Madin Tyasawan

Nama :
Ening Sumadiningrat
 
Lahir :
Jakarta, 15 Juli 1964
 
Pendidikan :
SD Islam YKPI Angke Jakarta Barat  (1977),
SMPN 32 Jakarta (1981),
 SMAN 2 Jakarta (1984), Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Jurusan Ilmu Politik dan Kemasyarakatan
 (1984 -1986),
IKIP Negeri Jakarta, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (1985-1990),
Program Ekstensi: Filsafat Manusia dan Filsafat Kebudayaan Sekolah Tinggi FilsafatDriyarkara (1988-1990)
 
Pencapaian :
Menjuarai beberapa event Lomba Baca Puisi dan Cerpen
nominasi 10 Penulis Cerpen Betawi Terbaik yang diselenggarakan LKB,
Aktor Terbaik dalam Festival Teater Jakarta Wilayah Jakarta Barat (1986),
Aktor Terbaik dalam Festival Teater Jakarta tingkat DKI Jakarta (2000),
FTV Dipujikan untuk cerita ‘Baju Seragam Anak Pemulung’ pada Forum Film Bandung 2009
 
Aktifitas Lain :
Anggota Dewan Kesenian Jakarta Komite Teater
 (2009-2012 dan 2013-2015) 
Aktor dan Sutradara teater
Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di beberapa sekolah menengah swasta di Jakarta (1987-2000),
Sekretaris Umum Generasi Muda Putra-Putri Perintis Kemerdekaan Indonesia DPD DKI Jakarta (1992-1994),
Wakil Kepala SMK Permata Bunda, Jakarta Barat
(1993-1999),
Kepala SMK Permata Bunda II, Jakarta Barat
  (1999-2000),
Sekretaris Ikatan Drama Jakarta Barat / INDRAJA
(2000- 2005),
Head Writer di Anastra Production (2001-2002),
Script Editor di Lunar Film  (2004-2005),
Wakil Ketua Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten KORDA DKI Jakarta (2004 -2008),
Juri Bintang Acting RCTI (2004),
Acting Coach pada FTV
Penulis skenario sinetron (FTV, Serial, Sitkom, Reality Show) untuk SCTV, RCTI, TPI, Indosiar, ANTEVE, Trans TV, Trans 7
(sejak 2000 s/d sekarang)
Anggota Dewan Kesenian Jakarta
(2009 -2012 & 2013-2015),
Dosen Tamu di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta untuk Mata Kuliah Apresiasi Drama (2011 s/d sekarang)

Seniman Teater
Madin Tyasawan
 
 
 
 
Bernama asli Ening Sumadiningrat. Lahir di Jakarta, 15 Juli 1964. Berlatar belakang pendidikan  SD Islam YKPI Angke Jakarta Barat (1977), SMPN 32 Jakarta (1981), SMAN 2 Jakarta (1984), Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jurusan Ilmu Politik dan Kemasyarakatan (1984-1986), IKIP Jakarta Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (1985-1990) dan Program Ekstensi: Filsafat Manusia dan Filsafat Kebudayaan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara (1988-1990).
 
Mulai berteater sejak 1979. Tercatat ia pernah bermain dalam berbagai lakon, diantaranya bermain bersama Teater Kwadrat Jakarta dalam lakon ‘Mega-Mega’ karya Arifin C. Noer, ‘Siapa Bilang Saya Godot’ karya Saini KM, ‘WOT atawa Jembatan’ karya Yudhistira ANM, ‘Perkawinan’ karya Nikolay Gogol, ‘Tuan Kondektur’ karya Anton P Chekov, ‘Orang-Orang Malam’ karya Putu Wijaya, ‘Terdakwa’ karya Ikranegara, ‘Penggali Intan’ karya Kirjo Mulyo, ‘Pacar’ karya Harold Pinter, ‘Kereta Kencana’ karya Ionesco/WS Rendra. Bersama Teater Matahari, ia bermain dalam lakon, ‘Perampok’ karya JF Schiller / WS Rendra. Bersama Teater Pasar Sore, ia bermain dalam lakon ‘Ken Arok Murid Lohgawe’ karya Aan S. Bersama Indraja, ia bermain dalam lakon ‘Machbett’, karya Ionesco. Bersama Teater Stasiun, ia bermain dalam lakon ‘Teroris’, karya Albert Camus.
 
Selain dikenal sebagai aktor, ia juga pernah menyutradarai beberapa pementasan, lakon yang pernah di garapnya antara lain, bersama Teater Pasar Sore, ‘Ken Arok Murid Lohgawe’ karya Aan S, ‘Ruang Terbatas atawa Guru Dukri’ karya Aan S. Bersama Teater Taman ia menyutradarai, ‘Petang di Taman’ karya Iwan Simatupang. ‘Perkawinan’ karya Nikolay Gogol, ‘Penagih Hutang’ karya Anton P. Chekov. Bersama Bengkel Seni Jakarta, ia menampilkan lakon ‘Ken Arok’, karya Sanusi Pane. Bersama Main Teater Jakarta, ia menyutradarai ‘Allah Jang Palsoe’, karya Kwee Tek Hoaj.
 


SUBVERSIF! Graha Bhakti Budaya – TIM (13 – 14 Maret 2015)

Untuk memperdalam pengetahuannya dalam dunia teater, ia pernah mengikuti berbagai pelatihan/workshop perteateran, seperti Pelatihan Juri Kesenian Bidang Teater yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta. Beberapa kali ia menjadi juri di Festival Teater Jakarta Wilayah Jakarta Barat, juri Festival Teater Pelajar Jakarta Barat Terbuka. Beberapa kali menjadi Juri Lomba Lenong Jakarta Barat Terbuka.  Menjadi Juri pada Festival Teater 2008 se-Kalimantan Barat di Pontianak. Ia juga kerap memberi workshop perteateran di kampus, sanggar, dan grup-grup teater. Menjadi moderator/pembicara pada Diskusi/Seminar/Sarasehan/Lokakarya Teater di berbagai tempat. Menulis artikel dan makalah perteateran untuk diskusi, seminar dan workshop. Menyusun Silabus dan Kurikulum Teater untuk Pelatihan Teater di Balai Latihan Kesenian se-DKI Jakarta atas prakarsa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

 
Selain aktif di teater, Head Writer di Anastra Production (2001-2002). Script Editor di Lunar Film  (2004-2005) serta Juri Bintang Acting RCTI (2004) ini tercatat juga aktif dilayar kaca dengan menjadi Penulis skenario sinetron (FTV, Serial, Sitkom, Reality Show) untuk SCTV, RCTI, TPI, Indosiar, ANTEVE, Trans TV, Trans 7 (sejak 2000 s/d sekarang),
 
Di luar karir berkeseniannya di dunia seni peran, mantan Sekretaris Umum Generasi Muda Putra-Putri Perintis Kemerdekaan Indonesia DPD DKI Jakarta (1992-1994), Wakil Ketua Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten KORDA DKI Jakarta (2004-2008), Sekretaris Ikatan Drama Jakarta Barat / INDRAJA (2000-2005), dan Dewan Penasihat  Ikatan Drama Jakarta Barat / INDRAJA (2006-2010) ini pernah menjadi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di beberapa sekolah menengah swasta di Jakarta (1987-2000), Wakil Kepala SMK Permata Bunda, Jakarta Barat  (1993-1999), Kepala SMK Permata Bunda II, Jakarta Barat  (1999-2000) dan Dosen Tamu di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk Mata Kuliah Apresiasi Drama (2011 s/d sekarang).
 
Atas peran aktifnya di bidang kesenian, ia tercatat pernah meraih beberapa penghargaan antara lain menjuarai beberapa acara Lomba Baca Puisi dan Cerpen, Aktor Terbaik dalam Festival Teater Jakarta Wilayah Jakarta Barat (1986), Aktor Terbaik dalam Festival Teater Jakarta tingkat DKI Jakarta (2000), serta Meraih FTV Dipujikan untuk cerita ‘Baju Seragam Anak Pemulung’ pada Forum Film Bandung 2009.
 
Kini pria yang menikah dengan Tuti Rodiah dan menetap di Jakarta ini selain menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2009-2012 dan 2013-2015 ini, juga masih tetap aktif menjadi script writer freelance di beberapa rumah produksi.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...