Mang Udel

Nama :
Raden Panji Poernomo Tedjokusumo
 
Lahir :
Pasuruan, Jawa Timur,
7 Oktober 1923
 
Wafat :
Jakarta, 27 Oktober 2006
 
Pendidikan :
Openbare Europese Lagere School di Jember (1939),
Openbare Gouvernements MULO di Solo (1940),
Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT) Bogor (1944),
Fakultas Biologi Universitas Nasional,
Kursus Public Relation pada Lembaga Administrasi Negara (LAN),
Kursus Protokol Departemen Luar Negeri,
Kursus Bahasa Inggris (1974),
National University, Canberra, Australia
 
Karir :
Sangyobu Nomuka /
Jawatan Pertanian jaman pendudukan Jepang (1942),
Jakarta Hosokyoku /
Radio Militer Jepang di Indonesia, Jakarta (1944),
Kepala gudang Intraport,
 (1948-1955),
Seksi Film USIS Amerika
Asisten Ahli bagian penelitian Lembaga Patologi Fakultas Kedokteran UI di Jakarta (1973),
Dosen Luar biasa Biologi
 FKG-UI,
Dekan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta
 
Filmografi :
Heboh (1954),
Djuara 1960 (1956),
Intan Berduri (1972),
Si Mamad (1973),
Laila Majenun (1975),
November 1828 (1978),
Budak Nafsu (1984),
Si Badung (1990),
Pasir Berbisik (2000)
 
Sinetron :
Losmen (1985-1987),
Noktah Merah Perkawinan (1996),
Pijit Dangdut (1997)
 
Prestasi :
Pemeran Utama Pria Terbaik dengan pujian FFI 1974 dalam film Si Mamad,
Penghargaan Kesetian Profesi 1993 dari Dewan Film Nasional
 


Mang Udel
 
 
 
Raden Panji Poernomo lebih dikenal sebagai Mang Udel. Kenangan yang paling berkesan baginya ketika pementasan Kontes Pidato. Ia muncul dengan gaya Bung Karno dengan membawakan teks Burung Kakatua, kadang-kadang Ayam Besengek. Acara ini banyak menarik minat, tapi tampaknya yang paling keras tertawa ialah Bung Karno sendiri. Bungsu di antara tujuh bersaudara. Ayahnya R.P. Tedjokoesoemo (alm), bekas Wedana Kalisat, Jember, Jawa Timur. Istrinya, Ny. Tati Poernomo, wafat 15 Juni 1979.
 
Pada tahun 1952, ia mendapat visitorship USIS. Dari sini berawal sebuah cerita yang kurang menggembirakan. Untuk memperoleh keterangan fiskal bagi paspor kunjungan ke Amerika Serikat, ia membayar pajak. Akibatnya ia terdaftar di kantor pajak sebagai pemegang kohir. Tiap tahun ditagih, sebagai USIS Film Asistant. Hingga belasan tahun, sampai ia bekerja sebagai pegawai negeri di Kementerian Pertanian dan Universitas Indonesia. Beberapa kali ia mengajukan keberatan secara tertulis, karena gajinya pada waktu itu hanya Rp. 18.000,-. Lucunya, malah pernah ditagih oleh juru sita agar membayar pajak pendapatan sebesar Rp. 256.000,-, padahal pensiun dari UI Cuma Rp. 24.000,- sebulan.
 
Sebagai sarjana biologi, ia menulis beberapa karya. Tetapi ia menilai karyanya itu, begitu sumir, hingga tak pernah diterbitkan dan hanya berupa working paper untuk kelompok-kelompok kecil dan berbagai pertemuan ataupun diskusi. Lebih dikenal sebagai pelawak dan seorang penggemar musik. Mulai dari gamelan, Hawaiian, sampai keroncong. Senang juga melukis, mengukir, menyanyi, belajar bahasa asing dan daerah, elektronika, mesin, main sandiwara dan film.
 
Dalam film Si Mamad ia memperoleh peran utama. Dalam film November 1828 ia juga mendapat peran yang menonjol. Nama popular Mang Udel diambil dari nama tokoh dalam acara obrolan Sepintas Lalu yang dibawakannya di RRI Jakarta sejak akhir tahun 1946.
 
Sejak itu ia lebih dikenal sebagai Mang Udel. Menjadi populer ketika masuk dunia hiburan, di mana ia dikenal sebagai seniman serba bisa. Dalam penampilannya di pentas hiburan, Mang Udel sering menggunakan medium vokal dan musik, khususnya instrumen ukulele. Sebagai komedian, pada akhir tahun 1950-an, ia pernah tergabung dalam Trio Los Gilos bersama Bing Slamet dan Mang Cepot. Sebagai aktor, ia bermain dalam sejumlah film, seperti Heboh (1954), Intan Berduri (1972), sampai Si Mamad (1973). Dalam film Si Mamad yang disutradarai Sjumandjaya, ia mendapat gelar Pemeran Utama Pria Terbaik dengan pujian. Terakhir ia ikut bermain dalam film Pasir Berbisik (2000) yang disutradarai Nan Triveni Achnas. Pada paruh kedua era 1980-an, ia dikenal penonton televisi sebagai Pak Broto dalam sinetron Losmen garapan Tatiek Maliyati dan Wahyu Sihombing (alm).
 
Wafat sekitar pukul 11.00 di rumah kediamannya, Jalan Mohammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, dalam usia 83 tahun pada hari Jum’at, 27 Oktober 2006.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply