Nurhadie Irawan

Nama :
Nurhadie Irawan

Lahir :
Bondowoso, Jawa Timur

Pendidikan :
Akademi Sinematografi LPKJ/IKJ (1974)

Pencapaian :
Penghargaan dari Kongres KFT (1974),
Penghargaan khusus Dewan Film Nasional FFI 1989 sebagai sutradara terbaik, lewat film Bayi Tabung

Filmografi :
Sesuatu Yang Indah (1976),
Kugapai Cintamu (1977),
Kembang Kembang Plastik (1977),
Bulu-Bulu Cendrawasih (1978),
Satria Bergitar (1983),
Menggapai Matahari (1986),
Menggapai Matahari II (1986),
Bayi Tabung (1988),
Tutur Tinular/Pedang Naga Puspa (1989),
Renggut Cintaku (1990),
Badai Laut Selatan (1991)


Sutradara Film
Nurhadie Irawan

Lahir di Bondowoso, Jawa Timur. Pendidikannya setamat SMA melanjutkan ke Fakultas Hukum sampai tingkat III, kemudian masuk Akademi Sinematografi LPKJ/IKJ (1974). Ia sering menulis di harian-harian ibukota, terutama mengenai film Indonesia dan pernah mendapatkan penghargaan dari kongres KFT tahun 1974.

Karirnya di dunia film di mulai ketika ia menjadi pembantu sutradara bagi Wim Umboh di film ‘Sesuatu Yang Indah’ (1976). Selanjutnya  ia kembali di ajak oleh sutradara Wim Umboh untuk membantunya di film ‘Kugapai Cintamu’ (1977), dan ‘Kembang-Kembang Plastik’ (1977). Setelah itu karirnya terus menanjak hingga akhirnya menjadi sutradara penuh untuk pertama kalinya dalam film ‘Bulu-Bulu Cendrawasih’ (1978), yang di bintangi oleh Rahadian Yamin, Farouk Afero, Rahayu Effendi, Menzano, dan Aedy Moward.

Namanya semakin di kenal setelah ia menyutradarai film ‘Satria Bergitar’ (1983). Dalam film yang di bintangi oleh Rhoma Irama dan Ricca Rachim tersebut, ia juga bertindak sebagai penulis naskah. Selain itu ia juga turut terlibat sebagai penulis naskah di sejumlah film yang juga di bintangi oleh si Raja Dangdut Rhoma Irama, diantaranya ‘Menggapai Matahari’ (1986) dan ‘Menggapai Matahari II’ (1986).

Kiprahnya sebagai sutradara di dunia film kembali di perhitungkan ketika ia meraih penghargaan khusus Dewan Film Nasional FFI 1989 sebagai sutradara terbaik, lewat film ‘Bayi Tabung’ (1988). Film yang di bintangi antara lain oleh Widyawati, Dedy Mizwar dan Ade Irawan ini juga mengantarkan nama Widyawati meraih penghargaan khusus Dewan Film Nasional FFI 1989 sebagai pemeran wanita terbaik.

Tahun 1989, ia menyutradarai film ‘Tutur Tinular’ (Pedang Naga Puspa) seri pertama dari empat seri film Tutur Tinular yang di buat ketika itu. Tutur Tinular awalnya merupakan judul sebuah sandiwara radio karya S. Tidjab yang kemudian diangkat kelayar lebar. Film lainnya yang pernah ia tangani yakni ‘Jangan Renggut Cintaku’ yang di sutradarainya pada tahun 1990. Film ini meraih nominasi dalam Festival Film Indonesia 1990 untuk Pemeran Pembantu Pria (Deddy Mizwar). Film ini juga meraih Piala Citra untuk penata Musik dan Pemeran Pembantu Pria, Rachman Arge.

Pria yang kerap berpenampilan sederhana ini, pada tahun 1991 kembali menyutradarai film ‘Badai Laut Selatan’, yang dibintangi antara lain oleh Fitria Anwar dan Dede Yusuf.
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply