I Nyoman Tjokot

Maestro Patung
I Nyoman Tjokot
 
 
 
Lahir di Desa Jati, Gianyar, Bali, 1886. Ketertarikannya pada patung bermula pada seringnya ia bersemadi di sebuah Pura Taro yang berjarak 5 km dari desa kelahirannya, yang konon bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. Di Pura tersebut terdapat beberapa ukiran yang menunjukan cita rasa primitif. Kasar, tapi enak di pandang dan memantulkan suasana magis.
 
Dari mulai tertarik akhirnya ia mulai berani mencoba membuat ukiran di atas kayu, tak di sangka patungnya banyak di gemari. Patung yang ia buat sangat sederhana, tetapi utuh. Kayu yang di pahatnya tak lagi terasa sebagai kayu, melainkan benar-benar patung dengan segala ornamennya. Padahal, ia tak mengubah bentuk kayu itu sendiri. Melihat hasil karya Tjokot, seakan menyaksikan seekor binatang purba yang berjalan dengan angkuhnya didepan etalase berisi barang plastik modern.     
 
Bermula dari watak kayu, ia lalu meneruskannya dengan imajinasi yang liar, sehingga penuh dengan bentuk-bentuk, terutama mata yang mendelik. Sumbangan Tjokot telah memberi nafas baru kepada dunia seni tiga dimensi di Bali, yang semula hampir bergeser mengejar bentuk-bentuk naturalisme. Sehingga lahirlah satu gaya yang pernah di sebut ‘Tjokotisme’. Secara fisik ‘Tjokotisme’”bisa diungkapkan seperti patung yang penuh ornamen, yang kadang secara keseluruhan tidak menyarankan satu bentuk patung, tapi mirip relief pada bentuk tiga dimensi. Dan ornamen itu kebanyakan wajah-wajah yang mengalami deformasi sedemikian rupa, sehingga memberikan citra hantu atau setan
 
Ikut campurnya orang lain sedikit banyak membantu Tjokot melihat dirinya sendiri. Orang lain itu ialah Walter Spies dan Rudolf Bonnet, dua orang pelukis asing yang sejak 1930-an bermukim di Bali. Tak gampang meniru karyanya, bukan karena sulitnya mengukir kayu, melainkan bagaimana suasana magis itu tercipta. Atas dedikasinya aktifnya di bidang seni patung, ia meraih penghargaan Anugrah Seni 1969. Ia pun di juluki Maestro”oleh penggemarnya di Amerika.
 
Enam dari tujuh anaknya mengikuti jejaknya menjadi pemahat, namun masing-masing memiliki gaya yang berbeda dengan dirinya. I Nyoman Tjokot wafat di Bali tahun 1971, akibat penyakit ginjal, TBC dan lumpuh.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
I Nyoman Tjokot
 
Lahir :
Desa Jati, Gianyar, Bali 1886
 
Wafat :
Bali, 1971
 
Penghargaan :
Anugrah Seni (1969),
Penghargaan Kebudayaan Kategori Tanda Kehormatan Satyalencana Kebudayaan (2015)
 
 
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply