Mengenal Sosok Penyanyi Rita Sugiarto

Nama :
Rita Sugiarto

Lahir :
Demak, Jawa Tengah,
19 September 1965

Grup Musik :
Soneta (1976-1981),
Orkes Melayu Jackta Group (1981)

Diskografi :
Syahdu
(duet dengan Rhoma Irama),
Piano
(duet dengan Rhoma Irama),
Menunggu
(duet dengan Rhoma Irama),
Zaenal,
Jacky,
Kuingin,
Pacar Dunia Akherat,
Cinta Setengah Mati,
Biarlah Merana,
Biduan,
Idaman Hati,
Lukaku,
Bukan Yang Kupinta,
Buaya,
Siksa Kubur,
Permata Biru,
Cinta Berawan,
Ampunilah,
Air Bunga,
Cinta Putih,
Cinta Setengah Mati.
Kupu Kupu,
Haram
(duet dengan Rhoma Irama),
Sejuta Luka,
Makan Darah,
Mati Lampu,
Mati Aku,
Rindu Menanti,
Khusus malam Ini,
Dua Kursi,
Abang Kumis,
Abang Romi,
Pria Idaman,
Kau Campakkan Diriku,
Janji,
Jangan Rayu-Rayu,
Jangan Marah,
Cemburu Buta,
Iming-Iming,
Kuping Panas,
Semakin Sayang Semakin Kejam,
Joget (feat Rhoma Irama),
Si Kecil,
Kupu-Kupu,
Tersisih,
Ikhlas

Filmografi :
Darah Muda
(pengisi suara,1977)
Perjuangan Dan Doa (1980),
Melodi Cinta (1980),
Dilihat Boleh Dipegang Jangan (1983)
Gitar Tua (pengisi suara),
Berkelana (pengisi suara)


Penyanyi
Rita Sugiarto

Penyanyi dan pencipta lagu dangdut legendaris ini, lahir di Demak, Jawa Tengah, 19 September 1965. Bakat besar sebagai penyanyi sudah ditunjukkannya sejak masih duduk di bangku SD. Ia berhasil menjuarai beberapa festival musik pop mulai dari tingkat Kota Madya Semarang, Jawa Tengah, hingga tingkat provinsi. Di usianya yang sangat belia, 13 tahun, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Nasib baik pun menghampirinya, ia ditawari untuk berduet dengan Rhoma Irama menyanyikan lagu-lagu berirama dangdut. Hasilnya semua album duet yang di rilisnya bersama ‘Sang Raja Dangdut’ laris-manis dipasaran dan selalu meraih platinum. Ia pun kemudian ikut mengisi suara dalam film-film Rhoma Irama, seperti ‘Gitar Tua’, ‘Berkelana’ dan ‘Darah Muda’.

Sejak bergabung dengan Soneta (1976-1981), sedikitnya 20 album telah dirilis, diantara lain: Musik, 135.000.000, Santai, Hak Azasi, Begadang II, dan Sahabat. Album terakhirnya bersama Rhoma Irama berjudul ‘Pemilu’, dirilis pada tahun 1981. Setelah itu, ia kemudian memutuskan untuk memisahan diri dengan Rhoma Irama yang sudah membesarkan namanya.

Tahun 1981 ia menikah dengan Jacky Zimah. Bersama sang suami ia kemudian mendirikan Orkes Melayu Jackta Group, dan merilis album debut pertamanya yang berjudul ‘Vol.1’. Single pertama di album ini berjudul ‘Jacky’, yang diciptakan sendiri olehnya. Bercerita tentang kecintaanya pada sang suami. Tak disangka lagu ini meledak luar biasa di pasaran. Kasetnya terjual hingga mencapai 2 juta keping. Sebuah rekor penjualan album dangdut terlaris sepanjang masa. Lagu ‘Jacky’ pun mengudara dimana-mana. Konon album ini juga diedarkan di Jepang dan video klipnya wara-wiri di televisi Tokyo. Hingga sekarang sudah puluhan album dan ratusan lagu yang diciptakannya, namun tak ada yang sefenomenal ‘Jacky’.

Lagu-lagu yang dinyanyikan dan dipopulerkannya sampai saat ini masih sering dinyanyikan di panggung-panggung dangdut. Hal ini bisa dimaklumi, karena ia masih menjadi kiblat bagi penyanyi dangdut perempuan, disamping Elvi Sukaesih. Itulah sebabnya dikalangan pecinta musik dangdut ia disebut sebagai Diva Dangdut, sementara Elvy Sukaesih disebut sebagai Ratu Dangdut.

Sebagai penyanyi dangdut senior, juri pada Kontes Dangdut D Academy di salah satu televisi swasta ini dikenal sebagai sosok low profile, yang mau berbagi ilmu kepada juniornya. Tak heran saat Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) menghujat penampilan Inul Daratista di awal tahun 2000-an, ia tidak terlalu mempermasalahkan penampilan Inul. Bahkan ia bersedia tampil satu panggung dengan penyanyi asal Pasuruan yang mengidolakan dirinya itu.

Setelah sekian lama menikah, dan telah di karuniai tiga orang anak, akhirnya ia bercerai dengan Jacky Zimah. Anak sulungnya, Jerry meninggal dunia di tahun 2008.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...