Mark Sungkar

Nama :
Mubarak Ali Sungkar
 
Lahir :
Solo/Surakarta,
Jawa Tengah,
22 Oktober 1948
 
Pendidikan :
SMA,
Kursus Bahasa Inggris di USIS (1968-1969),
Kursus Bahasa Perancis di AF (1971-1972),
Kursus Bahasa Belanda di V. Universitas Amsterdams, Belanda (1974-1975),
Akademi Theater Amsterdam, Belanda
 (1975-1978),
International School for Musical Entertainment Hilversum, Belanda
(1977-1980)
 
Filmografi :
Dan Bunga-Bunga Berguguran (1970),
Djalang (1970),
Djatuh Dikaki Lelaki (1971),
Lantai Berdarah (1971),
Pengedjaran ke Neraka (1971),
Rina (1971),
Benteng Betawi (1971),
Di Balik Kelambu (1983),
 Jalan Kehidupan (1996),
From Rhetoric To Reality : And The Day Came (2000),
 
Sinetron :
Dua Dunia (1977),
Mentari di Sedayu,
 Sang Guru
 
Single dan Album Rekaman :
She Believe in Me (1979), Hution Mind (1980),
Bunga-Bunga Cinta (1985), Kaki Limo (1989)

Aktor Teater
Mark Sungkar
 
 
 
 
Ia termasuk pekerja seni yang serius. Putra dari pasangan Ali Mubarak Sungkar, seorang saudagar asal Yaman dan Fatma ini membuktikan dengan tekadnya menuntut ilmu di Akademi Theater Amsterdam, Belanda (1975-1979) dan International School for Musical Entertainment Hilversum, Belanda (1977-1980). Sebelumnya, ia pernah bergabung dengan Balai Kesenian Solo dan Teater Kecil pimpinan Arifin C. Noer (1968-1970), serta Nederlandse Operette Vereniging Amsterdam (1976-1977). Bergabung dengan Bina Vokalia pimpinan Prananjaya (1973) dan Delfero Talent Pedagog Amsterdam (1976-1978).
 


Abang Thamrin Dari Betawi (2007)

Sejatinya, ia meniti karier di dunia teater sejak tahun 1962, setelah sebelumnya ia berprofesi sebagai pedagang dan pemborong bangunan kemudian mulai bermain film dan lakon televisi pada tahun 1970.  Pernah aktif sebagai aktor teater di Teater Kecil pimpinan Arifin C. Noer (1968-1970). Bakatnya di bidang olah vokal yang ia asah di Bina Vokalia pimpnan Pranajaya (1973) melahirkan beberapa single dan album rekaman. Di antaranya ; ‘She Believe in Me’ (1979), ‘Hution Mind’ (1980), ‘Bunga-Bunga Cinta’ (1985) dan ‘Kaki Limo’ (1989). Sebagai Penyanyi, ia pernah mewakili Indonesia dalam Asean Concert di Brunei Darussalam (1984), dan Bangkok (1985). International Song Festival di Chile (1986) dan April Spring Festival di Pyong Yang, Korea Utara (1987). ‘Mentari di Sedayu’ dan ‘Sang Guru’, adalah dua di antara lakon televisi yang pernah ia mainkan

Pada 8-9 juni 2007 lalu, Mark Sungkar bermain dalam pementasan Teater Abang Thamrin Dari Betawi karya Asrul Sani bersama Sanggar Pelakon pimpinan Mutiara Sani di Graha Bhakti Budaya, TIM. Dalam pementasan tersebut Mark berperan sebagai Fruin, orang Belanda yang menentang kebijakan-kebijakan MH. Thamrin. Ia merasa bahagia mendapatkan kesempatan untuk tampil kembali dalam pementasan yang sama dengan beberapa puluh tahun yang lalu. “Bedanya kalau dulu saya memainkan peran sebagai legislator Kevin de Jong yang panjang-panjang dialognya, saat ini sebagai fruin yang relatif pendek-pendek. Saya bahagia,” katanya.
Menikah untuk yang ketiga kalinya dengan aktris film Fanny Bauty dikaruniai 3 orang anak, Zaskia Sungkar, Shireen Sungkar dan Yusuf Averoes Sungkar. Satu orang anaknya, Jamilah Sungkar, di dapat dari istri sebelumnya. Mark juga adalah adik kandung dari pemuka agama, Lautfiah Sungkar dan juga kakak dari pengusaha Nadjib Sungkar. Pada 19 Mei 2010, Mark resmi bercerai dengan aktris film Fanny Bauty, setelah sejak pertengahan tahun 2006 terjadi gonjang-ganjing dalam pernikahan mereka. Menikah kembali dengan Santi Asoka Mala pada 6 September 2014
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply