Jacko Hendrik Ayub Bullan


Seniman Musik Tradisional
Jacko Hendrik Ayub Bullan
 
 
 
Lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 29 Juli 1972. Pendidkannya hanya sampai kelas III SMA (tidak tamat). Anak sulung pasangan Apeles Bullan-Yakobah Pah ini belajar bermain sasando sejak masih SD, awal 1980-an, karena terpesona akan permainan sasando pamannya. Jacko mulai belajar sungguh-sungguh dari Habel Hanas, kakeknya. Untuk menguji kesungguhannya, kakeknya tidak serta-merta mengajari Jacko. Keluarganya pun tidak sepenuhnya mendukung, tetapi Jacko bersikukuh dengan memain-mainkan sendiri sasando milik kakeknya.
 
Permainannya mulai membaik pada paruh akhir 1980-an. Saat itu Jacko mulai diundang keluar Kupang untuk bermain sasando. Pada tahun 1992 Jacko sempat bermain di Provinsi Timor-Timur yang waktu itu masih bagian dari Indonesia. Sejumlah daerah lain seperti Semarang, Denpasar, ataupun Pontianak, pernah pula dikunjunginya.
 

Mulai bermukim di Jakarta pada tahun 1999. Di Jakarta, ia bergabung dengan komunitas daerahnya sambil bekerja sebagai petugas kebersihan di Gereja Abblove Ministries di kawasan Gunung Sahari. Di tengah kesibukannya, Jacko mulai merakit sasando dan mulai bermain di gereja, juga sekaligus menghibur tetamu pada acara perkawinan dan pesta.
 
Pada 6 Juni 2008, Jacko memutuskan keluar dari gereja dan mulai serius bersasando. Semua sasando yang dimainkannya adalah buatan sendiri, termasuk sasando elektrik kreasinya. Pembuatan sasando ia kerjakan di rumah sekaligus bengkel kerjanya di kawasan Jakarta Timur. Praktis hanya daun lontar dan (sesekali) kayu cendana yang harus dipesan dari Kupang.

 
Jacko juga mengajar bermain sasando. Ada yang privat, ada pula yang berkelompok. Kerap kali ia di ajak bermain sasando di luar negeri dan di undang bermain di acara-acara kenegaraan. Pentasnya ke luar negeri dimulai sejak tahun 2008 yakni di Spanyol, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat dan Kanada. Pada tahun 2009, Jacko juga ikut bersama rombongan kesenian dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dalam promosi perdagangan dan pariwisata di New York dan Washington, Amerika Serikat, serta Toronto, Kanada.
 
Dibalik keseriusannya memainkan dan membuat sasando, Jacko tidak kuasa menyembunyikan kegelisahannya. Karena pemain sasando semakin sedikit, yang tersisa sekarang hanyalah pemain generasi tua. Di Kupang mungkin hanya tersisa kurang dari 10 orang, sementraa di Rote bahkan mungkin sudah tidak ada lagi. “Murid yang belajar sasando dengan saya itu sebagian besar bukan warga negara Indonesia, yang orang Indonesia paling satu atau dua”, ujarnya. ia mengingatkan bahwa seharusnya bangsa kita itu bangga dengan kebudayaan sendiri. Belajar, memahami dan memainkan kesenian asal Indonesia. Jangan hanya bisa kalang-kabut ketika hasil seni dan budayanya dicatut oleh negara lain.
 
             (Dari Berbagai Sumber)       

Nama :
Yakob  Hendrik Ayub Bullan
 
Lahir :
Kupang,
 Nusa Tenggara Timur,
 29 Juli 1972
 
Pendidikan :
SD,
SMP,
SMA (tidak tamat)
 
 
 
 
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply