Mulyadi W

Nama :
Mulyadi Wirjo Soedarmo
 
Lahir :
22 Agustus 1938
Pasuruan, Jawa Timur
 
Pendidikan :
STSI-ASRI Yogyakarta
(1955-1959)
 
Aktifitas Lain :
Pendiri Sanggar Bambu
 
 
Pencapaian :
Indofood Art Award (2010)
 

Seniman Senirupa
Mulyadi W
 
Lahir pada 22 Agustus 1938, di Pasuruan, Jawa Timur. Mengaku mulai menyenangi kegiatan melukis sejak masa kanak-kanak ditandai dengan ketertarikannya pada mata pelajaran yang ada kaitannya dengan kegiatan gambar-menggambar. Pada waktu senggangnya diisi dengan bermain layang-layang dengan teman sebaya dikampungnya, dia memilih bermain layang-layang bukan untuk diadu namun dipilihnya layang-layang yang berekor panjang yang berekor panjang dan serta penuh hiasan berbentuk ikan atau burung. Manakala layang-layang berhias itu telah mengudara, membuatnya merasa bangga, tenteram dan membahagiakan hati kekanak-kanakannya.
 

 Ibunda (2005), 95 x 95 cm,
Cat minyak di Kanvas

Ketika usianya telah merangkak dewasa dan telah usai dari sekolah menengah atas, Mulyadi W. melanjutkan pendidikanya di STSRI-ASRI Yogyakarta dari tahun 1955-1959. Berbagai pengalaman berseni rupa pun terus berkembang serta bertambah termasuk pengalaman kerja dan berorganisasi. Pada tahun 1969, bersama Sunarto Pr, Danarto, Wardoyo, serta beberapa rekan se-alumni ASRI mendirikan Sanggar Bambu di Yogyakarta, yang selanjutnya pada tahun 1972 ia menjadi ketua dari sanggar tersebut. Keanggotaan Sanggar Bambu semakin lama semakin bertambah, bahkan sempat mendirikan perwakilannya di Jakarta. Baik langsung atau tidak langsung melalui kegiatan berkesenian yang diselanggarakan oleh Sanggar Bambu membawa andil besar dan memantapkan dirinya untuk berkarir sebagai seorang pelukis.

 
Disamping kegiatan melukis, ia juga membuat patung, relief, menjadi illustrator majalah Horison, majalah bacaan anak-anak Kuncung dan majalah lainnya. Kegiatan berpameran dimulainya sejak tahun 1959-1962, ia ikut aktif pameran keliling bersama anggota Sanggar Bambu lainnya kedaerah-daerah Jawa dan Madura. Kegiatan pameran tunggalnya tidak terlalu banyak terselenggara, karena setiap pameran bersama yang diikutinya selalu terjual baik itu sebagian karyanya maupun seluruh karyanya. Akhir-akhir ini peminat karynya kian bertambah, sehingga menjadi sulit untuk mengumpulkan 30-50 lukisan yang diperlukan dalam sebuah pameran tunggal.
 
Seniman senirupa yang telah aktif berpameran sejak tahun 1960 dan pernah menjadi finalis kompetisi Art Award 2012 ini, kini menetap di Pekayon RT.004/03 No.2   
 
(Dari Berbagai Sumber) 

You may also like...

Leave a Reply