Jefriandi Usman

Nama :
Jefri Andi Usman
 
Lahir :
Padang, Sumatera Barat,
 15 Mei 1972
 
Pendidikan :
Jurusan Tari  IKJ (1993)
 
Karya Tari :
Sakratul Maut (1997)
Anggau/Menanti Sebuah Kepastian (1998),
Anggau (199),
Padusi Di Tengah Malam (2000),
Dinamika Dalam Ruang Tunggu (2001),
Alam Rahim (2002),
Nafas/Reinkarnasi Kehidupan (2003),
Tanah Tak Berujung (2004),
Misteri Pikiran dan Tubuh (2004),
Jalan Panjang tubuh dan Pikiranku (2005),
Tanah Merah (2007),
Akan Jadi Malam
(2008),
Reborn (2009)
Tanah Merah (2010)
Phase (2011),
 
Pencapaian :
Beasiswa dari Japan Foundation Asian Center untuk belajar di Jepang
(2000-2001),
Terpilih oleh Goethe Institut Internationes utuk belajar tari bersama Pina Bausch dan Urs Dietrich di Jerman (2001-2002)

Koreografer Tari
Jefri Andi Usman
 
 
Lahir di Padang, Sumatera barat, tahun 1972. Merupakan salah satu koreografer Indonesia yang punya dedikasi dan eksistensi tinggi dalam membaca perkembangan seni tari secara universal. Mulai mengeluti tari sejak berusia 6 tahun dengan mengikuti pentas tari yang diadakan di sekolahnya. Pengalaman dalam seni pencak silat dan kelompok tari modern Nolan Miller di Padang telah membuatnya hijrah ke Jakarta pada tahun 1992 dan bergabung  dengan studio 26 pimpinan Ati Ganda. Pada tahun 1993, memperdalam ilmunya di IKJ yang membawanya bergabung dengan Gumarang Sakti Dance Company pada tahun 1996 pimpinan Gusmiati Suid.
 


Akan Jadi Malam (2013)

Tahun 1997-1999, bersama Gumarang Sakti Dance Company, terlibat sebagai penari pada pementasan King Lear kolaborasi 6 negara Asia, disponsori oleh Japan Foundation Asia Center, arahan sutradara Oeng Ken Seng asal Singapura, yang di pentaskan di Tokyo, Osaka, Fukuoka (Jepang), Hongkong, Singapura, Indonesia, Perth (Australia), Denmark dan Berlin (Jerman).
 
Keterlibatannya sebagai penari dan berkolaborasi dengan para seniman-seniman tari, antara lain, Henrietta Horn, Juan Cruz (Jerman), Peter Chin (Kanada), Kota Yamazaki, Yukio Waguri (Jepang)  Boi G Sakti, Sardono W Kusumo, Sukarji Sriman, Deddy Luthan, Muhammad Ikhlas (indonesia) dan lain-lain membuatnya semakin terasah dan tak pernah berhenti menciptakan karya-karya tari.

 
Berkat kerja keras dan ketekunanya pada tahun 2000-2001, ia mendapatkan beasiswa dari Japan Foundation Asian Center untuk belajar di Jepang. Dan pada tahun 2001-2002, terpilih oleh Goethe Institut Internationes untuk belajar tari bersama Pina Bausch dan Urs Dietrich di Jerman. Menggelar pementasan tari di Bremen dan Koln, sebelum habis masa tinggalnya di Jerman.
 
Di Indonesia, ia juga aktif menggelar berbagai pementasan karyanya. Tahun 2008, mementaskan karyanya yang berjudul Akan Jadi Malam di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Karya tarinya, Akan Jadi Malam dipentas ulangkan selama dua hari, 22-23 April 2013 di halaman Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. 
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply