Jakob Sumardjo

Nama :
Jakobus Sumardjo
 
Lahir :
Klaten, Jawa Tengah,
12 Agustus 1939
 
Pendidikan :
SD/SR Kanisius Klaten (I-IV),
SD Kanisius Kota Baru, Yogyakarta (V-VI),
Sekolah Guru Bantu BOPKRI,
IKIP Sanata Dharma/Universitas Sanata Dharma Jurusan studi Sejarah (1962),
IKIP/UPI Bandung (1970)
 
Karier :
Guru SMA St Angela
 (1962-1980),
Pengajar & Ketua Jurusan Teater di ASTI Bandung (1980),
Guru Besar STSI,
 
Buku :
Sastra dan Masyarakat Indonesia (1977),
Novel Indonesia Mutakhir : Sebuah Kritik (1979),
Masyarakat dan Sastra Indonesia (1979),
Elite Sastra Dalam Budaya Masa (1979),
Sesi Sosiologis Novel Indonesia (1980),
Fiksi Indonesia Dewasa Ini
I, II (1980),
Novel Indonesia Populer (1981),
Segi Sosiologis Novel Indonesia (1981),
Seluk Beluk Cerita Pendek (1982),
Beberapa Petunjuk Ringkas Menulis Cerita Pendek (1982),
Pengantar Novel Indonesia (1983),
Sinopsis Roman Indonesia (1983),
Sinopsis Roman Indonesia (1984),
Dari Khazanah Sastra Dunia (1984),
Memahami Kesusastraan (1984),
Komedi Indonesia (1985),
Apresiasi Kesusastraan (1986),
Ikhtisar Sejarah Teater Barat (1987),
Pertumbuhan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia (1992),
Lintasan Sastra Modern Indonesia (1992),
Catatan Dari Luar Pagar (1994),
Sastra dan Massa (1995),
Catatan Kecil Menulis Cerpen (1996),
Orang Baik Sulit Dicari (1997),
Konteks Sosial Novel Indonesia 1920-1997 (1999),
Sosiologi Seniman Indonesia (2000),
Filsafat Seni (2000),
Menjadi Manusia (2001),
Arkeologi Budaya Indonesia (2002),
Mencari Sukma Indonesia (2003),
Simbol-Simbol Artefak Budaya Sunda (2003),
Hermeneutika Sunda (2004),
Jeihan, Ambang Waras dan Gila (2008)
 
Penghargaan :
Anugerah Budaya & Penghargaan 2 Abad Kota Bandung (2010),
Satyalencana Kebudayaan (2011),
Cendikiawan Berdedikasi dari KOMPAS (2011)


Penulis
Jakob Sumardjo
 
 
 
Lahir di Jombor-Danguran, Klaten, Jawa Tengah, 12 Agustus 1939. Sejak tahun 1950 tinggal di Yogyakarta. Mulai tahun 1962, ia hijrah ke Bandung. Menyelesaikan sarjana mudanya di IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1962) dan sarjana sejarah di IKIP Bandung (1970). Sejak kecil ia telah suka menulis. Sekarang, ia menjadi penulis lepas tentang kritik sastra dan artikel-artikel kebudayaan dibeberapa media cetak, seperti : Kompas, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Berita Buana, Suara Pembaruan, majalah Prosma, majalah Basis, majalah Horison, majalah Budaya Jaya dll.
 
Penulis yang gemar menonton film dan menjadi anggota Forum Film Bandung sejak tahun 1987 ini, pernah mengajar di SM St. Angela, Bandung dan Akademi Seni Tari. Mengajar di ASTI/STSI (1980) dan kini, ia telah menjadi dosen dan guru besar di sana. Disamping itu, ia juga mengajar di FSRD ITB, UPI, IKJ dan Universitas Parahiyangan dalam mata kuliah Filsafat Seni, Antropologi Seni, Sejarah Teater dan Sosiologi Seni.
 
Jakob Sumardjo juga dikenal sebagai salah seorang pelopor kajian filsafat di Indonesia. Karir kefilsafatannya dimulai ketika ia mulai menulis kolom di berbagai media cetak nasional. Menurutnya Filsafat Indonesia lama secara radikal sangat berbeda dengan filsafat Indonesia baru baik itu dalam segi ontologi, epistimologi dan aksiologinya. Ia menambahkan tentang definisi dari filsafat Indonesia sama dengan pedahulu-pendahulunya yakni “…. pemikiran primordial ….” atau “… pola pikir dasar yang menstruktur seluruh bangunan karya budaya …” dari suatu kelompok etnik di Indonesia.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
   

You may also like...