Hetty Koes Endang


Penyanyi
Hetty Koes Endang
 
 
 
Anak ke-6 di antara 10 bersaudara keluarga pensiunan ABRI, Hetty Koesoemadewy Endang sudah tarik suara pada umur belum 10 tahun. Ayah yang mayor ketika itu komandan pangkalan AU. Bila ada perayaan di lingkungan pangkalan dan sekolah, tak urung putri komandan yang biasa dipanggil Yeyet itu diminta tampil. Yakin bahwa kemampuannya hanya bisa diuji pada festival nyanyi, dalam usia 15 Yeyet ikut festival Children Pop Singers Taman Ria. Masuk final, tapi tak dapat nomor. Dan pada tahun yang sama juga ia ikut dalam festival Children Pop Singers tingkat Taman Cimelati. Kali ini langsung menjadi juara 1.
 
Pada tahun yang sama, Yeyet meraih kemenangan sebagai juara I festival Pop Singers kodya Bandung golongan remaja, juara II pada tingkat Jawa Barat. Sementara duduk di bangku kelas 2 sebuah SLA Bandung, 1975 ia terpilih sebagai juara I Bintang Radio DKI, Juara harapan pada tingkat nasional. Setahun kemudian juara I festival keroncong untuk kategori penampilan dan juara II untuk kategori suara. Masih terpilih lagi sebagai juara I Lomba Nyanyi Mengenang Bing Slamet tingkat DKI, menempati urutan II pada tingkat Jawa/Madura. Sejak itu, penyanyi yang pada tahun 1976 diramalkan oleh Titiek Puspa “bisa diharapkan” ini, selalu tercatat dalam daftar peserta berbagai lomba dan festival nyanyi. Pada 1976 ia menang sebagai juara I pemilihan angket siaran ABRI, juara I juga sebagai penyanyi kesayangan 5 media massa.
 
Setahun kemudian dengan modal sebagai juara I dan juara umum Festival Pop Song Nasional setelah lebih dulu juara I tingkat DKI, bersama Ajie Bandy, Hetty berangkat mengikuti The World Popular Song Festival di Tokyo. Juara I lagi untuk tingkat DKI dan nasional, 1978, Hetty menyatakan ini festival pop song terakhir yang diikutinya. Memang penyanyi yang 2 kali menang berturut-turut, tak boleh tampil tahun berikutnya. “Biarlah saya memberi kesempatan pada adik-adik yang lain untuk maju,” katanya. Tidak kurang dari 23 album Hetty sudah melimpahi pasar perdagangan kaset, mulai lagu pop, keroncong sampai dangdut. Tapi ketika ditanya apa sebab sampai kini Hetty tak mau menyanyi di klub malam, ia cuma menjawab, Pokoknya tidak mau.
 
Penyanyi yang disebut-sebut pernah belajar pada musikus N. Simanungkalit dan Yasir Syam ini ikut pula dalam tidak kurang dari 9 film nasional : Pelacur, Impian Perawan, Asoi, Akulah Vivian, Noda & Asmara, Raja Dangdut, Ratu Disco, Remaja Pulang Pagi dan Semalam Dua Cinta. Tak Cuma menyanyi, di film itu kadang ia tampil sebagai figuran atau bintang tamu. Tapi menurut Yeyet, ia jauh lebih suka menyanyi dari pada main film.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Hetty Koesoemadewy Endang
 
Lahir :
Jakarta, 6 Agustus 1957
 
Pendidikan :
SD di Bandung 1970,
SLP di Bandung 1973,
SLA di Bandung 1976
 
Profesi :
Penyanyi
 
Prestasi :
Juara 1 festival Children Pop Singers tingkat Taman Cimelati,
Juara III golongan remaja pada Festival Pop Singers Kodya Bandung,
Juara I Bintang Radio DKI (1975),
Juara Harapan Bintang Radio tingkat Nasional (1975),
Juara I festival keroncong untuk kategori penampilan dan juara II untuk kategori suara (1976),
Juara I Lomba Nyanyi Mengenang Bing Slamet tingkat DKI (1976),
Juara II Mengenang Bing Slamet tingkat Jawa/Madura (1976),
Juara I pemilihan angket siaran ABRI (1976),
 Juara I penyanyi kesayangan 5 media massa (1976),
Juara I Festival Pop Song tingkat DKI (1977),
Juara I dan juara umum Festival Pop Song Nasional
(1977),
Juara I Festival Pop Song tingkat DKI (1978),
Juara I Festival Pop Song tingkat nasional (1978),
 
Flmografi :
Pelacur,
Impian Perawan,
Asoi,
Akulah Vivian,
Noda & Asmara,
Raja Dangdut,
Ratu Disco,
Remaja Pulang Pagi, Semalam Dua Cinta

You may also like...