Herdin Hidayat

Nama :
Herdin Hidayat
 
Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
30 Desember 1959
 
Pendidikan :
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Teater
 
Penghargaan :
Aktor pembantu terbaik pada Festival Sinetron Indonesia 1992 lewat sinetron Fadjar Sadiq,
Meraih Piala Vidia sebagai  aktor utama Terbaik pada FSI 1996  lewat sinetron Norma
 
Sinetron :
Lingkaran (1980),
Natal Putih (1981),
Relung Relung Kehidupan (1983),
Pulang (1984),
Losmen (3 episode, 1986-1987),
Pernikahan Dirah (1990),
Sartika (1990),
Harga Sebuah Persaudaraan (1990),
Desaku Bumiku (1991),
Seputih Hatinya (1991),
Halimun (4 episode, 1991),
Fadjar Sadiq,
Janji Manis (1992),
Pak Ustad dan Sepeda (1992),
Senja Menapak
(15 episode, 1992),
Meniti Pelangi
 (13 episode, 1993),
Anisa (36 episode, 1994),
Aku Mau Hidup
 (6 episode, 1994),
Mencari Pintu Derajat (1994),
Desy Oh Desy (1994),
Kidung Kenangan
(13 episode, 1995),
Ranjang Bayi Terguncang (1995),
Matahari Malam
 (5 episode, 1995),
Istana Cinta (6 episode, 1995), Buah Hati Kami (1995),
Keluarga Sakinah
 (13 episode, 1996),
Bukan Sekedar Sandiwara (1997),
Norma


Aktor Teater
Herdin Hidayat
 
 
Lahir di Bandung, Jawa Barat, 30 Desember 1959. Lulusan Institut Kesenian Jakarta  jurusan Teater. Tercatat pernah ia bergabung dengan beberapa grup teater diantaranya teater-teater bentukan IKJ  seperti Teater lembaga dan memerankan berbagai lakon. Staf pengajar pada Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, sejak tahun 1980 kerap wara-wiri menghiasi layar kaca.
 
Karirnya di layar kaca bermula ketika ia terlibat dalam produksi yang di tayangkan oleh stasiun televisi TVRI, di mulai dari Lingkaran (1980), Natal Putih (1981), Relung Relung Kehidupan (1983), Pulang (1984), sampai dengan membintangi sinetron terkenal Losmen (3 episode, 1986-1987).
 
Sejak tahun 1990-an, ia juga tampil di stasiun televisi swasta, lewat sinetron Halimun (4 episode, 1991), Janji Manis (1992), Anisa (36 episode, 1994), Aku Mau Hidup (6 episode, 1994), Desy Oh Desy (1994), Kidung Kenangan (13 episode, 1995), dll. Namun kendati demikian, sesekali ia masih pula muncul di TVRI seperti lewat sinetron Senja Menapak (15 episode, 1992), Meniti Pelangi (13 episode, 1993) dan Mencari Pintu Derajat (1994).
 
Ia pernah meraih penghargaan sebagai aktor pembantu terbaik dalam sinetron Fadjar Sadiq pada Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1992. Pada FSI 1994, namanya masuk nominasi sebagai aktor utama dalam sinetron Mencari Pintu Derajat (1994). Sedangkan pada FSI 1996, Herdin berhasil merebut Vidia aktor utama dalam sinetron Norma. Sampai tahun 1996 lebih dari 50 judul sinetron telah diselesaikannya.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                                                     

You may also like...