James F. Sundah

Seniman Musik
James F. Sundah
 
 
 
Musik menjadi salah satu industri kreatif karena berkaitan dengan proses penciptaan, produksi, distribusi, ritel rekaman suara, hak cipta rekaman, promosi musik, penulis lirik, pencipta lagu atau musik, pertunjukan musik, penyanyi dan komposisi musik. Ironisnya, seiring dengan tumbuh suburnya industri musik di tanah air, pembajakan makin marak dan semakin terang-terangan. Bahkan stigma publik internasional terhadap Indonesia sebagai negara pembajak masih melekat sampai sekarang walaupun tidak sepenuhnya benar.
 
“Pembajak itu hanya sebagian kecil oknum yang tidak bertanggung jawab”, Pencipta lagu ‘Lilin-lilin Kecil’ itu mengatakan Indonesia sudah hampir kalah oleh pembajakan. Stigma internasional tentang pembajakan itu merugikan para pemusik yang menjadi potensi kreatif Indonesia. “Akhirnya kita kena imbas embargo di tingkat internasional. Di Asia Tenggara, kita cuma jadi bahan pembalasan karena karya musisi negeri mereka dibajak di Indonesia, maka karya kita juga dibajak,” tambahnya.
 
Selanjutnya ia mengatakan perang terhadap pembajakan tidak bisa dilakukan kalangan musisi saja. Pemerintah juga punya peran besar dalam upaya memerangi pembajakan dengan menggunakan perangkat hukum yang ada. “Kalau pemerintah menggolongkan musik sebagai industri kreatif maka dibenahi dulu dong masalah yang ada”, kata pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 1 Desember 1955 ini. “Di negara lain, pekerja seni dihargai dan dilindungi dengan hak cipta, sedangkan di Indonesia yang memiliki perangkat hukum ternyata perlindungan belum dilaksanakan sepenuhnya”, lanjutnya. 
 
“Kita punya ribuan akar musik etnik yang tidak dimiliki negara lain, namun perlahan karena stigma sebagai negara membajak terlanjur melekat dan negara ini tidak bisa mengurusi, akhirnya banyak negara lain mengklaim musik itu sebagai miliknya”, ujar pria berdarah Manado ini. Ia mencontohkan lagu My Heart Will Go On yang dinyanyikan Celine Dion dalam film Titanic. “Sebenarnya kalau mau menyimak dengan seksama, lagu itu mengandung unsur lagu keroncong. Tapi sayangnya banyak pihak tidak mau menyatakan itu diambil dari musik Indonesia. Kebanyakan di labelnya dituliskan Asian music, padahal maksudnya ya Indonesia”, katanya. 
 
“Demikian halnya dengan musik angklung yang menginspirasi banyak musikus dunia menciptakan karya. Para musisi itu, hanya mencantumkan bamboo music saja tanpa menyebutkan bahwa musik bambu yang dimaksud adalah angklung dari Indonesia,” menurutnya.  Teknologi digital disebutnya sebagai jawaban dari keresahan dan keprihatinan para musisi dan penyanyi terhadap pembajakan. “Ini pencerahan, sebuah cahaya baru yang muncul dari teknologi digital, misalnya melalui youtube, dan cara lainnya,” ujarnya. “Melalui teknologi digital, dunia bisa melihat karya-karya musisi dan penyanyi Indonesia,” tambahnya
 
 (Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
James Freddy Sundah
 
Lahir :
Semarang, Jawa Tengah,
1 Desember 1955
 
Aktifitas Lain :
Pengurus Yayasan Karya Cipta Indonesia/KCI,
Ketua Bidang Teknologi Informasi, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia /PAPPRI,
Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional/LMKN pencipta
 
Karya :
Lilin-lilin Kecil (1976)

You may also like...

Leave a Reply