Ira Wibowo

Nama :
 Ira Wibowo Wiryodiprodjo
 
Lahir :
Berlin, Jerman,
20 Desember 1967
 
Pendidikan Formal:
Sonnenhalde Grundschule, Konstanz, Jerman (1976-1978), Kooperative Gesamtschule-Gymnasium, Jerman
 (1978-1982),
  SMP Tarakanita, Jakarta (1982-1983),
SMA Tarakanita, Jakarta
 (1983-1986),
FISIP UI Jurusan Komunikasi/Humas dan Periklanan
 (lulus tahun 1993)
 
Pendidikan Informal :
Pendidikan Bahasa Perancis di Centre Culturel Francais/IFI , Jakarta (1987-1991),
Pendidikan Bahasa Perancis di Universite de la Sorbonne, Cours d’Ete Paris, Prancis (1989),
Basic PC Skills di LPKIA Jakarta, Indonesia (1990),
 Kursus Bahasa Spanyol
(1993-1994)
 
Aktifitas Lain :
Humas di sebuah Perusahaan (1991-1993),
Duta Kampanye Yayasan Kanker Indonesia,
Anggota Delegasi Indonesia pada Festival Film Asia di Seoul, Korea Selatan (1989), 
 Anggota Delegasi Indonesia pada Festival Film Asia di Taipei, Taiwan (1990),
Penasehat Teknis untuk SENAKKI /National Film Club of Indonesia (1991-1994),
Juri Festival Film Perancis di Jakarta (2000)
 
Pencapaian :
Penghargaan dari Festival Film Bandung 1988 lewat Kasmaran,
Pemenang pembawa acara wanita terbaik untuk kategori program informasi pada Panasonic Awards  melalui acara Cinema-Cinema
(1998, 1999 dan 2000),
Pemenang pembawa acara wanita terbaik untuk kategori TV Magazine pada Panasonic Awards (2002) melalui acara Cinema-Cinema,
 Pemenang seri TV Favorit lewat sinetron Kisah Sedih Di Hari Minggu(2004)
 
Filmografi :
Pencuri Cinta (1984),
Itu Bisa Diatur (1984),
 Gantian Dong (1985),
Merangkul Langit (1985), 
Anak-Anak Malam (1986), Merangkul Langit (1986),
 Beri Aku Waktu (1986), Kasmaran (1987),
Cinta Anak Jaman (1987), Malioboro (1989),
Jodoh Boleh Diatur (1988),
Cintaku di Way Kambas (1990),
Boss Carmad (1990),
Lenong Rumpi I (1991),
 Lenong Rumpi II (1992),
Mirror (2005),
I Love You, Om (2006),
Dunia Mereka (2006),
Mengejar Mas Mas (2007),
Get Married (2007),
Summer Breeze (2008),
Liburan Seru! (2008),
Bestfriend? (2008),
Get Married 2 (2009),
Ngebut Kawin (2010),
Love and Edelweis (2010),
3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010),
Kentut (2011),
Get Married 3 (2011),
Simfoni Luar Biasa (2011),
Hattrick (2012),
Perahu Kertas (2012),
Berandal-Berandal Ciliwung (2012),
Perahu Kertas 2 (2012),
Get Married 4 (2013),
Mari Lari (2014),
Antara Aku, Kau dan KUA (2014),
99 % Muhrim – Get Married 5 (2015)
 
Sinetron :
Losmen (1986),
Sartika (1987),
Lenong Rumpi (1991),
Keluarga Van Danoe (1992),
Aku Mau Hidup (1994),
 Bella Vista I (1994),
Lika Liku Laki-Laki (1994-1995),
Mutiara Cinta (1994-1995),
Jalan Kehidupan (1997),
 Harkat Wanita (1996),
 Buah Hati Yang Hilang Bukan Cinta Sesaat (1998),
Dua Cinta/Mutiara Cinta (2001),
Dari Mana Datangnya Cinta (2001),
Kembang Padang Kelabu (2001),
Serberkat Kasih Mama
Yaho (2002),
Amanah (2003),
Kisah Sedih Di Hari Minggu (2004),
Cerita Si Angel (2004),
Kumpul Bocah (2004),
Bunga Di Tepi Jalan (2005),
Club Cheetah (2005),
Saidi & Saidah (2005),
Bukan Salah Bunda Mengandung (2006),
My Love (2007),
Seminggu 7 Cinta (2008),
Magic Hour (2015)

Aktris Film
Ira Wibowo
 
 
Anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan R. Wibowo Wirjodiprodjo & Sibylle Ollmann ini, lahir di Berlin, Jerman, 20 Desember 1967. Bernama asli R.A. Ira Wibowo Wiryodiprodjo. Latar belakang pendidikannya di tempuh di Sonnenhalde Grundschule, Konstanz, Jerman (1976-1978), Kooperative Gesamtschule-Gymnasium, Jerman (1978-1982),  SMP Tarakanita, Jakarta (1982-1983), SMA Tarakanita, Jakarta (1983-1986), FISIP UI, jurusan Komunikasi/Humas dan Periklanan (lulus pada tahun 1993). Selain itu, ia juga mengikuti pendidikan Bahasa Perancis di Centre Culturel Francais/sekarang IFI, Jakarta (1987-1991), pendidikan Bahasa Perancis di Universite de la Sorbonne, Cours d’Ete Paris, Prancis (1989), mengikuti Basic PC Skills di LPKIA Jakarta, Indonesia (1990) serta Kursus Bahasa Spanyol (1993-1994).
 
Belasan tahun menetap di luar negeri, Kakak dari aktor Ari Wibowo ini kembali ke Indonesia pada tahun 1982. Debutnya di dunia film membintangi Pencuri Cinta (1984). Kembali bermain dalam film Itu Bisa Diatur (1984), Gantian Dong (1985), Anak-Anak Malam (1986), Merangkul Langit (1986), Beri Aku Waktu (1986), Kasmaran (1987), Cinta Anak Jaman (1987), Malioboro (1989), Jodoh Boleh Diatur (1988) dan Cintaku di Way Kambas (1990).
 
Selain bermain di layar lebar, ia juga tercatat membintangi sejumlah sinetron, diantaranya Losmen (1986), dan Sartika (1987). Namanya semakin dikenal setelah ikut Harry ‘Bo’im’ de Fretes mengisi acara komedi TV, Lenong Rumpi (1991) yang kemudian di angkat ke layar lebar dengan judul yang sama, bahkan sempat diproduksi sampai dua sekuel, Lenong Rumpi I (1991) dan Lenong Rumpi II (1992). Sinetron lain yang turut di bintanginya adalah Keluarga Van Danoe (1992), Aku Mau Hidup (1994), Bella Vista I (1994), Lika Liku Laki-Laki (1994-1995), Mutiara Cinta (1994-1995), Jalan Kehidupan (1997), Harkat Wanita (1996), Buah Hati Yang Hilang, Bukan Cinta Sesaat (1998), Dua Cinta /Mutiara Cinta 2 (2001), dan lain-lain.
 
Selain sebagai pemain, aktris yang sempat bekerja sebagai Humas (1991-1993) dan menjadi Duta Kampanye di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ini, juga aktif di sejumlah organisasi yang masih berkaitan dengan dunia seni peran, diantaranya menjadi Anggota Delegasi Indonesia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul, Korea Selatan (1989), Anggota Delegasi Indonesia di Festival Film Asia Pasifik di Taipei, Taiwan (1990), Penasehat Teknis untuk SENAKKI /National Film Club of Indonesia (1991-1994), pernah menjadi pembawa acara ‘Cinema-Cinema’ bersama Mayong Suryolaksono di salah satu stasiun televisi swasta, menjadi Juri Festival Film Perancis di Jakarta (2000), dan lain-lain.
 
Penggemar grup musik ABBA ini, tercatat meraih beberapa penghargaan antara lain, Penghargaan dari Festival Film Bandung 1988 lewat film Kasmaran (1987). Namanya masuk dalam nominasi sebagai Aktris Pendukung Terbaik pada FFI 1988 lewat film Kasmaran. Namanya kembali masuk dalam nominasi sebagai Aktris Terbaik lewat film Malioboro (1989). Ia juga di unggulkan sebagai Aktris Pendukung Terbaik pada Festival Sinetron Indonesia 1994 lewat film Aku Mau Hidup.
 
Ia juga pernah beberapa kali menjadi pemenang pembawa acara wanita terbaik untuk kategori program informasi di Panasonic Awards (1998, 1999 dan 2000) lewat acara Cinema-Cinema. Kembali menjadi pemenang pembawa acara wanita terbaik untuk kategori TV Magazine pada Panasonic Awards (2002) lewat Cinema-cinema. Menjadi pemenang seri TV Favorit (2004) lewat sinetron Kisah Sedih Di Hari Minggu. Nominator duet terbaik pada AMI/Anugerah Musik Indonesia Awards (2005) bersama Katon Bagaskara untuk lagu Mekar di Jiwa. Menjadi nominator Aktris Pendukung Terfavorite pada MTV Indonesia Movie Awards (2007) lewat film Aku Cinta kamu, Om serta menjadi nominator Aktris Pendukung Terbaik pada FFI 2007 lewat film Mengejar Mas-Mas.
 
Menikah dengan penyanyi Katon Bagaskara pada 28 Oktober 1996, dikaruniai 2 orang anak, Andhika Radya Bagaskara dan Mario Arya Bagaskara. Namun setelah 17 tahun menikah, pasangan ini akhirnya bercerai pada 18 Desember 2012.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

You may also like...