Ipung Gozali

Nama :
Ipung Gozali
 
Lahir :
Kediri, Jawa Timur,
21 Juni 1945
 
Wafat :
Jakarta, 2006
 
Profesi :
Pelukis
 
Pendidikan :
SMP Taman Siswa
(Bandar Lampung),
LPKJ (Tidak Lulus),
Sekolah Seni Grafis di National Academy of Art Stockholm, Swedia (1983)
 
Penghargaan :
Karya Lukis Terbaik pada Pekan Seni Mahasiswa se Indonesia (1972),
Hadiah ke II lomba logo PUTRI/Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (1978)
 


Seniman Luki
Ipung Gozali
 
 
 
Dua jalan besar menuju lahan kesenian di Indonesia selama ini adalah jalan yang dibangun dengan pendidikan formal, dan pendidikan non-formal. Seniman yang melalui pendidikan formal lazimnya mendapat julukan seniman akademis, sedangkan non-formal biasanya mendapat julukan seniman otodidak, atau seniman yang belajar sendiri. Dalam kenyataan saat ini Indonesia memiliki dua kelompok seniman yang menempuh kedua jalur tersebut, Bahkan ada pula seniman yang mampu tumbuh dan berkembang melalui gabungan kedua jalan tersebut, mereka merasa cocok serta membahagiakan.
 

Bila diamati sebagian besar lukisan karya Ipung Gozali dengan cermat, maka segera mendapat pengarahan bahwa dia termasuk pelukis yang menggunakan kedua jalan sekaligus dengan sikap seorang seniman otodidak. Pengalaman seni lukisnya telah tumbuh sejak masa kanak-kanak, kemudian berlanjut kebangku Taman Siswa di Bandar Lampung.
 
Kegemarannya akan melukis diteruskan dengan pengembaraannya ke Pulau Jawa yang dikenal sebagai pusat pendidikan kesenian termaju di Indonesia. Memasuki usia dewasa dia memperluas wawasan seni rupa dengan memperkenalkan diri beberapa pelukis yang sudah jadi, melalui beberapa pameran, ceramah serta latihan melukis bersama pemuda lain maupun sendiri.
 


Cahaya diatas Cahaya (70 x 100cm)

 
Sejak tahun 1970-1990, Ipung Gozali telah beberapa kali menyelenggrakan pameran tunggal maupun kolektif di Jakarta dan di beberapa negara ASEAN, Eropa termasuk BBC London serta Swedia. Ia berpendapat dan merasakan bahwa seni lukis ibarat bahasa universal yang mampu menciptakan nilai-nilai perdamaian. Melalui seni lukisnya Ia mampu merangkul alam, sekaligus melindungi, dengan memadukan rasa, bathin, jiwa dan pikiran keseimbangan dalam hidup yang terjaga dan lestari.
 
(Seni Rupa Indonesia Modern Dalam Kritik dan Esei)
 

You may also like...

Leave a Reply