentransformasi irama silat ke dalam praktik koreografiknya.   
 
Sejak tahun 2010, ia terlibat sebagai salah satu kreator Musikal Laskar Pelangi yang telah melakuan pertunjukan 70 kali pementasan di Teater Jakarta-TIM dan Esplanade (Singapura). Pada tahun 2011, ua menjadi koreografer pembukaan Sea Games ke-26 di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Ia banyak bekerja sama dengan Erwin Gutawa dan Jay Subiakto di berbagai kesempatan. Selama tahun 2012, ia menjadi konseptor dan koreografer pada pertunjukan Sawah Lunto Kreatif dalam program Restorasi Songket Silungkang dan pada pertunjukan akhir tahun Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan judul Kampung Wisata Seni Indonesia. Berbagai program pertukaran, residensi, mengikuti workshop dan member workshop didalam maupun diluar negeri yang telah dijalaninya adalah untuk menggali dan memberi ilmu. Saat ini ia adalah pengajar tidak tetap di Prodi Tari Institut Kesenian Jakarta.       
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...