JB Iwan Sulistyo


Pelukis
JB. Iwan Sulistyo
 
 
 
Lahir di Kudus, Jawa Tengah. Sejak kecil sudah menyukai kegiatan menggambar. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia mulai membuat gambar berbagai bintang film favoritnya, hewan, dan pemandangan alam dengan menggunakan pensil warna, ballpoint dan  atau cat air. Pada tahun 1970, ketika ia duduk di bangku sekolah menengah, ia ikut serta dalam lomba menggambar yang diselenggarakan oleh Gallendra Art Shop dan ia menyabet juara pertama. Sejak itu, ia tidak pernah berhenti melukis.
 
Pendidikannya selain mengambil jurusan ekonomi, ia juga mengambil jurusan senirupa. Keduanya di tempuh di Universitas Trisakti, Jakarta. Namun, pendidikan seni rupanya tidak sampai selesai, karena harus bekerja. Sambil bekerja, ia terus mendalami seni rupa dengan mengikuti pendidikan khusus melukis di Institut Kesenian Jakarta, ia juga mendalami kegiatan melukis dengan teknik batik.
 


Harmoni Jakarta, 100 x 150 cm

Memulai kehidupan bersanggar dengan bergabung pada Sanggar Prima Devita Jakarta dan Sanggar Kambodja, di Bali. Pelukis yang pernah meraih hadiah pertama kompetisi melukis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dari Walikota Semarang (1970), hadiah pertama kompetisi poster dari  Romo Leo Soekoto (1976), penghargaan kompetisi melukis kapal tradisional dari PT. IMORA MAKMUR (1981), penghargaan CITRA ’83 dari TIM (1983), penghargan kompetisi poster dari gereja Maria Bunda Karmel (1983) dan International Golden Citra Award dari Kharisma Indonesia (1999) ini, mengadakan pameran tunggalnya yang pertama kali di Balai Budaya Jakarta pada tahun 1984. selanjutnya ia mengadakan pameran tunggal di Erasmus Huis, Jakarta (1984), Geleri 8, Jakarta (1986), Studio BQ 27, Jakarta (1987), Pameran Drawing Wayang, Gedung Kesenian Jakarta (1992), dan di beberapa tempat lainnya.

 
Sedangkan pameran bersama yang pernah di ikutinya antara lain Pameran bersama Kelompok 12, di Mitra Budaya, Jakarta (1985), Pameran berdua dengan Sorentoro, di Balai Budaya, Jakarta (1987), Pameran Bersama Group 9, di Balai Budaya, Jakarta (1990), pameran bersama Sanggar Kamboja di Surabaya (1990), dan lain sebagainya. Ia juga turut ambil bagian dalam tur keliling ke sejumlah negara di asia dalam rangka pameran bersama dengan seniman lain dari asia, diantaranya ke Taiwan, Singapura, Korea, Jepang dan Malaysia.
 
Dengan gaya melukisnya yang condong ke ekspressionis modern ini, pelukis yang menjadi ketua  Indonesian Watercolor Community, menggantikan Barli Sasmitawinata (alm) ini di kenal kerap membuat lukisan bertema arsitektur, ladang panen, penari dan bunga. Karya-karyanya banyak di koleksi sejumlah tokoh dan juga menghiasi sejumlah gedung terkenal antara lain di kantor Bank Dunia, Bank Central Asia, Indofood, Seni Posting Hamilton Selandia Baru, Agung Rai Museum of Art, Museum Nasional Singapura dan hotel Ritz Carlton. Ia juga menerbitkan sejumlah buku yakni berjudul Moon Over the Horizon yang diluncurkan di the Batavia Art Gallery, Stamford House, Singapura dan buku berjudul The Modern Expressionism yang di luncurkan di Galeri Nasional Jakarta.
 
Menikah dengan Inggriani Husen seorang dokter di bidang olahraga, di karuniai tiga orang anak, Edo Widyapaska, VinaWidyapaska dan Aditya Widyaprata. Berdomisili di Green Ville BQ 25 Jakarta Barat.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
JB. Iwan Sulistyo
 
Lahir :
Kudus, Jawa Tengah
 
Pendidikan :
Jurusan Ekonomi
 Universitas Trisakti Jakarta,
Jurusan senirupa
Universitas Trisakti Jakarta
(tidak selesai)
Pendidikan khusus melukis di Institut Kesenian Jakarta
 
Kegiatan lain :
Ketua Indonesian Watercolor Community
 
Penghargaan :
Hadiah pertama kompetisi melukis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dari Walikota Semarang (1970),
Hadiah pertama kompetisi poster dari Romo Leo Soekoto (1976), Penghargaan kompetisi melukis kapal tradisional dari PT. IMORA MAKMUR (1981),
Penghargaan CITRA ’83 dari TIM (1983),
Penghargan kompetisi poster dari gereja Maria Bunda Karmel (1983), International Golden Citra Award dari Kharisma Indonesia (1999)

You may also like...

Leave a Reply