Linda Christanty

Penulis
Linda Christanty
 
 
 
Perempuan kelahiran Pulau Bangka, Propinsi Bangka-Belitung ini, sejak kecil sudah menyukai sastra. Awalnya dengan menulis catatan harian, puisi, dan cerpen.  Beranjak remaja, prestasi menulisnya kian menjadi. Saat berumur 19 tahun, karyanya yang pertama menjadi konsumsi publik. Saat itu, tahun 1989, ia menjadi pemenang termuda lomba cerpen yang berjudul ‘Daun-Daun Kering’ yang diselenggarakan oleh Kompas. Karya cerpennya tersebut kemudian dimuat dalam ‘Riwayat Negeri yang Haru : Cerpen Kompas Terpilih 1981-1990’, yang terbit pada Juni 2006 dan dieditori oleh Radhar Panca Dahana.
 
Ketika duduk di bangku kuliah di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), ia semakin memperlihatkan kemampuannya di bidang sastra. Semakin rajin menulis puisi, cerpen, dan sempat pula berteater. Ia juga dikenal sebagai mahasiswa yang kritis, cerdas, dan sering bertanya. Sampai-sampai, teman sekelasnya merasa minder padanya, serta was-was kalau ia bertanya dalam diskusi. Sempat bergabung dengan Forum Belajar Bebas (FBB) yang kemudian membawanya menjadi aktivis yang mengkritisi rezim orde baru.
 
Selepas menyandang gelar sarjana sastra, ia bekerja di sebuah majalah periklanan. Tahun 1999, ia pindah ke tabloid ekonomi dan politik. Namun hanya bertahan selama satu tahun. Selanjutnya ia memutuskan untuk bergabung dengan majalah Pantau dan dipercaya menjadi redaktur selama tiga tahun (2000-2003). Setelah majalah Pantau gulung tikar di tahun 2003, Ia menjadi penulis drama radio bertema transformasi konflik untuk Common Ground Indonesia (2005). Selain itu, ia juga semakin tertarik dengan gaya penulisan jurnalisme sastrawi untuk membungkus hasil penelusurannya di lapangan. Karya-karyanya berisi tentang persoalan politik dan persoalan bangsanya. Dalam membuat karyanya tersebut, ia pun harus berkerja keras memutar otak untuk membuat para narasumbernya mau bercerita. Hasilnya ia pun berhasil menerbitkan beberapa karya diantaranya ‘Kuda Terbang Maria Pinto’ (2004), ‘Hikayat’, ‘Dari Atjeh Menuju Jakarta’ (2009) serta ‘Rahasia Selma’ (2010).
 
Karyanya ‘Kuda Terbang Maria Pinto’ (2004) merupakan kumpulan dari cerpen-cerpennya karyanya seperti ‘Danau’, ‘Qirzar’, ‘Joao’, ‘Lelaki Beraroma Kebun’, ‘Rumput Liar’, ‘Makam Keempat’, ‘Perang’, ‘Kuda Terbang Maria Pinto’, ‘Makan Malam’ serta ‘Pesta Terakhir’, meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2004. Selain itu karya eseinya yang berjudul ‘Militerisme dan Kekerasan di Timor Leste’ juga meraih penghargaan sebagai esei terbaik hak asasi manusia tahun 1998.
 
Ketika Aceh yang selama ini merupakan daerah konflik terkena terjangan tsunami, Yayasan Pantau, tempat dia bernaung, memintanya untuk berangkat kesana, karena tidak ada yang mau kesana dan ia hanya diberikan waktu dua hari untuk berpikir saat itu rata-rata wartawan menolak berangkat ke Aceh karena alasan keselamatan. Sebagai daerah konflik yang baru saja diterjang tsunami, tidak ada yang bisa menjamin keselamatan para pencari berita di sana. Tugas yang diembannya juga tak main-main. Ia harus membuat sebuah kantor berita di provinsi di ujung barat Indonesia itu.
 
Masalah selanjutnya ketika ia bertugas di Aceh adalah pola pikir kebanyakan wartawan di Aceh, karena antara berita dan desas-desus tipis sekali perbedaannya. Keadaan ini menggugah hatinya untuk mendidik anak-anak muda Aceh dan membidani Aceh Feature Service, sebuah kantor berita yang menyediakan informasi dan liputan mendalam tentang kondisi Aceh pasca tsunami dan konflik. Selain itu Ia juga melakukan pelatihan kepada anak-anak muda Aceh dari berbagai latar belakang.
 
Atas kontribusi, dedikasi dan inspirasi yang dituangkan Linda dalam karya jurnalistiknya yang kemudian di gunakan untuk pemberdayaan perempuan di Aceh khususnya, membuatnya terpilih menjadi perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan ‘Suara Perempuan Award 2010’ katagori Perempuan dan Media dari Radio Komunitas Suara Perempuan Aceh, sebuah Radio komunitas perempuan yang didirikan oleh sejumlah aktifis Aceh seperti Ahmad Humam Hamid, Syarifah Rahmathillah.
 
Ia kerap diminta mempresentasikan gagasannya dalam pertemuan-pertemuan sastra yang di adakan di dalam negeri maupun di luar negeri diantaranya Melbourne Writers Festival, di Melbourne Australia, Women Authors in Indonesian Literature (Agustus 2005), Ubud Writers Festival, Ubud, Bali, Indonesian Mythology (Oktober 2006), Japan P.E.N Club Symposium on Disaster and Literature (November 2006) dll.
 
Selain di terbitkan di Indonesia, karya tulisnya ada pula yang diterbitkan di luar negeri, antara lain Cerpennya yang berjudul ‘The Kersen Tree’ di terbitkan dalam Asia Literary Journal, Hongkong (2006). karyanya yang lain yang berjudul ‘Tiro’s People’ yang bercerita tentang Gerakan Aceh Merdeka setalah perjanjian Helsinki di terbitkan di Arena Magazine, Australia (2007). Karyanya yang berjudul ‘Sultan’s Stick’ diterbitkan kembali di Subaru yakni sebuah majalah sastra di Jepang (2008).
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Linda Christanty
 
Lahir :
Bangka, Bangka-Belitung,
18 Maret 1970
 
Pendidikan :
Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
 
Karier :
Bekerja di sebuah majalah periklanan,
Bekerja di Tabloid Ekonomi (1999-2000),
Redaktur Majalah Pantau (2000-2003),
Penulis drama radio bertema transformasi konflik untuk Common Ground Indonesia
(2003-2005),
Pemimpin Redaksi Kantor Berita Aceh Feature Service di Banda Aceh
(2005 s/d sekarang),
Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2013-2015)
 
Pencapaian :
Cerpen Daun-Daun Kering memenangkan lomba menulis cerpen Kompas (1989)
Cerpen  Kuda Terbang Maria Pinto meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (2004),
Esei Militerisme dan Kekerasan di Timor Leste meraih penghargaan sebagai esei terbaik hak asasi manusia (1998)
Suara Perempuan Award Kategori Perempuan dan Media dari Radio Komunitas Suara Perempuan Aceh (2010),
Prosa Rahasia Selma meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (2010)
 
Karya :
Kuda Terbang Maria Pinto  (Kumpulan Cerpen, 2004),
Pohon Kersen
 (Cerpen, 2004),
Hikayat (2004),
Kumpulan tulisan politik, Islam dan gay – Dari Atjeh Menuju Jakarta (2009),
Rahasia Selma
(Kumpulan Cerpen 2010),
Seekor Anjing Mati Di Bala Murghab (2012)

You may also like...