Helvy Tiana Rosa

Nama :
Helvy Tiana Rosa
 
Lahir :
Medan, Sumatera Utara,
 2 April 1970
 
Pendidikan :
S-1 Fakultas Sastra UI,
S-2 Fakultas Ilmu Budaya, UI,
S-3 Pendidikan Bahasa UNJ (Sedang Berlangsung)
 
Profesi :
Penulis,
Direktur Lingkar Pena Publishing House,
Redaktur dan Pimpinan Redaksi Majalah Annida (1991-2001),
Sutradara Teater Bening (1991-2003)
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
 
Organisasi :
Wakil Ketua Persatuan Sastrawan Muslim Sedunia wilayah Indonesia,
Pendiri dan Ketua Umum Forum Lingkar Pena
(1997-2005),
Anggota Komite Sastra DKJ (2003-2006),
Ketua Majelis Forum Lingkar Pena (2005-2009),
Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara (2006 s/d sekarang),
Anggota Komite Kuntowijoyo Award (2008 s/d sekarang),
Pendiri dan Pembina
 Bengkel Sastra UNJ
(2008 s/d sekarang)
 
Karya Buku :
Bukavu,
Kumpulan Cerpen (2008),
Catatan Pernikahan,
Kumpulan Esai (2008),
Tanah Perempuan, Drama (2007), 
Bukan di Negeri Dongeng (2003),
Segenggam Gumam (2003), Lelaki Kabut dan Boneka/Dolls and The Man of Mist, (2002),
Wanita yang Mengalahkan Setan, (2002),
Pelangi Nurani (2002),
 Titian Pelangi (2000),
Hari-Hari Cinta Tiara (2000), Akira (2000),
Pangeranku (2000),
 Manusia-manusia Langit (2000),
Sebab Sastra yang Merenggutku dari Pasrah (1999),
Mc Alliester (1996),
 Kembara Kasih (1999), Nyanyian Perjalanan (1999), Hingga Batu Bicara (1999), Lentera (1999),
 Ketika Mas Gagah Pergi (1997),
Tanah Perempuan
(Skenario, 2009)
 
Karya Antologi :
 Sajadah Kata (2002),
Grafifiti Gratitude (2001),
Horison Sastra Indonesia (2002),
Dunia Perempuan (2002),
Ini Sirkus Senyum (2002),
Luka Telah Menyapa Cinta (2002),
Kado Pernikahan (2002),
Angkatan 2000 Dalam Sasta Indonesia (2002),
Kembang Mayang (2000),
Dari Fansuri ke Handayani (2001),
Ketika Duka Tersenyum (2001),
Sembilan Mata Hati (1998)
 
Penghargaan :
Juara III Lomba Cipta Puisi Yayasan Iqra, tingkat Nasional (1992),
Cerpen Terbaik Majalah Sastra Horison (1990-2000),
Lingkar Pena Award sebagai Kumpulan Cerpen Terpuji (2002),
Tokoh Pembukuan IBF Award IKAPI (2006),
Tokoh Sastra Eramuslim Award (2006),
Danamon Award untuk Forum Lingkar Pena yang ia dirikan (2008),
PKS Award (2012)
 


Helvy Tiana Rosa
 
 
 
Lahir di Medan, Sumatera Utara, 2 April 1970. Putri dari pasangan Amin Usman asal Aceh dan Maria Erry Susianti yang merupakan keturunan Tionghoa. Sarjana Sastra dari Fakultas Sastra UI. S-2 di Fakultas Ilmu Budaya, UI dan kini sedang menempuh program S-3 Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia dikenal sebagai penulis cerpen, puisi, esai, dan naskah drama.
Pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) dan Menjadi Ketua Umumnya sejak 1997. Mantan redaktur dan pemimpin redaksi majalah Annida (1991-2001) ini pernah mengikuti Program Penulisan Cerpen yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (1998).
Pernah diundang dalam berbagai acara sastra di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand serta pernah membacakan karyanya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir (2002). Tahun 2003, diminta menyampaikan ceramah sastra di Universitas Michigan dan Universitas Wisconsin, Amerika Serikat. Tahun 1980-1990 memenangkan berbagai perlombaan menulis tingkat provinsi dan nasional.
Namun menurutnya yang paling berkesan ketika karyanya Fisabilillah”menjadi Juara III Lomba Cipta Puisi Yayasan Iqra, tingkat nasional (1992), dengan HB Jassin sebagai Ketua Dewan Juri. Karyanya, Jaring-Jaring Merah” terpilih sebagai salah satu cerpen terbaik Majalah Sastra Horison dalam satu dekade (1990-2000). Karya Lelaki Kabut dan Boneka mendapat Lingkar Pena Award sebagai Kumpulan Cerpen Terpuji (2002).
Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing seperti Inggris, Perancis, Jerman, Swedia dan Arab. Novelnya Mc Alliester pertama kali terbit di London, Inggris. Novel ini merupakan novel bersambung di majalah Inthilaq dari bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Akan tetapi penerbitannya sempat mengalami kepelikan. Bukunya ia tulis dengan nama Hamasah, nama tersebut oleh penerbitnya dianggap penulis Timur Tengah. Persoalan hak cipta juga mengemuka di Malaysia. Tahun 2006, karyanya, Spasiba Brat Komarovich, diklaim seorang doctor sebagai karyanya yang diterbitkan di Malaysia,” Padahal tulisan itu sudah terbit di Annida. Saya cuma pengin dia mencavut klaim itu, bukan minta duit,” tutur Helvy yang pernah diundang untuk pelatihan di Hongkong dengan para pembantu rumah tangga.      
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan pengelola Rumah Baca ini juga menurunkan tradisi menulis kepada anak-anaknya, Abdurahman Faiz dan Nadya Paramitha.
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...