Ipe Ma’areof

Nama :
Ismet Pasha Ma’’aroef
 
Lahir :
Tapi Banda Olo Padang,
Sumatera Barat,
11 November 1938
 
Pameran :
Pameran tunggal USIS Jakarta (1958),
Pameran tunggal di Bentara Budaya Jakarta (1995)
 
Konsep berkarya :
Melukis (bersketsa) adalah usaha saya membudidayakan jiwa dan raga saya dalam seni rupa


Pelukis
Ipe Ma’aroef
 
 
 
Kehadiran Ipe Ma’aroef dapat kita sebutkan sebagai pelukis angkatan 60-an. Maksudnya sejak tahun tahun 1960 Ipe baru memulai dengan kesungguhannya, sekalipun diakui sendiri bahwa menggemari kegiatan menggambar telah tumbuh sekitar tahun 1957 dengan persepsi anak-anak.
 
Yang mengkait dengan kesadaran untuk melatih diri, Ipe mengaku seolah-olah tidak ada, melainkan terlatih dengan sendirinya karena keadaan-keadaan yang melingkupinya pada saat itu. Pada awal karirnya lebih banyak membuat karya-karya sketsa yang dianggap sebagai pekerjaan menggambar, diakui bahwsanya saat itu hanya memiliki alat gambar yang terdiri dari mata dan tinta, oleh karena saat itu tidak memiliki alat lainnya maka pena dan tinta itulah yang digunakan untuk membuat sketsa kemudian ternyata Ipe puas dan cukup menyenanginya.
 

Untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari bersama keluarganya, dia membuat ilustrasi berbagai buku dan majalah, agar dapur serta biaya hidup keluarga terpenuhi. Penjelasan Ipe Ma’aroef terhadap karya sketsa yang dibuat sekitar tahun 1960-1970, dengan sketsa yang dikerjakan sekarang ini terdapat perbedaan yang prinsip serta mendasar, sketsa lama masih dianggap sebagai karya gambar, karya potret.


Bukit Ngarai (1990), 100 X 120 cm

 
Dia hanya menggunakan mata dan perasaan saja tanpa sikap dan proses kejiwaan yang lebih mendalam, lain dengan karya sketsa yang dibuatnya sekarang, lukisan maupun sketsanya adalah merupakan hasil perpaduan dari melihat, berfikir, merasakan, menghayati serta menyimpulkan, dengan kata lain merupakan proses penginderaan yang total.
 
Karya lukisan cat minyak tidaklah sebanyak karya-karya sketsanya, yang jelas lebih banyak dari bilangan usianya. Khusus pada karya cat minyak atau acrylic Ipe lebih banyak mangandalkan ide personal tanpa harus berhadapan dengan subjek matter (objek) secara langsung . Sebaliknya Ipe hampir pada seluruh karya sketsa langsung menghadapi obyek, sehingga hasil akhir dapat lebih alami, spontan serta menyentuh getar-getar yang paling esensi.   
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply