Hendra Cipta


Aktor
Hendra Cipta
 
 
 
Bernama asli R. Hendro Sucipto. Lahir di Yogyakarta, 2 Oktober 1947. Pendidikannya setamat SMA ia melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, namun tidak sampai ia rampungkan. Kemudian masuk Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) di Yogyakarta. Terjun ke dunia film untuk pertama kali ketika masih kuliah di Asdrafi, bermain dalam film ‘Pangeran Diponegoro Pahlawan Gua Selarong’ (1972), sebagai peran pembantu.
 
Setelah itu bermain dalam ‘Kabut di Kintamani’ (1972), masih di tahun yang sama, ia kembali berakting dalam film Antara Surga dan Neraka (1972). Selanjutnya, ia mendapat peran antagonis lewat film ‘Si Comel (1973) bersama Lenny Marlina. Namanya mulai bersinar saat berakting dalam film Mei Lan, Aku Cinta Padamu (1974), bermain dengan aktris Eva Devi, besutan sutradara Pitrajaya Burnama.
 
Peran Antagonisnya dalam Si Comel (1974), rupanya tetap melekat erat pada dirinya, buktinya sejak itu, Hendra kerap mendapat peran-peran antagonis di hampir semua film yang diperankannya yang jumlahnya puluhan judul, diantaranya Mistery in Hongkong (1974), Butet (1974), Dikejar Dosa (1974), Selalu Di Hatiku (1975), ‘Bungalow di Lereng Bukit (1976), Ganasnya Nafsu (1976), Liku-liku Panasnya Cinta (1976), Nafsu Serakah (1977), ‘Guna-Guna Istri Muda (1977), Tiga Cowok Bloon (1977), Mat Pelor (1990), Nyi Lamped (1990), Dari Pintu ke Pintu (1991), Bujang Jelihin (1991), Makhluk dari Kubur (1991) dan lainnya.
Ketika dunia perfilman mengalami masa surut, dan sinetron kemudian membooming, ia pun tetap kebanjiran ‘job’ untuk bermain dalam beberapa judul sinetron, baik laga maupun drama. Namun, lagi-lagi tetap berperan sebagai tokoh antagonis. Sebut saja diantaranya Tutur TinularMisteri Gunung Merapi, Angling Dharma, Si Toloy Bocah Sakti, Si Buta dari Gua Hantu, Prahara BataviaWiro Sableng IIJaka Gledek, Kuasa IlahiUnjuk GigiSuratan TakdirSolehaDoa dan Karunia serta puluhan judul FTV lainnya. Belakangan sejak sinetron legenda aksi, surut, sosoknya mulai jarang tampil.
Wafat pada 24 September 2011, di kediamannya, di Perumahan Kreo Asri, Cileduk, Tangerang, akibat penyakit kanker kelenjar getah bening yang sudah lama dideritanya. Dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Meninggalkan seorang istri, Merry Sihombing dan dua orang anak
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

Nama :
R. Hendro Sucipto
 
Lahir :
Yogyakarta, 2 Oktober 1947
 
Wafat :
Cileduk, Tangerang,
24 September 2011
 
Pendidikan :
Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (tidak selesai),
Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi), Yogyakarta
 
Filmografi :
Pangeran Diponegoro Pahlawan Gua Selarong (1972),
Kabut di Kintamani (1972),
Antara Surga dan Neraka (1972),
Tokoh (1973),
Si Comel (1973),
Mei Lan, Aku Cinta Padamu (1974),
Mistery in Hongkong (1974),
Butet (1974),
Dikejar Dosa (1974),
Selalu Di Hatiku (1975),
Rahasia Perawan (1975),
Bungalow di Lereng Bukit (1976),
Ganasnya Nafsu (1976), Liku-liku Panasnya Cinta (1976),
Nafsu Serakah (1977),
Guna-guna Istri Muda (1977),
Tiga Cowok Bloon (1977),
Tinggal Bersama (1977), Nafsu Besar Tenaga Kurang (1977),
Seharum Hati Ibu (1977), Perawan Desa (1978),
 Pacar Seorang Perjaka (1978),
M-5/ Menentang Maut (1978),
Penangkal Ilmu Teluh (1979),
Perjalanan Cinta (1980), Dendam Manusia Harimau (1981),
Hukum Karma (1982), Misteri Ronggeng Jaipong (1982),
 Mendung Tak Selamanya Kelabu (1982),
Jaka Gledek (1983),
Ki Ageng Mangir Banteng Mataram (1983),
Tujuh Wanita dalam Tugas Rahasia (1983),
 Bibir-bibir Bergincu (1984),
Kemilau Cinta di Langit Jingga (1985),
Telaga Air Mata (1986),
 Mat Pelor (1990),
Nyi Lamped (1990),
Dari Pintu ke Pintu (1991),
Bujang Jelihin (1991), Makhluk dari Kubur (1991)
 
Sinetron :
Tutur Tinular,
Misteri Gunung Merapi, Angling Dharma,
Si Toloy Bocah Sakti,
Si Buta dari Gua Hantu, Prahara Batavia,
Wiro Sableng II,
Jaka Gledek,
Kuasa Ilahi,
Unjuk Gigi,
Suratan Takdir,
Soleha,
Safira

You may also like...

Leave a Reply