Ken Zuraida

Sejak masih sangat kecil akrab dengan lingkungan yang alamiah sekaligus dididik oleh keluarga yang sangat menguasai pendidikan kebudayaan. Ia tumbuh dengan kepekaan naluriah amat kuat dan kecerdasan kebudayaan lingkungan yang berlapis-lapis. Ini antara lain karena selalu bergerak di antara lingkungan elitis dan lapisan di bawahnya, antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, dimana ia menghayati masa remajanya di kota Bandung.  Ia tidak hanya menguasai bidang senirupa, melainkan juga sastra, akting, art director dan kemudian penyutradaraan. Ia terlibat di Bengkel Teater Rendra sejak 1974 hingga sekarang. Kegiatannya dari daerah ke daerah lain selama lebih 30 tahun itu sampai ke hampir sebagian besar kota di dunia.

Selain mengorganisir keseharian Bengkel Teater Rendra ia juga mempraktikan metode-metode latihan yang selama ini digali Rendra bersama Bengkelnya. Tahun 1960-an ia pernah pentas pada teater kanak-kanak di lingkungan terbatas. Sejak 1975 ia mulai berpentas sebagai Setyawati dalam Kisah Perjuangan Suku Naga produksi Bengkel Teater di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Selanjutnya dalam drama Egmont”di Teater Terbuka, Taman Ismail Marzuki di tahun yang sama. Pada tahun 1985 ia pernah menangani artistik panggung di pentas baca sajak Rendra di gedung besar beberapa kota. Tahun 1986 ia menjadi artistik direktor pentas Panembahan Reso. Costume dan Set Designer’s Rendra’s adaptasi Hamlet 1990, TIM Jakarta.

Tahun 1987, pernah mengubah suasana gereja St. Ann di New York, Amerika Serikat, untuk pementasan Selamatan Anak Cucu Sulaeman, lalu di Tokyo, Hiroshima (Jepang), pentas berikutnya di kota besar di Indonesia dan tahun 1998 di Kwachon, Korea Selatan. Selain terlibat di lingkungan teater ia juga pernah menjadi koreografer dan penari Nocturno di Malang dan Bandung 1994. Bersama Rendra dan Agus.S. Sarjono, ia juga pernah mencoba menjadi produser pada acara Internasional Puisi Indonesia tur ke Belanda, Jerman, Austria, Palestina, Maroko, Malaysia, Makasar, Bandung dan Solo, 2002. Menulis Wayang Plastik Drama Akarawa. Ikut terlibat dalam pembacaan puisi Brigitte Oleschinski TIM Jakarta, 2003.


Pesta Monolog (2005)

You may also like...

Leave a Reply