Karimun

Nama :
Karimun
 
Lahir :
9 Juni 1919
 
Wafat :
Malang, Jawa Timur,
14 Februari 2010
 
Pencapaian :
Dinobatkan sebagai maestro seni tradisi di Indonesia dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik (2007)
 
 
 
 
 
 

Maestro Tari Topeng
Karimun
 
Lahir pada 9 Juni 1919. Mulai menari, mendalang, dan membuat topeng sejak tahun 1930-an. Keahlian ini diturunkan dari Serun, ayahnya yang seorang petani sekaligus seniman. Disaat senggang, Serun mengajari Karimun menari topeng dengan suara gamelan yang ditirukan lewat mulut. Karimun muda sangat suka menarikan Topeng Bapang, Klono dan Panji.
Reputasinya bersinar pada masa awal 1970-an hingga 1990-an. Ketika itu ia kerap membuat sendiri topeng-topeng yang hendak dipentaskannya. Ia pun sering ditanggap di banyak tempat, termasuk di hadapan Presiden Soeharto. Keahliannya itu-pun pernah ia tularkan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya dan IKIP Surabaya.
Tahun 1982, ia mendirikan sebuah sanggar bernama Asmoro Bangun di daerah tempatnya tinggal, Desa Kedungmonggo, Kecamatan Pakisaji yang berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Malang, Jawa Timur. Sanggar ini didirikan dengan tujuan untuk ikut melestarikan kesenian tari Topeng.  Di bawah pimpinannya, Sanggar Asmoro Bangun selalu turut serta dalam berbagai kegiatan kesenian dan budaya seperti perayan hari Jadi Singosari setiap tahunnya. Namun pada tahun 1995, ia agak membatasi kegiatannya dalam menari dan membuat topeng karena mengalami kecelakaan tabrak lari yang menyebabkan dirinya lumpuh. Praktis yang melatih menari dan membuat topeng adalah istri, anak dan cucu-cucunya. Dalam perjalanannya, sanggar ini kerap di pakai sebagai tempat pergelaran kesenian khususnya seni tari antara lain, pergelaran Gebyak Topeng Malem Senin Legian 2010, yang mementaskan sembilan lakon.
Tahun 2007, ia dinobatkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sebagai satu dari 27 maestro seni tradisi di Indonesia pada 2007. Seniman Tari Topeng Karimun wafat karena sakit dalam usia 91 tahun di Malang, Jawa Barat, 14 Februari 2010. Sebelum sakit, Karimun sempat membuat dua karya Topeng berbahan kayu nangka, Topeng Panji Asmoro Bangun yang  berukuran 14 x 21 cm dan Topeng Dewi Sekartaji yang  berukuran 12,5 x 20 cm. Ia juga sempat berpesan kepada anak-cucu dan murid-muridnya agar tetap menjaga dan melestarikan kesenian topeng.
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply